# Romadhon Kedua: Waktu


Ramadhan Kedua

Menu sahur untuk puasa hari kedua –ku dan teman-teman satu kos adalah nasi, sayur asem, lauk ikan bawal goreng, sambel, lalapan, dan tahu. Bangun sekitar pukul 03.30 WIB, kami menikmati santap sahur dengan canda dan obrolan-obrolan.

Alhamdulillah puasa kedua aku sudah tidak bermasalah dengan kondisi perutku. Boleh dikata, perutku sudah bisa diajak kompromi untuk menahan lapar dan dahaga. Rasa kantuk saat berada di kantor pun tidak terlalu terasa.

Hanya saja, aku sekarang merasa lebih sulit lagi untuk mencari waktu yang lebih longgar untuk menulis dan posting tulisan di blog. Alasan paling utama tentu saja adalah karena waktu. Bulan Ramadhan, mau tidak mau membuat alokasi waktu terkesan lebih pendek. Seketika azan maghrib berkumandang, maka sejak detik itu sampai sekitar pukul setengah Sembilan saat bubaran sholat tarawih + witir praktis aktivitas akan lebih terfokus untuk aktivitas ibadah. Mencari waktu untuk menulis harus benar-benar cukup sulit. Jika menulis dikerjakan setelah sholat tarawih, maka waktu untuk tilawah (membaca) al Quran akan lebih tersita lagi. Jika dilakukan setelah tilawah, maka mata sudah mengisyaratkan rasa kantuk disamping juga alasan agar bisa bangun sahur tepat waktu. Begitupula waktu setelah sholat subuh, meninggalkan tilawah al Quran adalah sebuah hal yang sangat disayangkan pada waktu ini di bulan Ramadhan khususnya.

Sementara itu, jam kantor yang diperpendek menjadi pulang lebih awal, pukul 14.30 WIB, menjadikan waktu istirahat dihapuskan dari jadwal waktu kerja kantor. So, jika ada tugas yang menumpuk di kantor maka otomatis hal itu akan semakin menyulitkan lagi untuk menulis karena sudah tidak ada waktu istirahat. Terlebih lagi jika ada kerjaan lembur yang mesti dilakukan, maka seolah-olah aku membutuhkan tambahan waktu lagi khusus untuk menulis karena banyak sekali ide-ide tulisan yang ingin ku bagi dengan kawan-kawan blogger dan netter. Tapi pa boleh buat, lagi-lagi waktu.

Tak salah jika Al Quran mengatakan bahwa orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan cenderung menyepelekannya akan celaka dan merugi. Al Quran memberikan arahan agar tidak celaka dan merugi, maka kita harus menjadi orang yang beriman, melakukan amalan dan aktivitas kebaikan, berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebenaran, serta bersabar. Insya Allah kita bisa terhindar dari golongan orang-orang yang celaka. Sobat, selamat memanfaatkan waktu Romadhon dengan sebaik-baiknya.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Subhanallah, jadi ngiri deh liat pean kang…

    • @Ulfa: apanya yg bikin iri??

      :-/

  2. Kita semua menyadari bahwa waktu sangat penting banget.. tapi terkadang kita memang harus memilih mengerjakan aktivitas yang terpenting dari yang penting

    • @Yusuf: setuju pak yusuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: