Romadhon Hari Pertama



Sumber Foto Klik Pada Gambar

Sumber Foto Klik Pada Gambar

Masuk bulan Romadhon hari pertama yang ditandai dengan keputusan sidang Isbat ormas-ormas Islam Indonesia yang difasilitasi oleh Departemen Agama, setelah perwakilan umat Islam berhasil melihat hilal di ufuk barat dan disumpah, ritual pertama yang dikangeni jika masuk bulan Ramadhan adalah ibadah sholat tarawih.

Aku menyengaja pulang lebih awal daripada biasanya dari kantor sekitar pukul 18.30 WIB setelah sholat maghrib berjamaah di mushola Al Hidayah, mushola di kantor. Menyusuri jalanan ibukota dengan berjalan kaki, aku menyempatkan untuk membeli satu bungkus ketoprak. Maksudnya, ketoprak itu untuk makan malamku sesampainya di kos untuk memulihkan energi agar siap untuk sholat tarawih pertama malam kemaren.

Setelah sampai di kos dan menghabiskan ketoprak, aku segera menuju mushola kampung dekat kos setelah sayup suara azan berkumandang. Mushola kampung itu terbilang kecil. Ukuran ruangnya -mungkin- tak lebih dari 50 m2. Meskipun dibangun dengan 2 lantai, mushola kampung yang kecil ini tak muat menampung jamaah dari masyarakat sekitarnya sehingga banyak yang lebih memilih untuk sholat di tempat (masjid-masjid) lain yang lebih jauh.

Sholat tarawih di mushola kecil ini adalah sholat tahun keduaku. Tahun sebelumnya adalah tahun pertamaku. Imam mushola ini menganut paham sholat tarawih sebanyak bilangan 11 rakaat. “Semua memiliki dasar, namun di sini tarawih 11 rakaat, 2-2-2-2-2 untuk tarawihnya dan 1 rakaat untuk witirnya,” ujarnya kepada para jamaah sebelum memulai sholat tarawih berjamaah.

Sholat tarawih di sini unik. Setiap jeda rakaat, ada saja kalimat-kalimat sholawat dan doa diucapkan dengan nyaring para jamaah. Karena aku memiliki pendapat yang berbeda soal kalimat-kalimat sholawat seperti itu, maka aku hanya diam saja. Sekitar pukul 20.30 WIB, sholat tarawih selesai. Aku pulang ke kos. Sebelum tidur, aku tilawah untuk merampungkan 1 juz surat Al Baqarah.

Bangun sahur sekitar pukul 03.30 WIB dibangunkan bibi, aku dan kawan-kawan satu kos berangsur-angsur kumpul di depan dapur. Menu sahur pertama yang dibuat bibi kos kali ini adalah Nasi, sayur bayam, rendang daging sapi, dan kerupuk. Buah pisang untuk makanan pencuci mulut sekaligus pelancar lambung.

Seperti yang kutakutkan selama ini dan hampir menjadi suatu tradisi. Setiap puasa pertama, aku selalu bermasalah dengan perutku. 🙂 Begitupula puasa hari pertama tahun ini. Aku pun kembali dengan tradisi ku itu. Pagi hari, perutku sudah terasa sakit hingga harus lama berada di WC. 😀 Berangkat ke kantor pun aku merasa agak lemas karena banyak kehilangan cairan tubuh. Huft, sampai kantor akhirnya telat deh. Pukul 08.01 WIB.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

5 Tanggapan

  1. Setiap kali puasa hari pertama, entah kenapa kepalaku selalu pusing, Mas… 😦

  2. enak ya sahurnya dimasakin ^^ aku masak sendiri 🙂 *gak nanya*

  3. Semoga puasanya berkah ya…Amiin.

    Sedikit tips: kalo sahur mending menu seratnya dikurangi/ditiadakan dulu. Ntar kl sdh perutnya sudah beradaptasi, baru ditambahkan secara bertahap.

    Oya, suara musiknya bikin saya terperanjat nih ^^

  4. Selamat berpuasa, semoga diterima Allah amal ibadah kita di Bulan Ramadhan ini. Amiin

  5. Smoga cepat sembuh, biar puasanya tambah khusyu’…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: