OSPEK


Contoh Ospek Amoral yang Tidak Pantas Dicontoh (Telanjang Keliling Kampus)

Contoh Ospek Amoral yang Tidak Pantas Dicontoh (Telanjang Keliling Kampus)

OSPEK

Seringkali ketika mendengar kata kuliah maka yang tergambar pertama kali dengan tatapan agak khawatir adalah OSPEK. Istilah ini kerap kali menghantui perasaan fikiran bahkan sampai mimpi pun masih terbayang hantu OSPEK ini. OSPEK sendiri sebenarnya adalah istilah yang sebenarnya merupakan kependekan dari kalimat Orientasi Studi Pengenalan Kampus. Kalau waktu di SMP dan SMA mungkin istilahnya adalah MOS (Masa Orientasi Siswa). Istilah OSPEK di setiap kampus mungkin berbeda-beda. Ada yang masih menggunakan istilah OSPEK, tapi banyak yang sudah menggantinya dengan istilah lain biar terkesan tidak menakutkan seperti OSMARU (Orientasi Studi Mahasiswa Baru), OSAMA (Orientasi Studi Awal Mahasiswa Baru ), dll. Mengenai peristilahannya, saya tidak akan panjang lebar membahasnya, yang penting adalah adanya kegiatan perploncoan.

OSPEK sangat identik dengan perploncoan. Hanya saja perploncoan disini masih manusiawi dan sangat wajar-wajar saja. Langsung saja kepada pointnya OSPEK meskipun kepanjangannya Studi Pengenalan Kampus, kegiatannya jangan dikira hanya mendengarkan ceramah saja. Iya sih….itu ada benarnya, karena satu atau dua kali para mahasiswa baru itu akan diberi pengenalan tentang kampus dan segala pernak-perniknya oleh para dekan, dosen, dan mahasiswa lama di tingkat universitas dan fakultas serta jurusan.

Tapi kalau sudah masuk ke jurusan, istilah OSPEK ini akan berubah makna menjadi perploncoan. Kegiatannya mulai sudah nggak nyambung dengan yang namanya pengenalan kampus. Kegiatannya aneh-aneh. Mulai dari pakaian yang tidak karuan dengan sepatu beda sebelah, celana cut bray (lebar dibawahnya), topi caping (topinya petani), kacamata th 60’-70’, kaos kaki sepak bola yang dipakai menutup celana panjang, rambut diikat dengan rafia (tali plastik), tasnya pakai karung beras atau kardus, dan beraneka ragam lainnya. Ini belum lagi dengan diminta membuat tahu dan tempe goreng yang berbentuk segitiga sama sisi-lah, sama kaki-lah, membuat telur dengan ekspresi sedih, menggoreng sayap ayam seperti sayapnya Batman, mencari uang dengan nomor seri tertentu, mencari pisang gantet (2 pisang yang gabung jadi satu secara alami dengan panjang ukuran tertentu), membentuk nasi dengan rumus organ kimia tertentu dan masih banyak lagi tugas-tugas mengumpulkan lainya.

Sepintas sih, memang ngga’ ada manfaatnya. Tapi kalau kita coba pelajari dengan teliti maka tetap ngga ada manfaatnya lho, ol enggak. Bercanda. Pasti adalah manfaatnya. Minimal kita ambil positifnya. Dengan adanya kegiatan OSPEK (baca perploncoan) tersebut kita dipersiapkan untuk memiliki tekad baja dan mental karet. Kita akan memiliki rasa solidaritas yang tinggi antar sesama mahasiswa baru terlebih lagi apabila satu kelompok. Kita akan belajar berkelompok & bersosialisasi, kita akan belajar tentang semangat dan motivasi (melalui yel2), kita akan belajar menghilangkan egoisme (kuliah tidak hanya butuh IP tapi juga kebersamaan). Apalagi ya?……..Wah kalau kurangnya mendingan teman-teman rasain sendiri saja nanti saya yakin akan membekas di benak kalian & bisa dijadikan sebagai Nostalgila, (wah kalo cerita tentang OSPEK penulis terbayang-bayang waktu…………sory ya…….rahasia……… . Pokoknya meskipun pahit awalnya belakangnya ada manisnya. Jangan terlalu over atau underestimate). Intinya saya sarankan untuk ikut OSPEK karena kalau sampai tidak ikut OSPEK maka tanggung sendiri akibatnya. (kok malah nakutin sih…..) Oh nggak sih, sebenarnya basically ngga masalah kalian mo ikut pa ngga. Karena ngga ada kaitannya dengan nilai akademis & kelulusan. Kalau ada yang bilang atau nakut-nakutin bilang ngga ikut ospek maka ngga lulus atau lulusnya tertunda, itu BOHONG BANGET. Inget, BOHONG BANGET !!! Tapi saya nyaranin tetap ikut karena kalau kalian tidak ikut, kalian akan lebih sulit beradaptasi, bersosialisasi dengan kawan atau senior atau dosen (karena yang lain sudah saling kenal tapi kamu baru kenalan, ketinggalan kan……?) dan mungkin yang paling parah teman-teman kalian yang ikut OSPEK akan mengucilkan kamu yang ngga ikut OSPEK karena dianggap ngga solider. (Ada sih teman di fakultas tempat kuliah penulis dulu yang sampai harus keluar dari kampus karena dikucilin angkatannya).

Gimana dengan pengalaman OSPEK anda sobat???

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. ebuset gila banget itu fotonya..

    ospek itu bisa ada manfaatnya kalo kita positive thinking 🙂

    • @Nadia: yg gila fotonya? penyelenggara ospeknya? yg diospek? atau yg liat ospek? atau malah yg komentar?
      😀

  2. gak nyangka masih ada OSPEK model begituan….

    Penyelenggaranya gimana,tuh? Sebenarnya…yang di OSPEK juga bisa menolak, khan….biarpun nantinya bakal di’hajar’ sama senior…he..he..

    Sangat penting..kita menjaga harga diri….di ospek model begituan..malunya bisa seumur hidup…
    Nauzubillah…

    Ya, mbok dipikir..kalo mo ngOSPEK..

    • @Putri: itu di Filipina
      tahu tuh

  3. ospekkkkuuhhhhh,,,,
    asiiikkk
    di ajarin demo,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: