Maslahat Dakwah


Maslahat Dakwah

Melanjutkan terjemahan dan kajian bacaan al Quran yang kubaca setelah sholat maghrib beberapa hari lalu (Ahad, 10 Oktober 2010), ada sebuah pelajaran penting dan sangat berharga yang kuperoleh. Tak banyak yang kubaca, hanya sepuluh ayat. Tak butuh banyak waktu juga untuk membacanya ‘sekedar’ mengharapkan pahala Allah atas setiap huruf yang kita baca. Namun, dengan sedikit meluangkan waktu tambahan beberapa menit untuk membaca terjemahan dan mencoba menyelami makna yang terkandung di dalam 10 ayat Al Quran, tentu saja akan lebih memberikan kita pencerahan dan ilmu sebagai tambahan bekal dalam berjalan menghabiskan jatah umur di dunia.

Bacaan yang kubaca kali ini masih di dalam surat An Nur. Namun kali ini yang kubaca ayat 47-57. Pelajaran besar yang kuperoleh pada sepuluh ayat ini yang paling utama adalah larangan bagi kita mengatasnamakan ke-maslahatan (kebaikan) apapun untuk menggugurkan suatu perintah atau petunjuk Allah dan Rasulullah. Pelajaran kedua adalah bahwa yang dimaksudkan dengan kemaslahatan haqiqi adalah berwujud ketaatan kepada perintah dan petunjuk Allah dan Rasulullah diikuti dengan ketakwan kepada-Nya, karena hal tersebut akan membawa kita kepada kemenangan. Sementara pelajaran besar ketiga yang dapat kuperoleh adalah bahwa selama kita mentaati petunjuk Allah dan Rasulullah, umat Islam pada suatu saat nanti akan kembali berkuasa di bumi. Keadaan umat Islam saat ini yang dipenuhi ketakutan di hampir segala penjuru dunia akan Allah gantikan dengan situasi yang aman sentosa dengan umat Islam yang memimpin peradaban dunia.
Lebih meresapi pelajaran nomor satu, bahwa kita dilarang untuk mudah-mudah mengatakan kemaslahatan hanya untuk menggugurkan suatu perintah Allah dan Rasul-Nya, dapat dibaca pelan-pelan dan dipahami dalam membaca ayat 47-49. Pada ayat tersebut, dikisahkan oleh Al Quran bahwa ada segolongan orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulullah, menyatakan ketaatan dan kepatuhan mereka kepada Allah dan Rasulullah hanya pada saat petunjuk Allah dan Rasul-Nya dirasakan memberikan kemaslahatan (kebaikan) bagi mereka. Namun jika petunjuk yang diberikan Allah dan Rasul-Nya tersebut dianggap tidak membawa kemaslahatan bagi mereka, maka mereka enggan menggunakan petunjuk Allah dan Rasul.

Pada masa sekarang ini, aku melihat begitu banyak orang mengaku beriman dan bertakwa, mengaku sebagai ulama, mengaku sebagai kyai, mengaku sebagai ustadz, mengaku sebagai partai Islam, mengaku sebagai golongan penegak dakwah, dan sebutan-sebutan baik lainnya. Dan terlalu sering golongan-golongan tersebut dengan ringan mengucapkan sebuah alasan “demi kemaslahatan dakwah”, “demi kemaslahatan umat”, “demi kemaslahatan bangsa”, dan alasan-alasan kemaslahatan-kemaslahatan yang lain sebagai jawaban untuk ‘menunda’ atau justru menggugurkan perintah Al Quran saat didesak untuk menyuarakan penegakan tahkim dengan petunjuk Allah dan Rasulullah (Al Quran dan sunnah). Semangat penegakan syariat Islam (hukum Allah) digugurkan (sementara) demi alasan kemaslahatan dakwah.

Setelah membaca ayat 47 surat an Nur, maka aku menjadi tidak terlalu kaget dengan kondisi orang-orang yang mengaku beriman seperti kugambarkan di atas tersebut karena ternyata Al Quran telah membahas sejak dulu tentang sikap-sikap orang-orang yang mengaku beriman tersebut.

Apakah mereka memang benar-benar orang yang beriman atau yang mengaku beriman saja? Maka Allah menegaskan pada ayat 51 (ayat berikutnya setelah pembahasan di atas) dengan ucapan, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Jadi, masihkan golongan orang-orang yang mengatakan alasan “kemaslahatan dakwah” di atas tergolong orang-orang yang benar-benar beriman?

Melanjutkan pada pelajaran kedua dan ketiga, menurutku kedua pelajaran di atas memiliki keterhubungan yang sangat erat satu sama lainnya. Bahkan juga sangat terkait dengan pelajaran pertama. Pada pelajaran kedua, intinya kemenangan berpangkal kepada ketaatan pada petunjuk Allah dan Rasul (Al Quran dan sunnah). Dihubungkan dengan pelajaran ketiga dan pertama, maka dapat disimpulkan bahwa untuk meraih kemenangan umat Islam sehingga mampu berkuasa demi terciptanya bumi yang aman dan sentosa, maka umat Islam harus senantiasa mentaati petunjuk Al Quran dan sunnah, terutama salah satunya adalah ketaatan dalam ber-tahkim (berhukum) dengan Al Quran dan sunnah. So, masihkah kita menjadikan alasan “kemaslahatan dakwah” lebih utama daripada petunjuk Allah dan Rasulullah? Wallahu a’lam.
Silakan kawan-kawan merujuk (me-refer) kembali kepada ayat-ayat tersebut di atas untuk lebih lanjutnya. Mohon koreksinya jika ada salah-salah.

Terjemahan lengkap An Nur 47-57:
Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami mentaati (keduanya)” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka bukanlah orang-orang yang beriman.
Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.
Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.
Apakah ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau karena mereka ragu-ragu ataukah karena takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: “Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) keta’atan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Katakanlah: Ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sunguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, setelah merka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Janganlah kamu kira bahwa orang-orang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka di (akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tampat kemabali itu.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: