Profesi Penting Dalam Musibah Bencana


Profesi Penting Dalam Musibah Bencana

Dalam kejadian-kejadian bencana alam mulai dari gempa, tanah longsor, tsunami, gunung merapi, banjir, dan lainnya seringkali kita dibuat sedih dan tak sedikit yang meneteskan air mata melihat kondisi sebagaimana yang digambarkan di layar kaca atau foto-foto surat kabar. Hampir dipastikan ketika terjadi sebuah bencana alam, stasiun televisi yang menyiarkan berita detik per detik setiap kejadian bencana akan meraih rating tertinggi. Disamping bisa meneteskan air mata, tak sedikit juga yang setelah melihat tayangan di layar kaca justru muncul paranoid dan kepanikan serta ketraumaan, apalagi jika pemberitaan disajikan secara berlebihan dengan penggambaran yang ekstra hiperbolis.

Bertolak dari musibah bencana, aku terkesan dan memberikan penghargaan yang tinggi untuk beberapa profesi berikut yang kupandang memiliki arti penting dalam peristiwa musibah bencana. Apa saja mereka?

Jurnalis. Satu hal positif yang juga dapat diambil dari penayangan-penayangan bencana di layar kaca adalah menyebarnya informasi sehingga tak sedikit yang terketuk hatinya untuk mengeluarkan sebagian rezekinya guna membantu korban-korban bencana tersebut. dan semua hal-hal itu dapat kita “nikmati” berkat adanya profesi seorang jurnalis, wartawan, reporter, dan sejenisnya. Mereka adalah salah seorang yang terdepan menyampaikan dan menyajikan informasi-informasi terkini atas sebuah peristiwa musibah bencana. Tak jarang, profesi yang mereka kerjakan itu membawa mereka pada batas tipis antara hidup dan mati karena tak jarang mereka harus berada di ujung bahaya juga. Sebagai contoh misalnya dalam kejadian Gunung Merapi Meletus sekarang ini, seorang wartawan pun harus mengakhiri hidupnya di tengah-tengah bencana.

Seorang yang berprofesi sebagai TIM SAR (kurangkum mulai dari relawan, TNI, SAR, dll) juga merupakan sebuah profesi yang sangat dekat dengan maut di tengah-tengah bencana. Mereka bekerja tidak hanya untuk orang-orang yang mengungsi serta lingkungan musibah bencana semata. Di saat yang bersamaan, mereka juga harus bekerja untuk diri mereka sendiri. TIM SAR memiliki tugas ganda pada saat terjadinya sebuah bencana. Pertama mereka harus siap untuk menolong, namun di sisi lain mereka juga harus menjaga tubuh mereka sehingga mereka pada akhirnya tidak perlu ditolong. Menjadi beban tersendiri jika seorang TIM SAR justru jatuh sakit dan malah menjadi seorang pengungsi yang dirawat di barak. “Maraknya” bencana-bencana alam yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, telah memicu berdirinya lembaga-lembaga TIM SAR yang pekerjaannya berhubungan dengan ke-bencana-an. Bahkan ada pula lowongan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tugas-tugas ala TIM SAR.

Disamping dua profesi di atas, aku juga melihat bahwa profesi petugas BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dan sejenisnya termasuk di dalamnya kuanggap sebagai petugas pengamat teknis lapangan seperti misalnya pengamat seismograf, cuaca, gelombang laut, pintu air, dll juga memainkan peranan yang sangat penting dalam setiap kejadian bencana. Petugas-petugas tersebut di atas pada hakikatnya merupakan orang pertama yang seharusnya mengetahui kondisi terkini guna menjadi bahan informasi yang dapat disampaikan kepada masyarakat. Petugas-petugas itulah yang menjadi ujung tombak dalam early warning system atas suatu potensi bencana. Merekalah yang menjadi rujukan utama bagi wartawan dan jurnalis sebagai bahan berita dan informasi yang selanjutnya disampaikan kepada masyarakat umum baik di area bencana maupun di luar jangkauan bencana.

Ketiga profesi di atas, menurutku merupakan 3 profesi utama yang memainkan peranan penting dalam setiap terjadinya bencana. Jika terjadi sebuah bencana, maka hampir dipastikan mereka adalah pekerja-pekerja yang boleh dikata bekerja 24 jam non-stop. Lebih dari itu, mereka selalu dituntut prima dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dan juga selalu waspada atas bahaya bencana.

Anda punya pendapat yang berbeda?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. Pingin banget ke sana. Melihat dari dekat. Selama ini hanya mendengar dan membaca beritanya dari FB. Belum beli teve juga soalnya.

  2. @Ida: hanya untuk melihat saja??
    😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: