# Romadhon Ketigabelas: Kejujuran


# Romadhon Ketigabelas: Kejujuran

Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih).

Jujur adalah sebuah istilah yang pada hari ini barangkali susah ditemukan. Semoga saja, kosakata ini tidak akan pernah punah. Jujur tidak selalu berhubungan dengan ucapan lisan semata. Dalam Islam, kejujuran atau disebut dengan sidiq merupakan suatu perkara yang berkaitan mulai dari hati, perkataan lisan, perbuatan, dan sikap. Dalam setiap lini kehidupan, perkara ini merupakan sebuah hal yang menjadi ruh. Maka tak salah jika Rasulullah bergelar ash Shiddiq, seorang insan yang selalu bersikap jujur. Beliaupun mewanti-wanti umatnya agar menjunjung tinggi sikap mulia ini.

Namun, mencari kejujuran di zaman ini sepertinya susah-susah gampang. Aku merasakan hampir setiap lini kehidupan di negara payah ini sudah jauh dari kejujuran. Aku pernah mendatangi seorang pejabat tingkat provinsi dalam rangka perizinan ujung-ujungnya juga meminta uang jasa. Ada sebuah kedai bakso yang mengklaim jual bakso dari daging sapi ternyata dagingnya dari daging babi. Ada sebuah warung mie ayam namun dagingnya ternyata daging tikus. Ternyata, ketidakjujuran sudah melebar tidak hanya dari para pejabat atau anggota dewan saja, namun telah menjalar mejadi penyakit akut dalam kehidupan negara kita.

Beberapa hari ini, aku memiliki catatan terkini tentang kisah ketidakjujuran. Sebuah kisah ketidakjujuran yang telah menggelapkan jutaan orang hingga terpesona. Sebuah kisah yang sedang populer di bulan Anti-Dusta (bc: Romadhon) ini. Yaitu, kisah ketidakjujuran seorang tunanetra bernama Eko Ramaditya Adikara.

Eko Ramaditya Adikara adalah seorang tunanetra yang sebelumnya dikenal sebagai penyandang tunanetra berprestasi. Meskipun tunanetra -konon- ia dapat menulis di blog dan menciptakan pencipta beberapa musik games buatan Nintendo (penghasil video game yang sudah terkenal seantero jagat). Akibatnya, banyak pihak yang kemudian mengundangnya untuk menjadi motivator. Kick Andy merupakan salah satu program stasiun TV yang pernah mengundangnya. Singkatnya, Rama pun dikenal banyak orang sebagai sosok orang yang hebat dan penuh prestasi tinggi meskipun ia memiliki kekurangan panca indera. Selebihnya tentang Rama dapat dibaca di sini, sini, sini, dan sini.

Namun sayangnya, tidak semua hal yang dikatakan atau diklaim oleh Rama sesuai dengan kebenaran. Setelah melalui penyelidikan yang dilakukan oleh banyak orang yang tidak percaya begitu saja terhadap klaim Rama, akhirnya diperoleh data akurat bahwa Rama hanyalah pembohong. Setelah melalui desakan banyak pihak, singkatnya, Rama pun mengakui bahwa dirinya memang telah melakukan pembohongan publik. Banyak pihak terkejut. Buku otobiografinya yang berjudul Blind Power pun ditarik dari peredaran oleh penerbit. Sangat disayangkan. Selengkapnya kisah pembongkaran pembohongan dan pengakuan Rama dapat dibaca di Terbongkarnya Kebohongan Ramaditya.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Rama saat berani melakukan kebohongan yang luar biasa itu. Kebohongannya mampu menyihir dan membuat terpesona ratusan ribu bahkan jutaan orang mengingat Rama beberapa kali masuk televisi, masuk liputan wawancara surat kabar dan majalah, dan menjadi motivator serta perwakilan dalam kegiatan-kegiatan internasional. Alhamdulillah, Allah membuka kebohongannya melalui jalan banyak orang sekaligus masih memberikan kesempatan kepada Rama untuk bertaubat.

Saudaraku, ”Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa memiliki salah satu di antaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diberi amanat dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan jika berselisih dia berkata kotor.” (Muttafaqun ‘alaih).
Kisah di atas hanyalah sebuah contoh saja dari ratusan ketidakjujuran dalam kehidupan kita. Aku sendiripun tidak menafikan diri pernah melakukan kebohongan, pernah bertindak tidak jujur. Namun, marilah kita bersama-sama hidup untuk menghidupkan kejujuran yang telah lama padam. Bagi kawan-kawan yang masih hidup di dalam ketidakjujuran dan kedustaan, maka tunggu apa lagi? Mari kita hidupkan kembali KEJUJURAN.

…karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga…


Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. wah gak terasa yah udah ramadhan yg ke-13 mas, mudah2an bisa tetap khusyuk menjalaninya 🙂 salam kenal mas 😀

    • terimaksih dan salam balik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: