# Romadhon Keenambelas: Transformasi Puasa


Ramadhan Keenambelas: Perubahan

Perubahan adalah sebuah keniscayaan di dalam kehidupan. Tak hanya manusia, semua makhluk hidup juga pasti mengalami dan bakal melakukan perubahan karena begitulah kehidupan. Terlebih lagi manusia, perubahan hukumnya menjadi wajib seharusnya. Persoalannya, perubahan yang bagaimanakah yang seharusnya dilakukan oleh manusia?

Tema itulah yang tadi siang disampaikan oleh pak ustadz yang mengisi ceramah ba’da dzuhur di mushola kantor. Sekedar sebagai informasi, pak ustadz yang menyampaikan kultum adalah pegiat dakwah yang aktif dalam pembinaan anak-anak jalanan dan pemulung di kawasan Lebak Bulus – Jakarta Selatan. Ia mengetuai sebuah organisasi atau yayasan yang diberinama Masyarakat Amal Islam (MAI). Selama bulan Romadhon, ia menjadi penceramah rutin di Bens Radio. Demikian profil singkat pak ustadz yang sempat diceritakan oleh moderator sebelum ceramah dimulai.

Kembali kepada topik ceramah, bahwa perubahan manusia memiliki urgensi yang sangat mendasar dalam kehidupannya. Keberadaan bulan Romadhon, seharusnya patut disyukuri karena melalui Romadhon, Allah telah menyediakan satu periode waktu selama 1 bulan untuk dimanfaatkan manusia agar bisa melakukan latihan-latihan perubahan dalam dirinya. Harapannya, setelah melalui bulan Romadhon, seluruh manusia yang melakukan puasa Romadhon mampu mengubah karakter pribadinya menjadi seseorang yang lebih baik. Di dalam bahasa Al Quran, dijelaskan bahwa pelaksanaan puasa Romadhon diharapkan mampu mencetak pribadi-pribadi mukmin (orang beriman) menjadi lebih beriman dan syukur-syukur meraih derajat seorang muttaqin (orang yang bertakwa) sebagaimana dijelaskan secara simpel di dalam surat Al Baqarah 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kama (mudah-mudahan) kamu (menjadi) bertaqwa…” (AL Baqarah 183).

Dari sini, perubahan yang dibahas dan dianjurkan adalah perubahan manusia menjadi lebih baik, bukan perubahan kepada keburukan. Perubahan manusia ke arah yang lebih baik, dijelaskan oleh pak ustadz dengan adanya perubahan manusia yang semakin hari semakin lebih mendekatkan diri pada Allah dan semakin taat dalam ketundukannya pada setiap aturan Allah dan Rasul-Nya. Di dalam terminologi sederhananya, “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi. Dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin adalah orang celaka”.

Selanjutnya, pak ustadz menghimbau kepada jamaah agar benar-benar memanfaatkan 14 hari dalam bulan Romadhon ini untuk benar-benar menggembleng diri agar mau berubah menjadi lebih baik. Beliau menyatakan bahwa perubahan itu bisa terjadi jika ada keinginan dan komitmen dari orang itu sendiri. Perubahan tidak akan terjadi dalam setiap diri manusia jika yang bersangkutan tidak memiliki keinginan untuk berubah sekalipun dimotiasi oleh kyai, tokoh agama, bahkan nabi sekalipun karena hidayah muncul bukan serta merta namun dari diri kita sendiri. Beliau mengutip perkataan rasulullah -aku tidak berhasil mencari rujukannya- “”Sungguh celaka orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah di bulan yang agung ini.” Artinya, menurut pak ustadz, sungguh sangat disayangkan sekali jika orang menemui bulan Romadhon namun tidak pandai untuk memanfaatkan momen ini untuk perubahan. Bukan berarti bahwa perubahan hanya boleh dilakukan pada bulan Romadhon saja lho !

Perubahan-perubahan diri manusia pada bulan romadhon, dapat dilakukan dengan mendirikan dan menggiatkan malam-malam selama bulan romadhon dengan kegiatan yang positif. Di dalam hadis Rasulullah bersabda, ”Man qoma ramadhama imanan wahtisaban ghufiralahu ma taqoddaman min dzanbihi” => ”Barangsiapa yang mendirikan / menegakkan malam romadhon dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala (dari Allah~ niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih). Artinya, perubahan itu akan terjadi jika di dalam bulan Romadhon, kita melakukan ibadah-ibadah dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah. Tidak sekedar ibadah untuk menggugurkan kewajiban secara syariat semata.

Untuk itulah, demi memperoleh perubahan yang sempurna dan maksimal, pak ustadz menghimbau kepada jamaah agar benar-benar memanfaatkan waktu dalam setiap detik bulan romadhon dengan kebaikan-kebaikan. Bahkan jika harus istirahat atau tidur sekalipun, tidur kta harus bernilai ibadah. Yaitu, tidur dengan diawali doa dan bukan karena alasan malas.

Indikator keberhasilan dan kegagalan dalam training selama bulan Romadhon, oleh pak ustadz dijelaskan dengan hasil perubahan pada pasca bulan Romadhon. Jika seseorang yang pada bulan Romadhon menjadi giat membaca al Quran, menegakkan sholat jamaah, mendirikan sholat sunnah, menebar kebaikan, menanam infaq / sedekah dan kegiatan-kegiata positif lainnya; namun pada pasca bulan Romadhon kegiatan-kegiatan itu menghilang tak berbekas, maka kita dipastikan gagal lulus dalam ujian training bulan Romadhon. Namun, jika pada pasca bulan Romadhon, aktivitas pada bulan Romadhon bisa dipertahankan maka insya Allah kita mampu lulus dengan predikat summa cumlaude (insya Allah). Setidaknya, perubahan pasca bulan Romadhon itu harus kita harapkan lebih baik dibanding masa sebelum Romadhon.

Semoga setelah Romadhon, kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang telah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Amiin

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. amin…
    aku juga berharap banyak dari ramadhan ini smoga bisa membawa perubahan pada hidupku kelak dan orang2 disekitarku 😀 perubahan yg baik tentunya ;))

    • @Ok: Iyah, semoga tercapai cita2nya itu.. 🙂

  2. iya. seharusnya ramadhan merupakan kepompong yang bisa mengubah kita menjadi kupu-kupu yang cantik 🙂

    • @GadisJeruk: Weh, ada kepompng segala nih…
      hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: