#1 Kebudayaan Penduduk Pantai Utara Papua


Sumber :  Klik Aja Pada Gambar

Sumber : Klik Aja Pada Gambar

Sebuah ringkasan dari buku Koentjoroningrat

Identifikasi

Kebudayaan penduduk Papua (Irian Jaya) tidak merupakan suatu kesatuan, tapi beraneka ragam. Pada umumnya dapat dibedakan dari penduduk cendrawasih, penduduk rawa-rawa di daerah pantai utara, penduduk pegunungan Jaya Wijaya, penduduk di sungai dan rawa di bagian selatan dan penduduk daerah sabana di bagian selatan. Dan ada pula berbagai daerah kebudayaan yang berbeda di Papua Nugini.

Ada bahasa Irian Jaya yang termasuk keluarga bahasa Melanesia, disamping itu ada juga bahasa Irian. Keluarga bahasa-bahasa Irian tersebut dapat dibagi menjadi beberapa keluarga khusus dan yang satu dengan yang lain tak ada sangkut pautnya. Terutama Irian Jaya bagian Teluk Cendrawasih dan daerah pantai utara. Di daerah tersebut ada bahasa yang hanya diucapkan 100 orang bahkan ada bahasa yang lebih kecil lagi.

Gejala aneka warna extrem dari kebudayaan di Irian itu dapat dikembalikan jauh ke dalam zaman Prehiston, bangsa yang asal dari daerah yang satu dengan yang lain berbeda, datang dan menduduki pulau untuk tetap tinggal terpisah satu dengan yang lain karena isolasi geografis. Karena itu orang Mimika, orang Asmat atau orang Marindanim, pada dasarnya amat berbeda dengan orang Mori atau orang Dani di Pegunungan Jaya Wijaya, atau dengan orang Biak atau dengan orang Waropen di Teluk Cendrawasih dan amat berbeda pula dengan orang Tor atau orang Bgu di daerah pantai utara.

Sebagian dari penduduk desa-desa pantai tersebut mula-mula berasal dari daerah –daerah pegunungan di pedalaman. Banyak di mereka telah turun ke pantai sejak lebih dari 3 perempat abad yang lalu. Gerak migrasi penduduk ke arah hilir sungai-sungai yang sampai sekarang masih berlangsung terus menerus. Adapun arah perpindahan seperti orang Mander, Bonerif, Biyu, Daranto, Segeir, Bora-bora, Waf dan lain lain memang mengikuti arah aliran sungai.

Angka-angka dan Fakta-fakta Demografis

Diantara ke-24 desa tempat tinggal penduduk pantai utara tersebut ada pula desa yang jumlah penduduknya 40 orang . teapi ada pula yang jumlah penduduknya 300 orang. Seluruh jumlah penduduknya adalah 4553 orang, dan bila dibandingkan jumlah penduduk sebelum PD II bahwa penduduk jumlahnya justru berkurang.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: