Memerah ASI Ke Dalam Botol


 

Alat Pompa Untuk Memerah Asi

Alat Pompa Untuk Memerah ASI (Sumber silakan di klik saja pada gambarnya)

Jujur baru beberapa waktu ini aku mengetahui bahwa tak hanya susu sapi Dan binatang lainnya saja yang bisa dan biasa diperah. Air susu ibu (ASI) pun ternyata bisa juga diperah (aku susah menemukan padanan kata yang lebih tepat Dan sopan dari kata “perah”). Ini kuketahui setelah melihat beberapa rekan sekantor yang melakukan aktivitas “pemerahan” ASI di sela-sela waktu istirahat atau di sela waktu kerja.

Setelah melakukan obrolan-obrolan Dan bertanya-tanya seputar “pemerahan” tersebut, aku baru memperoleh informasi baru tersebut (yang sebenarnya sudah lama ada). Akunya saja yang kuper. Pemerahan ASI tersebut pada dasarnya dilakukan dalam rangka untuk memberikan ASI atau ASI eksklusif kepada bayi. Bagi seorang wanita pekerja atau wanita karier, hampir mustahil menyusui bayinya secara langsung karena yang bersangkutan memiliki tuntutan untuk bekerja dari sejak pagi hingga sore bahkan malam. Sementara kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif yang seharusnya dikonsumsi oleh bayi dibanding dengan susu formula mulai banyak disadari oleh wanita-wanita karier yang telah menikah Dan memiliki seorang bayi. Dikarenakan alasan agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi kesayangan tanpa harus mengganggu kegiatan kerja sehari-harinya, maka dilakukanlah pemerahan ASI tersebut. Hal itu pula yang dilakukan oleh beberapa orang ibu muda rekan sekantorku.

Memberikan ASI kepada bayi kesayangan melalui metode “pemerahan” ASI atau ASI dalam botol (demikian juga bisa disebut) tidak semudah memerah susu seperti memerah susu sapi. Seorang ibu dapat melakukan “pemerahan” Dan memang dianjurkan untuk memerah ASI-nya sendiri. Dari beberapa informasi, setidaknya dibutuhkan beberapa persiapan sebelum melakukan pemerahan ASI. Hal yang paling penting untuk disiapkan adalah wadah untuk ASI hasil perahan. Beberapa orang menggunakan botol kaca Dan beberapa orang menggunakan botol plastik seperti Dot yang dibeli di apotik terdekat untuk menjaga kesterilannya. Persiapan kedua adalah menyiapkan alat pemerah (pompa pemerah) jika memang lebih suka menggunakan media alat pemerah. Namun jika lebih suka menggunakan cara manual, maka bisa dengan menggunakan jari tangan biasa. Persiapan ketiga adalah menyiapkan tas coller bag untuk menjaga kualitas ASI sebelum nantinya disimpan di kulkas. Jika perlu, di dalam cooler bag ditambahin es batu. Selain itu, diperlukan pula selendang atau kain lebar untuk menutupi dada saat melakukan aktivitas pemerahan agar tidak terlihat atau tetap tertutupi PD-nya. Dan yang paling penting setelah persiapan di atas adalah mempersiapkan kulkas untuk menjaga ASI tetap dingin Dan bisa dikonsumsi setelah disimpan dalam waktu yang lama. Katanya, jika tidak disimpan di dalam kulkas atau tempat bersuhu dingin ASI akan berubah memerah hingga menjadi seperti darah. Dan jika sudah demikian -katanya- sudah tidak bisa dikonsumsi sang bayi.

Metode pemerahan ASI ini sangat membantu ibu-ibu karir yang memiliki bayi yang haus ASI Dan peduli akan pemberian ASI eksklusif kepada bayinya. Susu formula bukanlah jawaban atau solusi bagi seorang wanita karir yang tak mampu menyusui atau memberkan ASI kepada anaknya secara langsung. Perkumpulan Perinatologi Indonesia atau ahli kesehatan janin dalam kandungan memberikan informasi, sakit paling fatal yang terjadi pada bayi pengkonsumsi susu formula adalah diare. “Diare 25 kali lebih sering, dan paling banyak menyebabkan kematian pada bayi,” ujar Asti Praborini (sumber). Data terakhir, di seluruh dunia ada 10 bayi meninggal tiap jam, atau sehari 240 bayi. “Itu sama saja dengan dua pesawat Boeing berisi bayi di bawah usia satu tahun jatuh tiap hari,” kata dokter Asti.

Selama sepuluh tahun bekerja di unit perawatan intensif untuk bayi di sebuah rumah sakit swasta, Asti mengaku banyak melihat bayi yang terkena radang otak, kejang, necroenterocolitis atau penyakit infeksi pencernaan penting yang paling umum pada bayi baru lahir. “Itu semua bayi yang tidak mendapat air susu ibu. Kebanyakan korban susu formula,” katanya geram.

Menurut penelitian badan makanan dunia (FAO) dan badan kesehatan sejagat (WHO) pada 2004, enterobacteriaceae yang menyusup pada susu formula bubuk menyebabkan sakit pada bayi, terutama infeksi sistemik seperti batuk-pilek, radang paru, necroenterocolitis, dan diare parah.

Gangguan sistem kekebalan tubuh akibat mengkonsumsi susu formula tersebut, menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta, Utami Roesli, dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak serta mempengaruhi dan memperberat gangguan perilakunya. Ketidakcocokan terhadap susu formula bisa disebabkan adanya reaksi simpang dalam tubuh. “Banyak gangguan organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi,” katanya. Menurut dia, susu sapi untuk anak sapi, bukan untuk bayi manusia.

Selain menimbulkan penyakit infeksi, menurut dokter Asti, kandungan natrium pada susu formula yang tinggi, 58, berbahaya-natrium di air susu ibu hanya 15. “Kalau masih bayi sudah dapat mineral yang tinggi, risiko hipertensi dan stroke setelah dewasa menjadi lebih besar,” ujar dokter yang juga berpraktek di Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, itu.

Sedangkan kandungan protein kasein pada susu formula, menurut Asti maupun Utami, menimbulkan gangguan kejiwaan. “Tak semua bayi bisa mencerna kasein, yang berat atomnya. Itu menimbulkan gangguan perilaku,” ujar Asti.

Barangkali bayi-bayi yang sejak lahir sudah terbiasa minum susu formula akan terlihat seperti perilaku anak sapi karena susu formula asalnya dari susu sapi. So, silakan memilih sendiri menjadikan putra-putri Dan bayi anda sebagai anak manusia yang tumbuh dengan ASI atau memberikannya susu formula sehingga secara tidak langsung menjadi “anak sapi” – setengah manusia. Hehehehe.

Sumber:
Diskusi dengan rekan sekantor.
Sumber 01, sumber 02, Dan sumber 03

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. Whaa ha haa… sunguh pekerjaan yang menyenankan…
    (ERRO + PERVERT mode ON)

    • @Ahsan: hmm,,, mksudnya apa nih??
      :-s

  2. Kabarnya iklan susu formula bakal di Banned, saya ikut mendukung!

    • @Semendo : kabar dr mna om semendo?
      ya baguslah, digantikan dg kampanye ASI

  3. Ehem… *batuk* *tersipu*

    Kenapa gak pake tangan biasa ya? 😆

  4. Infonya bermanfaat, saya setuju banget dengan artikelnya sist…
    kadang hal-hal seperti itu memang terlewatkan..

    mantabbb…
    keep blogging ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: