Klasifikasi Kelompok Mahasiswa


Sumber Gambar Klik Saja Pada Gambar

Sumber Gambar Klik Saja Pada Gambar

Kelompok Mahasiswa

Cukup menarik memang melihat dan mempelajari Idealisme mahasiswa -khususnya di Indonesia- dengan aneka ragam macam perbedaannya. Aku sendiri pernah menjadi seorang mahasiswa dan masih ingin menjadi seorang mahasiswa (dalam tingkatan yang lebih tinggi tentunya :d). Selama menjadi mahasiswa selama kurang lebih lima (5) tahun di kota Solo, banyak sekali kelompok-kelompok mahasiwa dengan aneka ragam prinsip masing-masing yang meskipun tidak mengotak-mengotakkannya sekalipun sangat terlihat kasat mata kotak-kotak mahasiswa itu.

Secara umum, aku membagi kawan-kawan mahasiwa saat itu ke dalam beberapa kelompok besar. Pertama adalah kelompok mahasiswa yang dikenal dengan mahasiswa aktivis, Kedua adalah mahasiswa hedonis, dan yang terakhir mahasiswa pasifis. Mahasiswa Aktivis juga terbagi ke dalam banyak kelompok aktivitas. Ada sekelompok mahasiswa yang aktif dalam pergerakan politik yang dikenal dengan BEM – DEMA dengan segenap dinamika perbedaan pandangan ideologi gerakan. Ada pula mahasiswa yang aktif dalam gerakan keagaamaan dengan segenap perbedaan pandangan dalam internal agama maupun perbedaan agama itu sendiri. Ada juga yang aktif dalam aktivitas yang secara langsung berhubungan dengan dunia akademisi, seperti kegiatan penelitian, asistensi, mentoring, laboratorium, pendidikan, dll. Ada juga aktivis mahasiswa yang aktif dalam aktivitas keorganisasian dan minat serta bakat seperti mahasiswa yang aktif dalam kelompok pecinta alam, kelompok seni budaya, kelompok musik, kelompok pers, kelompok olahraga, dan atau kelompok himpunan jurusan. Mereka itulah yang kukategorikan sebagai mahasiswa aktivis atau aktivis mahasiswa. Meskipun dalam pembicaraan sehari-hari, makna aktivis lebih sering identik dengan aktivis mahasiswa politik (BEM- DEMA).

Kelompok kedua kukategorikan dalam kelompok mahasiswa hedonis. Merujuk pada Wikipedia, hedonisme memiliki arti pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,”Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati” (source: wikipedia).

Kelompok mahasiswa hedonis yang kukategorikan disini tentunya tidak 100% seperti yang digambarkan di dalam pengertian tersebut di atas, namun memiliki kemiripan unsur dalam pengertian tersebut. Nah, kelompok mahasiswa hedonis yang kumaksud tersebut merupakan kelompok mahasiswa yang sering menghabiskan waktu-waktu kegiatannya banyak dalam kegiatan-kegiatan yang mengarah pada senang-senang, seperti pacaran, pesta, dugem, pelesir, jalan-jalan, shopping, nongkrong di mall, dan lain-lainnya. Beberapa kawan menambahkan satu hal dengan penggambaran “menjadikan kampus sebagai catwalk”. Umumnya, mahasiswa tipe ini tidak aktif dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan, tetapi kalau dibilang pasif tidak juga.

Kelompok mahasiswa terakhir adalah kelompok mahasiswa pasifis. Kelompok mahasiswa ini biasanya banyak di kalangan mahasiswa. Aktivitas rutin kesehariannya di kampus adalah belajar, belajar, dan belajar. Inilah kenapa mereka sering disebut sebaga mahasiswa pasifis. Kelompok mahasiswa pasifis seringkali memiliki alasan yang wajar yang membuat mereka tergolong pasif. Ada beberapa orang mahasiswa pasifis yang menjadi pasifis karena ia harus membantu ekonomi keluarganya setiap hari, atau karena alasan rumahnya yang sangat jauh dari kampus, atau karena ada aktivitas yang padat di luar kampus. Sebutan pasifis disematkan karena realitanya mereka memang tidak aktif dalam organisasi mahasiswa. Namun belum tentu aktivitas mereka di luar kampus pasif juga.

Diantara ketiga kelompok tersebut, mana yang paling baik bukan menjadi kewenanganku untuk menilai karena variabel masing-masing yang berbeda-beda. Ketiga kelompok di atas hanyalah klasifikasi yang kususun sendiri, jika anda memiliki klasifikasi sendiri yang berbeda sah-sah saja.

(insya Allah bersambung..)

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: