Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?


 

 

Sekedar Ilustrasi

Sekedar Ilustrasi

 

Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?

Melanjutkan bacaan al Quran sebelumnya yang dibaca setelah sholat, aku kembali diingatkan oleh Allah melalui bacaan surat An Nur ayat 19-28. Dari sepuluh ayat yang kubaca tersebut, aku memperoleh pengingatan pelajaran yang sangat penting atas beberapa poin. Bukan pelajaran baru sih memang, tetapi memang pelajaran atau ilmu itu seharusnya selalu diulang-ulang agar selalu ingat serta diamalkan pada intinya.

Beberapa pelajaran dari bacaan ayat Al Quran singkat tersebut antara lain:

Pertama, kita sebagai orang Islam dan mukmin dilarang untuk menuduh wanita-wanita yang baik (tentunya juga laki-laki yang baik_pen) berbuat zina jika tidak mampu mendatangkan empat (4) orang saksi. Demikian pesan dari ayat 23 surat An Nur.

Kedua, segala hal yang kita lakukan dan kita ucapkan di dunia, pasti akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir. Pada hari itu, lidah, tangan, dan kaki kita akan menjadi saksi atas setiap hal yang kita lakukan. Yang ini tersurat dan tersirat dalam surat An Nur ayat 24.

Ketiga, bahwa wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji. Pengertian wanita keji dan baik di sini seringkali diartikan secara umum dengan wanita/laki-laki yang buruk akhlak. Namun jika kita membaca ayat-ayat pada surat an Nur sebelumnya, pengertian wanita / laki-laki keji tersebut lebih terarahkan kepada wanita / laki-laki yang berzina (pezina). Artinya, jika pengertian wanita / laki-laki keji diartikan dengan semata-mata sekedar wanita kurang menjaga hijab, jilbab, atau akhlak, maka boleh jadi kita telah berlebihan dalam menilai. Bahkan dalam keadaan tertentu, bisa jadi kita terjatuh dalam pelajaran pertama, yaitu menganggap buruk dan keji terhadap wanita yang sebenarnya baik. Surat An Nur ayat 26.

Keempat, Islam telah memberikan pedoman dan panduan bagi manusia dalam bertamu. Islam mengajarkan agar orang-orang yang bertamu meminta izin dan mengucap salam terlebih dahulu kepada penghuni rumah. Jika kita belum memperoleh izin untuk masuk, maka kita dilarang untuk masuk. Bahkan jika penghuni rumah meminta kita kembali atau menolak kedatangan kita untuk bertamu pun, kita sebaiknya tidak tersinggung dan ikhlas menerima untuk kembali pulang ke rumah. Demikianlah Al Quran mengajarkan adab dalam bertamu yang kubaca dari surat An Nur ayat 27-28.

Pada pelajaran pertama hingga ketiga, aku menjadi ingat akan nasehat banyak kawan yang kurang lebih isinya, “Ingatlah, lelaki yang baik akan memperoleh wanita yang baik, dan wanita yang buruk akan memperoleh lelaki yang buruk,” demikian aku seringkali memperoleh tausiyah. Selanjutnya, muncul pengertian-pengertian dari kawan-kawan tersebut bahwa laki-laki yang baik itu adalah laki-laki yang sholeh. Begitu juga yang dimaksud dengan wanita yang baik adalah wanita yang sholihah.

Lebih sempit lagi, pengertian dalam isi nasehat tersebut diartikan secara terbalik. Jika seseorang (laki-laki) memperoleh jodoh orang yang selama ini dikenal wanita yang tidak sholihah, maka sebenarnya laki-laki tersebut adalah laki-laki yang tidak sholih. Masya Allah, astaghfirullahal ‘azhim. Contoh konkretnya misalnya begini, ada seorang laki-laki yang dikenal sholih di lingkungan masyarakat. Sejak SD hingga sebelum menikah, dia dikenal sebagai sosok pribadi yang sopan, santun, pintar, cerdas, sholih, berbakti kepada orangtua, wawasan islamnya luas, pergaulannya terjaga, dan terakhir dia juga seorang hafidz. Dengan profil yang sedemikian hebatnya, banyak para muslimah kawan-kawannya yang jatuh hati kepadanya. Namun para muslimah yang dikenal kesehariannya dengan sebutan para “akhwat” tersebut harus gigit jari. Sang laki-laki tersebut kisahnya memperoleh istri seorang wanita yang selama ini dikenal sebagai seorang muslimah yang biasa saja dan tidak biasa dipanggil “akhwat”.

Wanita yang diperistri laki-laki sholih tersebut hanyalah wanita biasa yang selama ini dikenal kurang menjaga hijab. Pergaulannya di masa remaja dan menjelang pernikahan boleh dibilang tak jauh berbeda dengan pergaulan wanita-wanita kebanyakan. Pergaulannya dengan pria (lawan jenis), berlangsung biasa. Pakaian kesehariannya pun tidak seperti para ‘akhwat’. Ia tidak mengenakan jilbab yang lebar atau mengenakan cadar. Ia hanya mengenakan kerudung biasa yang berukuran kecil sesuai mode. Celana panjang pun sering ia kenakan jika ia kuliah.

Sekilas, banyak para akhwat yang kecewa mengapa orang sholih secerdas dan sebaik laki-laki di atas tersebut ‘hanya’ memperoleh jodoh seorang wanita seperti itu, wanita yang dianggap bukan wanita baik. Satu kesalahan pun terjadi. Sebagian mereka pun mulai ada prasangka buruk dengan menganggap sang laki-laki tersebut mungkin sebetulnya bukan laki-laki yang baik. Mereka berdalih menggunakan dalil bahwa “wanita yang buruk akan memperoleh laki-laki yang buruk pula”. Dua kesalahan pun terjadi dalam satu watu. Pertama menganggap laki-laki tersebut sebagai laki-laki yang buruk / keji. Kedua, menganggap wanita nya pun juga sama, buruk. Masya Allah. Astaghfirullahal ‘azhim.

Sekali lagi, dari membaca surat An Nur ayat pertama, kedua dan seterusnya, pengertian wanita buruk / keji yang dimaksud di dalam surat tersebut pada dasarnya adalah wanita pezina (laki-laki pezina). Ayat tersebut pun memiliki kaitan dengan ayat perihal Menuduh wanita yang baik sebagai wanita keji. Artinya, jika kita menganggap seseorang wanita / laki-laki berpredikat keji, secara tidak langsung kita menganggapnya sebagai wanita pezina. Dan karena kita menuduh seorang wanita yang baik tersebut, kita bisa terancam laknat Allah di dunia dan di akhirat.

Al Quran telah mengajarkan kepada kita untuk bersikap seimbang dan tidak berlebihan. Demikianlah  beberapa pelajaran yang dapat kupetik dari sedikit bacaan al Quran tersebut. Mohon koreksinya jika terdapat kekeliruan. Wallahu a’lam.

An Nur, ayat 22-28:

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kaum kerabatnya, orang-orang yang miskin dan orang-orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

Pada hari ketika, lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah Yang Maha Besar, lagi Maha menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula). Mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminat izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu ingat.

Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapatkan izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih baik bagimu. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

13 Tanggapan

  1. Ada yang bilang bahwa laki-laki yang baik untuk wanita baik” itu adalah kelak di surga. Kerana jaman dulu juga sudah ada yang mencontohkan tu. Asiyah wanita beriman, sholehah, tetapi suaminya raja kafir, Fir’aun.

    Wallahua’lam…

    • @Ida: yup.
      wallahu’alam

    • Ayat tersebut benar adanya dan harus diimani dengan sepenuh hati. Tentu hal tersebut berlaku kalau kita melakukan segala prosesnya dengan sesuai syariah. Ada lelaki baik yang mendapatkan perempuan kurang baik begitu pula sebaliknya, ini bisa jadi disebabkan proses mendapatkan jodohnya yang tidak sesuai syariah. Btw ada artikel senada dengan tulisan ini yang mungkin bisa mengsinpirasi. http:samarakita.net/2012/03/13/belajar-menjadi-suami-sholeh/

  2. Ini pelajaran buat saya, Mas. 🙂

    Makasih banyak. 😳

    • @Ida: Juga pelajaran bg saya Sop..
      sama2…

  3. tfs…
    refresh ilmu bahkan membuka pemahaman baru bagiku…
    wanita /laki2 keji= wanita /laki2 pezina….

    mngkn kalo sholih dpt sholihah dilihat dr se-kufu’-nya….

    kisah riil>hmm…mngkin itu bs jd jln dakwah buat si istri shg dia mjd sosok yg lbh baik lg…ladang amal buat si suami yg membimbingnya…jalan kebaikan bagi keduanya…brsama2 menuju Jannah-Nya.
    Hafizh g hrs dpt Hafizhoh..(berarti q msh brpeluang donk dpt hafizh…..heehhehe)

    • @Fitroh: sy belum membahas lebih lanjut ttg sekufu’

      kpn2 klo pas mbaca bs dibahas lebih lanjut..

      terserah mau dpt hafiz atau tidak..
      yg penting dpt yg sholih,,
      krn hafidz blm tentu sholih

      • okay….ditunggu pembahasan selanjutnya…

        begitu ya???
        Mudah-mudahan diberi jodoh yang sholih yang dapat membimbing menuju ketaatan pada-Nya…aamiin…^_^

  4. maaf, jika pendapat saya , lain…….
    setiap insan yang hidup di Dunia menpunyai satu tuan yaitu TUAHAN YANG MAHA ESA. maka ;
    Setiap lelaki dan Wanita semuanya adalah karya dan Ciptaan yang ilahi.
    jika seorang lelaki/seorang Wanita yang tidak Becus,,,,,,.
    mari kita bina,,,,,, pasti akan baik,,,,.
    BINATA BUAS AJA JIKA DIPELIHARA SUATU SAAT AKAN BERSAHABAT……..apa lagi manusia yang memiliki akal dan pikiran……………………ingat :
    1. jangan engkau membenci lawanmu, tapi sayanginlah lawawnmu suatu saat anda akan melihat kelebihanmu sendiri.
    salam.
    Jeronimo for your……!!!!!!!!!

    • @Jeronimo: pernyataan anda ada benarnya

      tp sepertinya anda tidak membaca seutuhnya tulisan ini dan sy jg g paham dg mksud komentar anda

  5. Ulasan nya bagus, tapi ya betul Wallahua’lam…:)

    • @Maminx: hahahahaha

  6. baru tahu kalo yg dimaksud ternyata begitu…dilanjut pembahasan ttg “sekufu” donk…
    thnx for sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: