# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin


# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin

Menu sahur memasuki puasa hari keenam pagi tadi adalah nasi dengan ditemani bakso dan peyek. Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan dan kelapangan rezeki hingga masih mampu untuk santap sahur.

Siang tadi, seperti hari-hari biasa di kantor pada bulan Romadhon, ba’da sholat Dzuhur berjamaah di musholla diadakan tausiyah atau ceramah kultum. Ceramah kultum ini sengaja diadakan sepanjang bulan Romadhon ba’da sholat dzuhur berjamaah. Penyampai ceramah kultum dari rekan-rekan satu kantor sendiri yang dijadwal sedemikian rupa. Kebetulan, sesuai dengan jadwal, siang tadi ceramah kultum disampaikan oleh Direktur Keuangan kami sendiri.

Pertama-tama, beliau menyampaikan ayat tentang kewajiban menunaikan Puasa Romadhon, yang terdapat dalam surat Al Baqarah 183-184.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kama agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang teutentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya bevpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak beupuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui “(Al-Baqarah: 183-184)

Selanjutnya, beliau mengetengahkan pembahasan siapa yang dimaksud dengan mukmin (orang-orang yang beriman)? Dan siapakah yang dikategorikan sebagai seorang muttaqin (orang yang bertakwa)?

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mukmin telah dijelaskan di dalam al Quran sendiri. Kemudian beliau pun membacakan serta menjelaskan:

QS.Al-Anfal (8); 2-4.

Sesungguhnya orang iman (adalah) orang-orang yang ketika disebut nama Alloh tergetar (takut) hati mereka dan ketika dibacakan ayat-ayat Alloh maka bertambahlah imannya, dan kepada tuhannya mereka berserah diri (mereka). Yaitu orang-orang yang menjaga sholat dan dari rejeki yang Aku (Alloh) berikan mereka meng-infaq-kan. Mereka itulah orang iman yang hakiki (sebenarnya). Mereka mendapatkan derajat di sisi tuhannya dan ampunan dan rejeki yang mulya (surga).

Selanjutnya, beliaupun menjelaskan pula bahwa yang dimaksud dengan orang yang muttaqin adalah dapat dibaca dalam surat Al Baqarah ayat 3-4.

(Orang yang muttaqin yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Jadi, menurut beliau, untuk menjadi seorang yang beriman yang mencapai derajat muttaqin, tidak perlu susah-susah mencari definisi dan penafsiran yang rumit dan belibet. Minimal, Al Quran memberikan beberapa kriteria yang cukup spesifik pada ayat di atas.

# Kriteria Mukmin:

  • Bergetar hatinya saat disebut asma Allah;
  • Bertambah imannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah;
  • Berserah diri pada semua aturan-aturan dan hukum-hukum Allah;
  • Menjaga sholatnya;
  • Meng-infaq-kan sebagian harta / rejeki yang kita miliki;

# Kriteria Muttaqin:

  • Beriman kepada yang ghaib (Allah, Malaikat, hari akhir, Jannah, Nar, dll);
  • Mendirikan sholat (tidak sekedar mengerjakan sholat);
  • Menafkahkan sebagian rezeki (berinfaq);
  • Beriman dan percaya terhadap kebenaran Al Quran tanpa kecuali;
  • Meyakini akan adanya kehidupan akhirat;

Hari ini, aku kembali diingatkan -melalui lisan Direktur- akan ciri dan kriteria orang beriman dan bertakwa. Sudahkan aku termasuk golongan itu?

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. belum T_T

    • huuffttt -____-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: