“Tak Ada Bencana Jika Belum Ada Pemberi Peringatan”

Barusan membaca surat Asy Syu’ara’ (26). Dan aku berhenti serta memperhatikan ayat 208-209. Ayatnya patut dijadikan sebagai perenungan kita semua karena memiliki kemiripan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Dan Kami tidak Membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidan Berlaku zalim.” (Asy Syu’ara’ (26) ayat 208).

Ayat tersebut barangkali menjadi sebuah jawaban mengapa bencana dan musibah justru terjadi pada negeri-negeri yang mayoritas penduduknya kaum muslimin, bukan Negara yang sudah jelas dihuni orang-orang kafir. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia musibah demi musibah terjadi secara bergantian dari satu tempat ke tempat lainnya di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Mulai dari musibah bencana yang terbesar berupa Gempa dan Tsunami Aceh hingga letusan gunung Merapi dan Tsunami  Mentawai yang terjadi beberapa hari lalu. Baca lebih lanjut

Memerah ASI Ke Dalam Botol

 

Alat Pompa Untuk Memerah Asi

Alat Pompa Untuk Memerah ASI (Sumber silakan di klik saja pada gambarnya)

Jujur baru beberapa waktu ini aku mengetahui bahwa tak hanya susu sapi Dan binatang lainnya saja yang bisa dan biasa diperah. Air susu ibu (ASI) pun ternyata bisa juga diperah (aku susah menemukan padanan kata yang lebih tepat Dan sopan dari kata “perah”). Ini kuketahui setelah melihat beberapa rekan sekantor yang melakukan aktivitas “pemerahan” ASI di sela-sela waktu istirahat atau di sela waktu kerja.

Setelah melakukan obrolan-obrolan Dan bertanya-tanya seputar “pemerahan” tersebut, aku baru memperoleh informasi baru tersebut (yang sebenarnya sudah lama ada). Akunya saja yang kuper. Pemerahan ASI tersebut pada dasarnya dilakukan dalam rangka untuk memberikan ASI atau ASI eksklusif kepada bayi. Bagi seorang wanita pekerja atau wanita karier, hampir mustahil menyusui bayinya secara langsung karena yang bersangkutan memiliki tuntutan untuk bekerja dari sejak pagi hingga sore bahkan malam. Sementara kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif yang seharusnya dikonsumsi oleh bayi dibanding dengan susu formula mulai banyak disadari oleh wanita-wanita karier yang telah menikah Dan memiliki seorang bayi. Dikarenakan alasan agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi kesayangan tanpa harus mengganggu kegiatan kerja sehari-harinya, maka dilakukanlah pemerahan ASI tersebut. Hal itu pula yang dilakukan oleh beberapa orang ibu muda rekan sekantorku. Baca lebih lanjut

Rekor Statistik Pengunjung Blog

Rekor Baru Kunjungan WP

Rekor Baru Kunjungan WP

Rekor Statistik Pengunjung

25 Oktober 2010 lalu, rekor pengunjung blog Ahmed Fikreatif mencatat rekor tertinggi sepanjang perjalanan di dunia per-blog-an. Hasil tinjauan statistik WP menunjukkan bahwa data views Blog Ahmed Fikreatif tanggal 25 Oktober 2010 sebanyak 408 views. Statistik angka ini merupakan statistik angka tertinggi bagi blog Ahmed Fikreatif.

Sebetulnya, banyak sedikitnya kunjungan atau padatnya traffic blog pada blog Ahmed Fikreatif bukan tujuan utama blog Ahmed Fikreatif. Tujuan utama pembuatan blog Ahmed Fikreatif adalah sebagai media nulis aja. Media opini yang dibuat dalam persepsi subjektif murni sang pemilik blog. Namun, jika ternyata hasil karya tulisan itu dilihat dan dibaca oleh banyak orang, hal itu merupakan tambahan hadiah saja. Artinya, syukur alhamdulillah tulisan yang ada dalam blog ini bisa memberikan sedikit manfaat. Semoga saja.

Dan jika memang blog Ahmed Fikreatif memberikan banyak informasi, opini, pendapat, dan manfaat yang banyak, aku berharap agar semakin banyak lagi orang / netter / blogger melihat dan membaca blog Ahmed Fikreatif. Dengan demikian, aku juga berharap kemanfaatan itu menjadi kebaikan yang tersebar kemana-mana. Namun jika sebaliknya, blog ini memberikan ke-madharat-an, maka aku justru berharap agar blog Ahmed Fikreatif dikunjungi sedikit orang saja agar aku terhindar dari indikasi menebar ke-madharat-an yang bisa berimbas pada timbangan amalku. Baca lebih lanjut

Selamatkan Indonesia dari Bencana

Selamatkan Indonesia

Pada saat hampir yang bersamaan terjadi beberapa bencana alam dan musibah di beberapa wilayah Indonesia. Pertama, letusan gunung Merapi di perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 26 Oktober 2010. Kedua, gempa bumi yang diikuti dengan gelombang tsunami di kepulauan Mentawai pada tanggal yang sama. Sebelumnya, terjadi kecelakaan Kereta Api minimal 3 kali dalam waktu tak lebih dari sebulan; kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Singapura serta Malaysia karena kebakaran hutan di Sumatra; banjir yang menggenangi beberapa kota antara lain DKI Jakarta; dan hujan disertai angin ribut serta badai memporakporandakan beberapa kota; merupakan kejadian-kejadian luar biasa yang patut kita renungi bersama-sama.

Banyak orang menilai, apa yang semua terjadi itu merupakan ujian bagi seluruh bangsa Indonesia. Betulkah demikian? Dengan begitu banyaknya bencana dan kejadian-kejadian luar biasa di negeri ini dan tak kunjung selesai bahkan terkesan estafet itu masihkah kita menganggap dan mengklaim diri kita sebagai orang-orang beriman yang layak untuk memperoleh ujian-ujian dari Allah? Atau justru sebaliknya, kejadian-kejadian dan bencana yang hampir tak pernah berhenti menerpa negeri ini merupakan siksa dan azab bagi seluruh masyarakat negeri ini karena kita semua adalah orang-orang pendosa dan dzalim yang sangat layak untuk diberikan peringatan keras dari Allah?

Barangkali kita perlu sejenak mendengarkan syair Salman Al Jugjawy (a.k.a Sakti eks SO7) berikut ini tentang bagaimana dia menyikapi bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini dengan potongan-potongan video tsunami dan erupsi gunung Merapi. Baca lebih lanjut

Sumpah Pemuda: Wahai Pemuda, Nyalakan Semangatmu !!

 

Sekitar 82 tahun lampau, ratusan pemuda dari beraneka latar belakang suku, dan daerah berkumpul di sebuah bangunan di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat, sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong. Pada rapat penutup di c di Jalan Kramat Raya 106 itu, para pemuda yang hadir mengucapkan suatu Sumpah Setia yang dikemudian hari dikenal dengan Sumpah Pemuda.

 

Sumpah Setia itu merupakan hasil rumusan Kongres Pemuda Kedua yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres Pemuda Kedua itu konon merupakan respon dan reaksi para pemuda atas Kongres Pertama di tahun 1926.

 

Dalam catatan sejarah, disebutkan bahwa ormas pemuda memboikot kongres tahun 1926 karena ditumpangi kepentingan Zionis atau Freemasonry dan Belanda. Lokasi Konggres Pertama yang berada di loge Broederkaten di Vrijmetselarijweg dan peran Theosofische Vereeniging (TV) sebagai penyandang dana Kongres Pemuda I (1926) itulah yang kemudian menjadikan para pemuda memboikot kongres (lihat: Jejak Sejarah Yahudi di Indonesia, Ridwan Saidi). Isi Sumpah Pemuda versi orisinal tersebut adalah

[1]:

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Demikian isi Sumpah Pemuda yang merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, yang dibacakan pada 28 Oktober 1928. Selanjutnya, tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.

Baca lebih lanjut

Menjadikan Internet Media Dakwah

Semua penulis akan mati.
Hanya karyanyalah yang akan abadi.
Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan
dirimu di akhirat nanti.
(Ali bin Abi Thalib)

Masihkah anda menganggap bahwa teknologi itu hanya milik orang kafir yang harus dijauhi?

Perkembaangan Internet sungguh sangat luar biasa pesatnya. Sepuluh tahun silam, mungkin Internet masih belum dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan di daerah perkotaan sekalipun. Ini bisa kita saksikan dari data Internet user di Indonesia pada tahun 2000 yang hanya 2 juta dari total populasi 200 juta. Sembilan tahun kemudian, jumlah dua juta ini kini meroket tajam menjadi 25 juta penduduk Indonesia yang melek internet dan menjadi pengguna internet (data terakhir dari wordlstats). Dari hanya 2 juta orang ternyata pertumbuhannya langsung meroket sedemikian cepatnya dalam kurun waktu yang cepat pula. Saat ini, Indonesia tercatat menjadi negara dengan pengguna internet nomor 15 terbesar di dunia. (sumber: internetworldstats.com)[1]

Dan karena inilah, maka Indonesia masuk dalam jajaran 5 besar negara pengguna internet terbesar di Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Dari sepuluh besar pengguna internet terbesar di Asia, ternyata hanya 3 negara berpenduduk Islam saja yang masuk 10 besar. Mereka adalah Indonesia (ranking 5), Pakistan (rangking 8), dan Malaysia (9). Baca lebih lanjut

Pemandangan Jalur Kereta Bandung – Jakarta

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta saat siang hari di kala langit masih terang menggunakan transportasi Kereta Api bagiku cukup mengasyikkan. Cukup mengasyikkan karena sepanjang perjalanan, mata kita dimanjakan dengan pemandangan sawah yang menghijau membentang luas menyegarkan mata. Terlebih setelah memasuki kawasan perbukitan setelah melewati Stasiun Cikampek. Mataku enggan berkedip menyaksikan pemandangan bukit-bukit dan lembah di sisi jalur kereta. Inilah salah satu daya tarik perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan transportasi kereta api.

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya. Salah satu kekurangan menempuh perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan kereta api adalah lambatnya kecepatan kereta karena rute rel yang ditempuh dan dilalui berkelok-kelok dan rawan akan anjlok. Sudah terlampau sering kereta yang melewatu jalur Bandung – Jakarta mengalami anjlok sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan para penumpang sehingga kini masyarakat (sejak dibukanya Tol Cipularang) memiliki alternatif pilihan jalur transportasi darat.

Sebagai oleh-oleh, berikut pemandangan yang berhasil kupotret di sepanjang jalur kereta api Bandung – Jakarta. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: