Pelajaran Dari Antri Tiket Mudik Lebaran


Antrean Semut (sumber klik pada dambar)

Antrean Semut (sumber klik pada dambar)

Kemaren, aku posting tentang sekilas kisahku saat antre tiket kereta api di Stasiun Pasar Senen untuk mudik lebaran ke kampung (Solo). Meskipun sudah dua hari mengantre, aku dan kawanku belum berhasil (gagal) memperoleh tiket kereta api untuk tanggal 7 dan 8 September 2010. Kami telah berusaha melakukan semua hal yang terbaik yang bisa kami lakukan. Banyak orang yang -menurut kami- berjuang lebih keras dari kami saja, tidak berhasil memperoleh tiket, maka sudah sewajarnya jika kami tidak memperoleh tiket juga. Ada temen yang ikut antre bergiliran dengan temannya sejak maghrib dan rela menginap di stasiun saja gagal memperoleh tiket. Apalagi kami yang baru dinihari sampai di stasiun. Namun demikian, sekalipun aku gagal memperoleh tiket kereta api, setidaknya aku punya cerita yang bisa ku-share untuk kawan-kawan. Banyak suka, duka, dan bahkan pelajaran yang kuperoleh.

Pertama, aku ingin berbagi satu kesan buruk yang hadir dari sejumlah pengantre. Banyak orang yang antre tiket datang belakangan namun memaksakan diri untuk berada paling depan membeli tiket. Awalnya, situasi pengantre berjalan lancar-lancar saja dan terkendali. Para pengantre terdepan yang sudah rela mengantre sejak siang hari duduk-duduk santai dan tertib barisan. Mereka disiplin. Namun, saat mulai tiba kereta dari Solo, Kutoarjo, dan Yogyakarta di Stasiun Pasar Senen yang membawa ratusan penumpang yang ingin juga memperoleh tiket, situasi mulai sedikit kacau. Rombongan serangan fajar, demikian rombongan ini disebut, masuk di barisan pengantre menyelip-nyelip memaksakan diri bahkan membuat barisan tambahan di luar barisan sebelumnya. Hal inilah yang kemudian mengacaukan suasana. Para pengante yang sebelumnya terlihat santai duduk-duduk diteror para rombongan senja untuk berdiri. Puncaknya, ketika jalur barisan antrean kacau situasi mulai tak terkendali. Rombongan orang-orang yang datang belakangan mulai memaksakan diri merangsek ke depan. Yang bikin aku heran dan gak habis pikir, kalau memang datang terakhir, ya terimalah untuk antre di barisan belakang. Itu saja sebenarnya. Sudah memaksakan masuk ke depan, ngomel-ngomel, gak sabaran, protes-protes. Huft.. Pengin aku maki-maki orang di belakangku yang kupastikan baru datang jam 1/2 6 tapi sebegitu cerewetnya menyerobot antrean dan ngomel-ngomel. Inilah wajah buruk masyarakat kita, tidak disiplin dan egois.

Kedua, pengelola stasiun agaknya perlu belajar dan lebih mempersiapkan konsep antrian yang baik dan adil karena berdasarkan pengalaman kemaren, betapa banyak orang yang menyerobot barisan antrean sementara ia datang belakangan.

Ketiga, dalam antrean kemaren aku memperoleh pelajaran bahwa sesuatu yang kita kerjakan secara kerja keras dalam pandangan kita belum tentu akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan yang kita cita-citakan. Seringkali, kita merasa kesal terhadap sebuah keadaan dimana kita tidak berhasil memperoleh keinginan kita. Contoh konkretnya antre tiket ini. Setelah gagal, kita seringkali berucap, “Sudah capek-capek antre dari sore sampai pagi, masih saja gagal memperoleh tiket.” demikian kalimat yang terucap. Itulah kehidupan. Kita harus memahami bahwa kerja keras yang kita lakukan belum tentu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan belum tentu kerja ringan yang dilakukan orang lain tidak membuat orang tersebut berhasil meraih cita-citanya. Sikap menerima itulah pembelajaran salah satunya.

Keempat, menjelang Ramadhan, maka secara instan aku dilatih untuk bisa tetap bersabar karena sabar adalah sesuatu yang sangat penting dalam meraih kesempurnaan puasa. Jika di hari lain kita mudah marah, maka di bulan puasa kita harus bisa lebih bersabar untuk menahan amarah. Latihan kesabaran instan kurasakan saat aku mesti antre berjam-jam menunggu pintu loket dibuka. Kemudian selama hampir 2 jam penuh aku juga harus berdiri antre karena mulai jam 5, semua pengantre sudah mulai berdiri. Selama antre berdiri, aku harus sabar dengan saling injak sandal atau sepatu atau desak-desakan jika terjadi dorong-dorongan. Dan dalam posisi berdiri, aku juga mesti sabar untuk menghirup oksigen yang terbatas dan menahan haus karena penuh antrean. Yang agak susah, aku harus menahan dari buang air selama beberapa puluh menit agar aku bisa tetap pada posisi antreanku. 😀

Keenam, aku harus belajar bahwa dalam situasi ketidakberhasilan atau kegagalan dan kekecewaan semendalam apapun, aku mesti harus selalu tetap tersenyum dan berbagi keceriaan dengan kawan-kawan (bc: ngeblog) serta berfikir kreatif untuk mencari peluang lain demi terciptanya sebuah cita-cita ujungnya. 😀
Ya sudah, aku mau pulang siap-siap ke masjid untuk sholat maghrib berlanjut isya’ dan tarawih terlebih dahulu. 😉

NB: Berhubung insya Allah besok memasuki bulan puasa, maka mohon perkenan maaf seluruh kawan-kawan semua jika selama ini ada salah kata dan silap perbuatan yang menyinggung perasaan kawan-kawan. Selamat berpuasa dan semoga shoum kita tahun ini lebih baik dari shoum tahun kemaren. Amiin

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. Wah……begitu banyak pelajaran yang bisa diambil… intinya kesabaran dan nrimo…. 😐

  2. wah.. iya niy… tiket udah abis.. 😦

    selamat menjalankan ibadah puasa 🙂

  3. salut buat perjuangannya….memang gila, lima menit dibuka sudah habis tuh tiket…..

  4. […] Tahun ini adalah mudik yang kedua kalinya kujalani dalam bulan Romadhon. Masih seperti tahun kemaren, aku mudik ke Solo dari Jakarta. Yang membedakan dengan tahun kemaren, mudik kali ini aku ikut merasakan susah payahnya mencari tiket untuk pulang kampung. Jika tahun kemaren aku memperoleh tiket kereta dengan tanpa antri dan mudah. Namun tahun ini aku harus antri berjam-jam untuk berebut tiket kereta. Itupun gagal. […]

  5. hmm,,,, tiket kan bisa dipesan jauh2 hari melalui call center Kereta Api di 121 (melalui telepon rumah) atau di 13897 (melallui telepon genggam)

    setelah pesan lewat telpon,anda akan diberi kode booking, dan dapat melakukan pembayaran melalui rekening.

    praktis kan??

    kenapa musti repot2 ngantri??

    cape kali mas…. :p :mrgreen:

    • Bukannya sok ya..
      gw jg udah th sejak lama kale…
      dan ralat juga. Tiket dibeli maksimal 30 hr sebelum hari -H pemberangkatan. Itulah makanya aq ngantre H-30 nya (khusus bisnis + eksekutif)

      Kalau masalah Reservasi via Phone baik yg di 121 atau yg satunya, gw jg udah tahu dr dulu juga kale…
      dan setahuku. nomor itu sdh diganti deh..
      Dan gw g perlu diajarin lagi kale….
      dan tahu semuanya lah.
      klo masalah tiketing kereta.
      persoalnnya, Nomor2 itu tdk bisa dikontak.
      PUAS ???
      makanya, coba deh ngrasain mudik dr jkarta klo pas lebaran.
      biar tahu rasanya.
      gimana caranya mencari tiket utk pulan kampung.
      Gw ngantri tuh jg sambil bw handphone dg pulsa yg turah2.. klo g bs masuk mau bilang apa.
      Prakteknya, ga ada yg pesen lewat HP mbah Indah yang cantik…
      ga ada yg bisa. semua yg beli ya dr stasiun yg ditawarkan secara online di selurh stasiun serta di agen2 resmi termasuk kntor pos.
      dan ga lbh dr 30 menit tiket ribuan dah habis.
      emang susah sih klo ngejelasin ke org yg blm prnh ngrasain mudik dr jkt.

      silakan kpn2 dicoba…
      aq dan temen2 g sebodo itu juga kale…

  6. ups..ralat…pembayaran melalui ATM maksudnya….

    hm..bener2 praktis…dan indah sudah sering nyoba..praktisnyaa…. 🙂

    • @Indah: iya iya
      gw jg dah tahu
      gw jg dah ngrasain praktisnya…
      meskipun bg ku g praktis2 amat juga..
      pulsa ilang banyak, dpt nomor yg g bagus,
      sering g bs krn jaringan suka error.

      huft………………
      *INTINYA: GW JUGA SUDAH TAHU !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: