Jakarta H+5 Lebaran


Jakarta H+5

Rabu, 15 Agustus 2010 Pukul 08.00 WIB, aku sampai di Stasiun Pasar Senen dalam keadaan perut keroncongan kosong belum terisi sejak pukul 17.00 WIB. Sementara, pagi itu aku harus segera menuju kantor kendatipun sudah dipastikan terlambat karena toleransi waktu masuk kantor adalah pukul 08.00 WIB. Setelah sampai kos, aku langsung ambil gayung, sabun dan sikat gigi berikut pasta gigi bermandi ria menyegarkan badan sebelum berangkat ke kantor. Setelah berpakaian cukup rapi aku langsung menyegerakan berangkat kantor, Barang-barang bawaan belum sempat kubongkar.

Sampai di kantor sekitar pukul 09.30 WIB, baru kusadari perutku mulai berteriak minta aliran logistik. Logikaku pun juga mulai berfikir tidak logis. Otakku mengusulkan agar aku mencari asupan dan aliran logistik agar bisa mendukungnya berfikir logika dengan baik. Aku membenarkan perintah otakku. Ruang kantin adalah tujuan awalku setelah absen, dan salam-salaman dengan atasan dan rekan-rekan kerja. “Arrgghh.. ****,” dalam hati aku sedikit mengumpat. Kantin masih tutup. Sedianya kantin akan mulai buka hari Senin tanggal 20 September 2010. “Lha aku makan dimana nih?”

Selanjutnya, aku mohon izin atasan untuk sarapan di luar kantor. Tujuan paling dekat dan banyak pilihan adalah stasiun. Di sini banyak menu-menu sarapan yang bisa ku pilih sesuai selera. Ternyata separo lebih warung makan di stasiun masih tutup. Aku memesan nasi, sayur mbayung, tempe dan ikan tongkol, serta sambal dibungkus untuk disantap di ruang kantor. Uang Rp. 7.000,- cukup untuk menu nikmat sederhana ini.

***

Pukul 19.30 WIB di kos. Perutku sudah mulai keroncongan minta diisi kembali. Aku ternyata belum makan malam. Setengah jam berjalan di sekeliling kos, tak ada warug yang jualan nasi. Sekalinya ada yang jual, ia jual sate. Di sampingnya ada seorang penjual nasi goreng dengan gerobaknya. “Aku tak terlalu suka nasi goreng. Kali ini, sate bukan pilihan yang bisa mengobati rasa laparku. Sedang tidak cocok dengan kondisi perut,” kataku dalam hati.

Warung pecel dan ayam goreng di ujung gang masih tutup. Warung Lamongan di depan Bank Mandiri juga masih tutup. Warung Tegal di sebelah selatan jalan juga masih rapat menutup tirai. Huft. Kuurungkan niatku makan malam. “Aku masak mie saja lah. Hangat dan kenyang. Jika kurang sedikit, bisa nambah roti untuk nambah kenyang.”

***

Sepekan pasca lebaran, situasi dan kondisi Jakarta (spesifik di dekat kos dan kantor) masih terbilang sepi untuk ukuran Jakarta. Jalanan cukup sepi. Menyeberang jalan pun tidak terlalu sulit. Namun, situasi ke-logistik-an boleh dikata juga ikutan sepi. Mau nyari tempat makan lumayan susah. Aku harus berjalan lebih jauh dari biasanya. Otomatis, pilihan warung makan pun tidak variatif seperti biasanya. Sedikit banyak, terhambatnya asupan logistik dan gizi ke dalam tubuh cukup menghambat proses kerja otak dan logika. Dan pengaruhnya, kerja juga kurang bisa optimal. Untungnya, kerjaan di hari-hari awal bulan Syawal ini masih sepi.

Situasi Jakarta yang sepi di satu sisi cukup menyenangkan juga. Namun di sisi lain, juga kurang mengasyikkan. Meskipun kasuistis. Overall, aku lebih suka suasana Jakarta yang sepi seperti hari-hari ini dibanding hari-hari biasanya. Jika memang ibukota dipindah dari kota sesak Jakarta ini, maka aku termasuk salah satu orang yang paling setuju dengan berbagai pertimbangan yang tidak bisa diungkapkan di sini.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: