Pengalaman Makan di Hanamasa

Pengalaman Makan di Hanamasa

Ngga ada hujan, nggak ada petir tiba-tiba banjir. Hahaha. Bercanda kawan, aku nggak ingin menulis tentang banjir atau hujan. Itu hanya ungkapan saja. Saat main (bc: silaturrahim) ke rumah seorang kawan di kawasan Menteng beberapa waktu lalu, singkatnya aku diajak makan siang. Aku bilang, “Bro, aku dah makan siang tadi sebelum ke sini.” Tapi dia memaksaku untuk ikut karena dia belum makan siang.

Tahu Restaurant Hanamasa?” tanyanya.

Makanan apa itu? Pernah denger tapi nggak tahu. Restaurant model apa?” bales bertanya tanpa menjawab pertanyaannya.

Panjang lebar ia menjelaskan, yang intinya sebuah restaurant yang menyediakan masakan Jepang dengan konsep all you can eat. Kalau tidak mau, aku diberikan pilihan lain berupa Sea Food. Pada prinsipnya, aku lebih memilih Sea Food karena setidaknya pernah merasakan aneka masakan Sea Food, sementara untuk masakan Jepang seingatku aku belum pernah sama sekali mencicipi.

Namun karena kawanku cenderung memilih masakan Jepang, maka aku pun ngikut saja. Tak kubayangkan bagaimana bentuk Hanamasa, bagaimana masakan-masakannya, bagaimana nanti aku mencoba untuk bersikap biasa dan tak terlihat kampungan. Hahaha. Yang aku bayangkan saat itu hanya salah satu adegan film Warkop Dono Kasino Indro di sebuah restaurant Jepang. Makanannya digoreng sendiri dan alat makannya mangkuk serta sumpit. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: