Sutrisno dan Bunga di Surga


Seorang yang pernah sangat dicintai dan diharapkan menjadi istri pendamping hidup Sutrisno sejak lama, beberapa hari lalu telah resmi disunting oleh seorang lelaki. Sutrisno, yang telah mencintainya sejak SMP, mau tidak mau harus bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan yang sangat cukup menyayat hatinya, mengikhlaskan Bunga Puspa untuk selama-lamanya.

Bukan karena cinta buta dan tanpa alasan Sutrisno begitu mendamba Bunga. Bunga adalah teman Sutrisno sejak bangku Sekolah Dasar (SD). Semenjak mengalami masa-masa puber, Sutrisno menjatuhkan perasaan pertamanya kepada Bunga. Bunga memanglah seperti bunga. Ia mewangi menenggelamkan suasana sekelilingnya. Kecerdasan, akhlak, dan akidahnya begitu terjaga. Tak salah jika Sutrisno mendambakannya.

Rasa itu ternyata begitu melekatnya dalam hati Sutrisno hingga membuatnya tak bisa berbohong pada diri. Ia masih mencintai Bunga. Selepas memperoleh pekerjaan yang cukup layak, Sutrisno barulah memiliki keberanian dan merasa mampu untuk mengungkapkan perasaanny itu kepada Bunga. Ia menerima resiko ditolak sekalipun oleh Bunga. Sutrisno pun menyadari dirinya tidaklah se-sholih Bunga, sehingga jika ditolak sekalipun ia sudah siap. Baginya, ia hanya ingin cukup untuk tidak merasa penasaran dengan keadaan hatinya itu yang telah lama tersimpan rapi.

Allah berkehendak lain. Sutrisno memang tidak diizinkan Allah untuk mengungkapkan perasaannya itu kepada Bunga. Bunga -ternyata- telah dipersunting seorang lelaki yang barangkali akan menjadi jodohnya di dunia dan akhirat. Dengan berat hati, Sutrisno membuang kepingan rasa cinta yang tengah membara di dalam kalbunya ke angkasa.

Ia pun bertekad dan berazzam untuk menjemput bidadari yang lebih baik dari Bunga. Ia ingin melepaskan diri dari belenggu cinta yang selama ini mengisi dadanya agar ia bisa memetik bunga dan puspa di Surga. Afghanistan adalah tujuan Sutrisno untuk menjemput bidadarinya.

-Semoga Sutrisno memperoleh cita-citanya-

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

9 Tanggapan

  1. Berjuanglah, Sutrisno! 🙂

    • @Asop: akan disampaikan kpd Sutrisno

      klo ketemu..

  2. hiks hiks… begitu ceritanya… :(……… ternyata bunga udah di persunting cowok laen….

    • @Cempaka: yup,,,

      kok sedih sih???

      :-S

  3. berjuang lah Sutrisno !!
    🙂

    • @Sutrisno: lho? kok sutrisno ada disini???

      :-S

  4. Dan akhirnya, sutrisno mempersunting gadis afganistan… huehehe

    • @Puri: bukan,,

      akhirnya Sutrisno menjemput bidadari dengan mahar berupa peluru yg menembus kepala nya namun ia tetap tersenyum
      krn pd saat itulah tercapai akad dengan sang bidarari…

      subhanallah

      • Ah… saya lebih senang berfikir bahwa akhirnya sutrisno tetap hidup dan kemudian mempersunting gadis afganistan…

        *Ga suka sad ending T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: