Romadhon Kesembilanbelas: Konsistensi / Istiqomah


Sebaikbaik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta’ala adalah yang terusmenerus dikerjakan.” ( HR. Bukhari & Muslim )

Hampir saja malam tadi aku meninggalkan sholat isya’ berjamaah yang disambung dengan sholat tarawih serta witir berjamaah. Ceritanya, tidak tahu mengapa setiap datang hari Sabtu dan Ahad, rasa-rasanya jadi malas mau kemana-mana, termasuk ke musholla kampung dekat kos. Kalau hari-hari biasanya, ada banyak kawan satu kos yang bareng-bareng jalan ke mushola. Namun kalau hari Sabtu, semua balik kampong. Kos pun sepi. Sementara itu, di daerah kampong kos ku ini mayoritas penduduknya non muslim (dari beberapa sumber orang sini sih). Sementara untuk menuju mushola yang jaraknya 100-200 meter, kami mesti melewati jalan yang bertebaran “ranjau-ranjau darat” (bc: kotoran anjing). Kalaupun ada orang muslim, rata-rata hanya muslim KTP.

Jika berangkat sholat subuh, di ujung pertigaan biasanya ada beberapa orang main kartu. Aku tidak apa judi kartu atau tidak. Yang jelas ba’da subuh acara main itu baru selesai setelah semalaman begadang ria.

Jamaah mushola di kampong kos itupun tidaklah banyak. Di luar Romadhon, rata-rata jamaahnya hanya 15-20 orang baik laki-laki maupun perempuan. Sementara saat datang bulan Romadhon, hanya bertambah 2x lipatnya saja tidak sampai. Bahkan jika sudah pertengahan bulan Romadhon seperti saat-saat ini, rasa-rasanya tak ada bedanya antara suasana bulan Romadhon atau tidak. Sementara masjid terdekat dari kos ku berjarak sekitar 700-800 meteran. Bila dihitung waktu berjalan kaki butuh sekitar 10-15 menit.

Jadi, rasa-rasanya kalau mau berangkat ke musholla sendiri itu malasnya langsung meningkat tajam. Ini pula yang terjadi tadi malam. Aku sudah berniat untuk sholat isya’ dan tarawih di rumah. Lalu aku mengambil air wudhu di lantai bawah (kos ku terdiri 2 lantai). Selesai wudhu, tiba-tiba pak kos udah di belakangku.

Ia bertanya, “Fik, mau traweh ke musholla?” sapa pak kos.

Aku pun menjawab, “Iya pak.”

Setelah itu, aku merasa seolah-olah diingatkan oleh Allah melalui tangan pak kos agar aku mengurungkan niatku sebelumnya dan segera berangkat ke musholla. Dalam hati aku pun berfikir betapa “Nikmat yang mana lagi yang ku ingkari telah diberikan Allah kepada ku”. Masya Allah, aku yang hidup di Indonesia dengan mayoritas penduduknya muslim mau tidak mau harus bersyukur karena sholat –meskipun tidak diatur oleh pemerintahnya- masih diperbolehkan untuk diadakan secara berjamaah dengan cukup aman (kedatipun kampungku mayoritasnya non muslim).

Aku telah diberikan rezeki yang berlimpah ruah. Aku telah diberikan nikmat kesehatan. Aku telah diberikan nikmat berupa rasa cinta. Aku diberikan nikmat berupa kesempurnaan tubuh dan indera. Aku diberikan nikmat berupa waktu. Aku diberikan kecukupan rezeki. Aku diberikan nikmat Allah yang pasti tidak akan pernah bisa selesai kutulis sekalipun aku menggunakan air laut sebagai tintanya hingga airnya habis karena nikmat-Nya terlampau banyak tercurah kepadaku. Namun hanya untuk berjalan beberapa meter saja memenuhi perintah Allah untuk “ruku’ bersama-sama dengan orang yang ruku’” begitu berat kujalani. Bayanganku pun secara cepat mengarah kepada kaum muslimin yang ada di belahan Eropa yang harus menghadapi rintangan sedemikian rupa hanya untuk sholat berjamaah. Bahkan memohon perizinan mengadakan sholat berjamaah saja sebegitu sulit dan penuh tentangan orang-orang kafir yang membenci Islam. Bukankah aku lebih mudah untuk berjamaah disbanding mereka? Namun kenapa aku malas ??

Seketika juga, aku langkahkan kaki menuju musholla untuk bersama-sama sholat isya’ dan tarawih serta witir berjamaah. Alhamdulillah, hingga hari ini aku masih mampu mempertahankan jamaah sholat subuh, isya’, tarawih, dan witir. Betapa Allah memuliakan sholat isya’ dan subuh dengan keutamaan yang luar biasa.

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan orang lain untuk shalat bersama dengan orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kepada saudara-saudariku, mari kita gunakan waktu di bulan Romadhon ini dengan sebaik-baiknya. Tidak ada kata terlambat. Masih banyak amalan yang kita kerjakan dalam rangka meraih ridho Allah di bulan Romadhon. Sholat, tilawah, dzikir, I’tikaf dan masih banyak lagi ibadah-ibadah lainnya. Terkhusus kepada saudariku kaum muslimah yang tengah haid, tak ada salahnya jika kalian tetap membaca al Quran untuk meraih ridho-Nya karena mayoritas ulama bersepakat bahwa tidak ada alas an yang melarang seorang wanita haid untuk membaca al Quran.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

NB: Bapak kos adalah seorang yang mengaku muslim namun tidak menunaikan sholat sehari-harinya.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. kayaknya aku ga dapat keberkahan romandhon makin lama bukannya makin istiqomah tapi makin menjadi saja…….BW

    • @Awisays: tetep semangat bro…
      jangan menyerah….

      oke??
      tak ada yg tahu siapa yg lebih baik diantara kita semua, termasuk sy

      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: