#2 Kebudayaan Penduduk Pantai Utara Papua


Bentuk Desa dan Pola Perkampungan

Rumah di desa Daerah Pantai Utara merupakan suatu bangunan persegi panjang. Di atas tiang-tiang dengan tinggi keseluruhan adalah 4,50 meter, dengan didalamnya satu-dua ruangan lain untuk tempat tidur. Rangka rumah dibuat dari balok-balok dengan tali rotan; dinding-dinding terbuat / terdiri dari tangkai-tangkai kering lurus panjang dari daun sagu yang disusun sejajar rapi dan diikat dengan tali rotan juga, dinding tersebut dengan nama Ambon-nya dinding gaba-gaba. Lantai terdiri dari srip-strip panjang dari kulit pohon bakau, yang disusun rapi dan bercelah hampir 1 meter yang bisa menjobloskan kaki. Penempatan rumah baru menurut adat istiadat Pantai Utara pada umumnya memerlukan pesta besar, bernama nuanyadedk dengan adanya penukaran pemberian antara kerabat isteri si penghuni dengan kerabatnya sendiri yang menjadi tamu pada upacara tersebut.

Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian hidup orang Bgu adalah meramu sagu (pom). Dahulu rupanya ada kelompok kekerabatan unilineral yang menduduki suatu wilayah tertentu yang mempunayi konsep yang tegas mengenai batas-batas hutan sgunya, tapi lambat laun kedepan orang-orang melupakan batas-batas tersebut. Yang menjadi pegangan orang ialah hutan dimana ayahnya biasa mengambil sagu. Pohon setelah tumbang dikuliti dan terasnya yang penuh sagu dipikul dengan sebuah alat dalam bahasa Bgu disebut dengan Tongkiya. Tepung sagu basah yang telah dicuci diremas dengan alat peremas (kaemrun) yang dibuat dari pohon sagu. Dan sagu tersebut dimasukkan dalam karung-karung (saipin) atau dalam wadah (bae) yang dibuat dari daun nibung.

Sagu biasanya dimakan sebagai bubur (as) atau roti bakar (kaus) dengan lauk pauk dagin, ikan, kadang-kadang sayur mayur. Di daerah pedalamn di Tor, pekerjaan mencari sagu adalah pekerjaan wanita dan tidak pantas orang laki-laki turut campur dalam urusan sagu.

Pada penduduk Pantai Utara, mencari ikan merupakan mata pencaharian yang sama pentingnya dengan mencari sagu. Dalam aktivitasnya mencari binatang kerang, udang, kepiting, binatang pantai, kura-kura, dan sebagainya , semuanya dimakan sebagai lauk pauk pada bubur atau roti bakar. Teknik menangkap ikan dengan tombak, jala buatan sendiri, dengan perangkap ikan atau meracun air pada orang Mentawai itu sangat lazim.

Berburu adalah juga mata pencaharian yang penting, tetapi yang eksklusif dilakukan oleh orang laki-laki. Binatang yang diburu terutama babi, tapi kadang soa-soa, kanguru, sampai binatang kecil seperti tikus, kadal, ular, kelelawar, burung kasuari, dan lain-lain.

Berkebun juga suatu mata pencaharian bagi mereka tapi sifatnya sebagai sambilan.

Produksi di Pantai Utara Irian Jaya dimuali hampir ½ abad yang lalu, waktu penduduk pulau masih dipaksa untuk bekerja bakti dalam tahun 1920 oleh Belanda. Produksi kopra dikerjakan dengan sangat sederhana. Orang hanya menunggu kelapa jatuh, dibelah dan lalu diambil isinya di tempat. Sesudah tahun 1962, produksi kopra sudah amat mundur dan masalah terbesarnya adalah transport yang efektif.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. makasih sharingnya…. menambah wawasan 🙂

    • @Dhedi: sama2 .

      😀 juga

  2. ada gambarnya kah?hehe,saya lum pernah menjelajah ke sana euy 😀

    • @Nurrahman: ga ada
      😦

      hehehe

  3. “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses
    selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”

    • @Yohan: thanks

      terimakasih

      amin

  4. jadi tahu nih, makasih artikelnya.. gak ada foto2 rumahnya ya.. papua itu katanya sangat indah dan eksotis..
    salam..

    • @Ne: gak ada..

      😦 ini hny resensi dr sebuah buku
      ringkasan gitulah…

      😦

      hehehe

      salam jgua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: