“Tak Ada Bencana Jika Belum Ada Pemberi Peringatan”


Barusan membaca surat Asy Syu’ara’ (26). Dan aku berhenti serta memperhatikan ayat 208-209. Ayatnya patut dijadikan sebagai perenungan kita semua karena memiliki kemiripan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Dan Kami tidak Membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidan Berlaku zalim.” (Asy Syu’ara’ (26) ayat 208).

Ayat tersebut barangkali menjadi sebuah jawaban mengapa bencana dan musibah justru terjadi pada negeri-negeri yang mayoritas penduduknya kaum muslimin, bukan Negara yang sudah jelas dihuni orang-orang kafir. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia musibah demi musibah terjadi secara bergantian dari satu tempat ke tempat lainnya di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Mulai dari musibah bencana yang terbesar berupa Gempa dan Tsunami Aceh hingga letusan gunung Merapi dan Tsunami  Mentawai yang terjadi beberapa hari lalu.

Sebagaimana juga diketahui bersama, bahwa Indonesia adalah negeri dengan penduduk mayoritas muslim, bahkan Aceh merupakan negeri dengan sebutan serambi Mekah –sebutan yang mencitrakan keislaman wilayah Aceh. Namun mengapa justru di negeri-negeri inilah musibah itu terjadi.

Telah banyak kita ketahui bersama bahwa “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ruum (30): 41). Sehingga, “… jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (al Isro’ (17): 16).

Dan pada setiap musibah yang diturunkan oleh Allah kepada kita, tidak hanya berlaku pilih kasih kepada orang-orang yang zalim dan munafiq saja, sementara orang yang beriman selamat. Allah bahkan sangat jelas menyampaikan bahwa “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (al Anfal (8): 25).

Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka ayat Asy Syu’ara’ memiliki kaitan dan hubungan dengan ayat-ayat di atas. Kenapa musibah seperti ini tidak terjadi di negeri-negeri kafir? Barangkali karena di negeri mereka belum banyak orang-orang yang member peringatan dengan maksimal. Oleh karenanya, Allah menunda musibah tersebut atas mereka. Sementara di negeri-negeri muslim, pemberi peringatan sudah sangat banyak disampaikan oleh para da’i, namun para penyeru kebaikan dan pemberi peringatan tersebut justru ditangkapi oleh pemerintah, disebut sebagai teroris, dizalimi, disebut sebagai pembuat onar, dan sebutan-sebutan buruk lainnya. Maka, tak salah jika Allah justru memberikan musibah yang tiada habisnya di negeri ini hingga seluruh masyarakat dan para penguasanya menyadari bahwa apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang disebut sebagai teroris, pembuat onar, musuh demokrasi dan lain-lainnya itu salah. Wallahu a’lam.

 

 

 

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. Terkadang kita lalai…memperhatikan peringatan2 alam…

    • @Syelvia: Mungkin dan sepertinya memang demikian adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: