Kaya Dengan Memberi


Tempo hari, saat aku pergi ke desa kelahiranku yang masuk wilayah Kabupaten Boyolali untuk bersilaturahmi bersama keluarga besar dalam rangka libur lebaran, banyak peristiwa-peristiwa dan pelajaran-pelajaran yang kupetik di sana. Salah satunya adalah saat rumah simbah kedatangan tamu yang masih kerabat jauh kami. Sebutlah namanya pakdhe Sutrisno.

Pakdhe Sutrisno sekarang tinggal di Cikarang-Jakarta. Di sana, ia bekerja di sebuah perusahaan otomotif dengan bekal ijazah SMA nya. Ia sudah tinggal dan bekerja di sana selama 7 tahun lebih. Ia pun telah memiliki istri pendamping sejak tahun 2006. Atas kerja keras dan rahmat Allah, pakdhe mampu membeli sebuah rumah meskipun secara kredit yang hamper lunas 3 tahun lagi. Namun sayangnya, pasangan itu belum dianugerahi kado buah hati oleh Allah.

Dulu –menurut cerita dari simbah-, pakdhe Sutrisno dan saudara-saudaranya tidak pernah memperoleh perhatian yang lebih dari kedua orang tuanya. Setelah lulus SMA, pakdhe dan saudara-saudarinya dibiarkan begitu saja untuk bisa hidup dan mencari rejeki. Sukses atau tidak seolah-olah tidak terlalu dipermasalahkan oleh ortu pakdhe. Namun demikian, bukan berarti pakdhe Sutrisno tidak menghormati dan menyayangi orangtuanya karena tidak diperhatikan. Justru sebaliknya. Meskipun pakdhe Sutrisno secara materi tidak terlalu sukses, pakdhe ternyata masih saying kepada orangtuanya.

Kasih sayang pakdhe itu terlihat dari pemberian sejumlah uang pakdhe kepada orangtuanya ketika ortunya berangkat haji. Dan selepas haji, ketika uangnya dikembalikan kepada pakdhe, pakdhe enggan menerimanya pengembalian itu. Dengan halus, pakdhe menolak pengembalian uang dari orangtuanya.

Keteladanan lain yang ditunjukkan pakdhe terlihat dalam sisi lain. Sewaktu ditanya tentang rahasia bagaimana kok bisa dengan gaji yang masih mepet namun pakdhe bisa membeli rumah –meskipun dengan kredit- di Jakarta, pakdhe bingung hendak menjawab gimana. Ia hanya menjawab, “Rahasianya adalah bahwa dalam setiap rejeki yang diberikan Allah sebagian saya sisihkan untuk orang lain.” Sebuah jawaban sederhana yang luas maknanya.

Semoga memberikan kisah pendek yang dapat diambil hikmah dan ibrohnya.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua dalam berperilaku setiap hari…

  2. @Is: amiiiiiiiiin
    semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: