Kado Kesedihan Yang Hinggap Di Setiap Lebaran


Sumber Klik Saja Pada Gambar

Seharusnya, lebaran menjadi hari yang membahagiakan. Namun realitanya, tidak setiap orang merasakan kebahagiaan secara personal. Di tengah-tengah kebahagiaan merampungkan puasa Romadhon selama 1 bulan dan keindahan berkumpul bersama keluarga serta kenikmatan memetik hasil ‘pembakaran’ menjadi pribadi yang bertakwa, ada saja beberapa kisah kesedihan yang menjadi kado tak diharapkan oleh beberapa orang. Kisah tabrakan saat mudik misalnya, menjadi sebuah contoh kado yang tak pernah diharapkan oleh siapapun juga. Dan siapapun juga pasti tidak mau menerima kado kesedihan apapun bentuknya apalagi di hari yang istimewa. Namun hal itu terjadi pada seorang kawan, sebutlah namanya Rizal.

Selama tiga tahun terakhir,  Rizal selalu saja menerima sebuah kado kesedihan di tengah-tengah kebahagiaan di hari lebaran. Apakah sebuah kebetulan semata atau sebuah pelajaran yang seharusnya Rizal petik. Yang lebih membuat heran, kesedihan Rizal selalu berhubungan dengan urusan hati.

Tahun 2008  misalnya, di tengah-tengah kebahagiaan merampungkan skripsi dan lulus dari sarjana serta kegembiraan di hari lebaran, Rizal harus menghadapi sebuah kenyataan untuk melepas niatnya menikahi seorang wanita karena orangtua Rizal tidak merestui. Bahkan lebih dari itu,  Rizal diancam didiamkan serta tidak diridhoi seumur hidup (dunia akhirat). Karena ancaman yang berat serta tidak adanya restu ortu itu,  Rizal harus menerima kado kesedihan itu. Tiga bulan berselang tak mudah baginya untuk melupakan kesedihan itu hingga akhirnya  Rizal mulai belajar tentang ikhlas dan mengikhlaskan.

Satu tahun kemudian di tahun 2009, kejadian yang sama kembali terulang. Singkatnya, setelah  Rizal mampu melepas diri dari kesedihan di tahun 2008 itu,  Rizal ditakdirkan bertemu dengan seorang kawan lamanya. Beberapa waktu berkomunikasi, singkatnya si wanita meminta  Rizal untuk istikhoroh. Selanjutnya, selama bulan romadhon,  Rizal mencoba memohon petunjuk Allah. Namun sayangnya kejadian tahun 2008 terulang. Di malam lebaran,  Rizal memperoleh pernyataan dari dia (wanita_red) bahwa sepertinya mereka tidak memiliki kecocokan satu sama lain setelah sempat ada percekcokan pada malam sebelumnya di line telepon.

Dan kini di tahun 2010, kejadian itu berulang kembali. Kado kesedihan masih belum beranjak dari lebaran. Seorang perempuan yang tengah dijajaki Rizal untuk menjadi pendamping hidupnya mengungkapkan pilihannya untuk orang lain setelah berbulan-bulan keduanya menjalin komunikasi hingga sempat merasakan ada kecocokan dan sebuah perasaan serta visi yang sama. Pernikahan. Cukup menyesakkan dada memang. Namun demikianlah yang terjadi. Dan suka atau tidak suka, Rizal harus melaluinya.

Kado-kado kesedihan yang diterima Rizal setiap hari lebaran itu tidak terjadi serta merta begitu saja. Semuanya selalu melalui sebuah proses permohonan petunjuk yang dilakukan oleh Rizal kepada Allah pada bulan Romadhon. Pada tahun 2008 misalnya, setiap malam Rizal rutin melaksanakan sholat istikhoroh memohon kemantapan dan petunjuk Allah. Di tahun 2009, istikhoroh dan doa-doa senantiasa terucap melalui lisan Rizal di penghujung malam di waktu sahur demi memohon petunjuk Allah. Kemudian pada Romadhon tahun 2010 ini, Rizal juga telah menyiapkan sebaik mungkin bulan Romadhon untuk memohon kemantapan dan petunjuk Allah. Rizal memohon kepada Allah agar memilihkan jawaban untuk dirinya. Sejak hari pertama, ia lebih mendekatkan diri kepada Allah. Sholat tarawih ia kerjakan setiap malam. TIlawah Al Quran ia lisankan. Dan pada 10 hari terakhir (khususnya di malam ganjil) Rizal semakin teguh untuk melakukan I’tikaf meskipun keesokan harinya harus masuk kantor untuk bekerja. Setiap malam, Rizal menyisihkan waktu 1 jam untuk tidur dan selebihnya ia habiskan untuk bermunajat. Dzikir, doa, sholat, tilawah, dan amalan sunah lain ia tunaikan demi memohon petunjuk dari Sang Maha Pemberi Petunjuk. Puncaknya, Rizal sempat menyangka bahwa perasaan nyaman dan kesan menyenangkan saat berpisah dengan Romadhon itu adalah jawaban kemantapan hati serta petunjuk Allah atas pilihannya. Ia menyangka hal itu akan berlanjut dengan kemantapan hati nya memilih wanita yang tengah menghuni hatinya. Ternyata  Rizal salah.  Rizal justru harus kembali menerima kado kesedihan itu. Mungkin jauh lebih pedih daripada tahun-tahun sebelumnya. Hanya Rizal dan Allah yang tahu.

Rizal pernah berkisah betapa ia tidak habis pikir kenapa kado kesedihan itu selalu ia terima pada hari lebaran, hari yang penuh sukacita. Setidaknya tiga tahun terakhir ini  Rizal sudah menerimanya.  Rizal serasa tak percaya dengan fakta kejadian ini. Entah  Rizal harus sedih atau tersenyum kecut. Begitulah adanya. Lebaran telah menjadi momen kesedihannya yang mendalam yang berulang setiap tahun. Entah sampai kapan. Namun Rizal tak boleh larut dalam kesedihan itu.  Rizal harus menjalani hidup ini dengan ikhlas dan selalu tersenyum meski dalam kesedihan. Barangkali kado-kado kesedihan itu justru merupakan sebuah bentuk jawaban dari Allah kepadanya. Sebuah bentuk cara Allah memilihkan untuk Rizal seorang pendamping yang baik dan tepat untuknya. Seorang Khayratun Hisan (bidadari yang baik dan suci). Namun yang jelas, Rizal harus berintrosepksi dan senantiasa bermuhasabah. Rizal harus selalu tersenyum. Wallahu a’lam.

NB: Sebuah kisah fakta yang terjadi pada Rizal. Semoga Rizal tergolong kelompok Rojulun Sholih. Amin.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. laa tahzan wa laa takhof.. 🙂

    • @Aqeela: insya Allah Qee….

  2. aamiin…
    Buat Rizal:Sabar,zal..!!!
    cup..cup..jangan nangis…!!!*ngenengngeneng.com

    biasanya,,,
    sesuatu yg sangat berharga,jalan mendapatkannya tak mudah…*sotoy.com

    Semoga di lebaran berikutnya kado kesedihan itu tak ada lg dan telah tergantikan oleh kado2 bahagia…aamiin:)

  3. makanya jangan terlalu fokus pada tanggal, pada Ramadhan. Fokus perbaiki diri, taubati dosa-dosa diri. Boleh jadi, setiap munajat yang dipanjatkan adalah “paksaan” menyatakan perspektif diri bahwa orang yang diminta adalah yang terbaik buatmu. Padahal yang kamu anggap baik, belum tentu baik menurut Allah. Berhenti mendikte Allah dalam masalah jodoh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: