Romadhon Keduapuluh: Bulah Barokah ?


Romadhon Keduapuluh: Bulah Barokah ?

Fepti Wijayanti (Terkapar Setelah Percobaan Penjambretan di Jogja)

Beberapa hari lalu, seorang kawanku di Jogja harus babak belur karena tersungkur di atas aspal jalan. Muka dan wajah cantik dan halusnya harus rela gosong bergesekan dengan aspal. Sementara bibirnya juga jontor karena harus mencium kemesraan aspal yang menyapa dengan penuh cinta yang terpaksa. Ia mempertahankan diri dari percobaan penjambretan yang dilakukan seorang pria bermotor. Hasilnya tas yang hendak dijambret selamat. Namun ia mesti tersungkur dan babak belur hingga masuk rumah sakit (rawat jalan). Untuk seorang cewek, aku cukup salut padanya karena ia berani melawan dan mempertahankan diri.

***

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka (HR Al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani dengan tidak diketahui kedudukan derajat keshohihannya).

Pada hadis di atas, diberikan penjelasan bahwa Romadhon merupakan bulan yang penuh dengan barokah. Saking berkah-nya, berkah (baca: keuntungan) romadhon pun dirasakan oleh semua orang baik muslim maupun non muslim. Banyak orang yang menyebut keberadaan romadhon menjadi berkah bagi siapapun. Para pedagang memperoleh laba banyak pada bulan ini, para pegawai memperoleh THR minimal 1x gaji juga di bulan ini, para fakir miskin memperoleh santunan / infaq paling banyak pada bulan ini, hingga para perampok pun memperoleh “keberkah-an” pada bulan ini juga. Apakah demikian keberkahan Romadhon diartikan?


Jika keberkahan diartikan seperti di atas, maka yang paling bahagia adalah para perampok, koruptor, maling, penjambret, dan penjahat-penjahat lainnya. Betapa tidak, seorang koruptor memperoleh pengampunan pada bulan Romadhon. Entah itu sebuah kebaikan atau sebaliknya.

Barokah dalam bahasa Arab bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah.

Adapun makna barokah dalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya. Sebagaimana doa keberkahan kepada Nabi yang sering kita baca saat tasyahud.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Maksud dari ucapan doa itu (doa pada tasyahud_pen), doa keberkahan ini mengandung arti pemberian kebaikan karena apa yang telah diberi pada keluarga Ibrahim. Maksud keberkahan tersebut adalah langgengnya kebaikan dan berlipat-lipatnya atau bertambahnya kebaikan. Inilah hakikat barokah”

Dengan demikian, keberkahan tidaklah diartikan sebagai sebuah makna materi yang seperti kita pahami selama ini. Barokah secara singkatnya adalah bertambahnya kebaikan. Jika bulan Romadhon kini menjadi bulan koruptor bagi-bagi parsel, bulan perampokan, bulan pencurian, bulan-bulan koruptor memperoleh pengampunan, maka inikah yang dimaksud dengan Bulan yang Penuh Barokah????

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: