Cintailah Pasangan Anda Seperti Rokok Terakhir Di Tangan

Your Love Like One Last Cigarette

Your Love Like One Last Cigarette

Beberapa waktu ini, aku mendengar beberapa kawan di sekitarku mengalami patah hati karena putus dengan pacar mereka. Beberapa kali aku membaca berita di surat kabar dan internet, banyak pula pasangan-pasangan yang kebanyakan berlatar belakang profesi artis menghiasi berita perceraian. Dan yang lebih menyedihkan, hubungan silaturahmi diantara pasangan-pasangan tersebut pasca putus atau perceraian menjadi renggang dan saling mendiamkan.

Khusus bagi yang pacaran, aku tidak mau untuk berbicara banyak tentang kedudukan hukumnya secara agama. Telah banyak buku-buku agama yang membahas larangan berpacaran dan kali ini aku tidak ingin membahasnya lebih dalam lagi. Aku hanya merasa heran dengan kondisi mudahnya seseorang untuk memutus pacarnya untuk berganti mencari pacar lainnya atau mudahnya pasangan suami-istri menempuh jalur perceraian meskipun sudah ada kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka. Kenapa begitu mudahnya seseorang melepaskan seseorang yang pernah ia cintai dan dambakan ?

Aku teringat dengan komentar seorang kawan, “Andai saja orang itu memahami filosofis rokok terakhir?” demikian kata kawanku, Den Baguse Fadly. Filosofis rokok terakhir yang dimaksud kawanku iitu membuatku tersenyum mendengarnya. “Aha, rokok ternyata juga memiliki satu filosofi tersendiri,” pikirku. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: