Ouf of The Box Thinking


Imajinasi Fadly Keluar Dari Kotak

Imajinasi Fadly -Keluar Dari Kotak / Out Of The Box Thinking- (klik pada gambar untuk memperbesar)

Ouf of The Box Thinking

Di kantor tempat ku bekerja saat ini (selanjutnya disebut kantorku), ada fasilitas yang disediakan oleh perusahaan berupa kegiatan rekreasi bersama seluruh karyawan minimal satu kali setiap tahun. Selama tiga tahun terakhir, objek rekreasi yang dipilih secara angket oleh seluruh karyawan dengan opsi beberapa alternatif yang telah disajikan sebelumnya selalu saja di lokasi-lokasi di sekitar Jadebotabek. Sementara, letak domisili kantorku berada di Jakarta Pusat. Acara rekreasi pun mulai kurang diminati oleh sebagian karyawan dan kurang mengena sesuai tujuannya jika harapan pada momen rekreasi itu untuk menciptakan suasana family gathering. Mayoritas karyawan kini lebih condong memilih lokasi yang terdekat dan mudah dijangkau dari tempat tinggal masing-masing dan mengesampingkan tujuan family gathering atau caracter building serta lebih memilih orientasi pada uang saku. Dalam pikiran sederhananya, yang penting uang saku yang bakal diterima lebih besar (NB: rekreasi di kantorku selain memperoleh tiket gratis berikut akomodasinya juga ada tambahan uang saku). Itu sudah cukup. Money Oriented. Sampai saat ini, kegiatan rekreasi berjalan begitu-begitu saja.

Saat aku makan bakso di ujung gang depan kos, aku lihat baksonya bundar. Saat aku makan bakso yang jualan di depan kantor, baksonya pun dikemas bulat. Saat aku makan bakso keliling di rumah pun bentuknya juga bulat. Namun, saat aku makan bakso di dekat rumahku, bentuk baksonya sedikit berbeda, setengah lonjong pipih. Memang, rasa setiap bakso bervariasi detailnya, namun secara umum ya gurih, asin, dan berasa vetsin kental di lidah.

Sebagai seorang pegawai baik negeri (PNS) atau swasta, sebagian besar diantara kita mengisi waktu kesehariannya untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutinitas. Datang pagi hari. Setelah absen, sebagian menuju dapur / pantry mengeluarkan setangkai (wakakaka baca: sebatang) rokok (untuk pria) sementara sebagian memegang kotak cermin kecil sambil mengusap-usap pipi dengan bedak padat atau memoles bibir dengan lipstik (untuk wanita). Duduk di atas kursi di depan meja dengan ditemani cemilan di sampingnya, sekitar pukul 12 istirahat siang, makan siang. Sore menjelang petang, pulang ke rumah. Bercengkerama dengan keluarga, tidur dan bangun lagi seperti hari-hari sebelumnya. Setiap awal bulan, ambil atau terima gaji. Kemudian datang ke Bank untuk menabung, atau membayar beban kartu kredit, atau mengirim setoran kredit barang-barang tertentu. Hidup pun berjalan gitu-gitu saja. Setiap hari, Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pun Pas-Pasan. Ini lebih baik jika tidak melakukan korupsi.

Ada lagi kisah seorang pengangguran karena setelah di-PHK, kemudian beralih stir menjadi pedagang (dagangannya bisa makanan kecil, kain, buku, baju, dll). Dia pun mencoba menyewa toko di sebuah tempat yang disewakan di sebuah blok. Ia isi toko kosong itu dengan aneka macam dagangan yang ia jual. Sebagai hiburan, ia juga pasang internet sekedar untuk membuat hiburan di toko yang dijaganya itu. Meskipun tidak terbilang sepi, pembeli dagangan di toko-nya berkisar orang-orang itu saja setiap periodenya. Sementara untuk meluaskan pangsa pasarnya, ia masih kesulitan dengan dana dan tentunya cicilan jika menggunakan pinjaman lembaga keuangan tertentu.

Ada lagi kisah seorang kawan yang punya hobi memotret. Setiap hari kemana-mana, ia selalu membawa kamera. Dan setiap hari pula ia hampir selalu memperoleh objek foto yang ia potret. Objeknya bermacam-macam mulai dari sekedar potret seorang tukang becak, sopir taksi, mobil berjalan, sebatang pohon, seekor kupu-kupu, dan lain-lain. Setiap hari, ia hampir selalu online. Karena masih kuliah, waktu luangnya pun masih banyak yang tersisa dan lowong sekalipun ia sudah cukup aktif di BEM. Kemampuan tulisnya pun tak bisa dipandang buruk. Namun, foto-fotonya hanya mengisi ruang di dalam laptop tanpa pernah ia cetak. Ia pun jarang melihat hasil jepretannya apalagi untuk dibagikan kepada kawan-kawannya.

***

Beraneka macam aktivitas manusia termasuk aku di dalamnya, sebagian besarnya cenderung untuk puas terhadap kebiasaan-kebiasaan umum atau kebiasaan yang menjadi rutinitasnya. Terlebih lagi jika kita sudah merasa PW (Posisi Wuenak – bc: posisi enak & nyaman). Sangat jarang diantara kita yang berusaha bersikap dinamis & aktif. Sebagian besar akan lebih memilih sikap pasif dan statis. Jarang yang suka tertantang untuk selalu dinamis atau mencoba hal-hal baru di luar pakem. Contoh-contoh yang kugambarkan di atas hanya sebagian kecil saja yang coba ku-share. Kawan-kawan pasti lebih memiliki contoh hebat lainnya. Pola kebiasaan yang statis cenderung mengarahkan pemikiran seseorang ke arah pragmatis dan tidak kreatif. Dalam istilah tertentu disebut dengan In-Box Thinking.

Pada kisah pertama, dengan anggaran yang sama-sama sangat besar, sangat mungkin jika rekreasi dilaksanakan dengan cara piknik ke luar Bali, Bunaken, atau luar negeri malahan dengan naik pesawat dan menjadi rekreasi perusahaan yang lain dari yang lain. Sementara pada kisah kedua, bayangkan coba jika ada pedagang bakso yang membuat cetakan baksonya berbentuk lain dari yang lain. Misalnya bentuk simbol Cinta, atau Bintang. Dijamin unik dan menarik. :). Kisah selanjutnya bisa kita kembangkan sendiri. Intinya, kita harus bisa dan mampu untuk berfikir secara Out Of The Box.

Jika saat ini kita masih berada berfikir di dalam kotak. Maka, saatnya bagi kita untuk keluar dari kotak itu. Jika kita sudah merasa di luar kotak, maka kita harus mencoba keluar dari kotak itu karena sebetulnya dengan kita keluar dari kotak kecil, kita sebetulnya masih berada di dalam kotak meskipun dalam ukuran yang lebih luas dari kotak sebelumnya. Maka marilah kita selalu pelihara pemikiran Out Of The Box itu. Harapannya kita mampu hidup dengan dinamis dan aktif serta kreatif.

Dia menumbuhkan bagimu, dengan air hujan itu, tanaman zaituin, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan ayat-ayat Allah (atau tanda kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berfikir. (QS. An Nahl:11)

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah (tanda-tanda kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mempergunakan akal. (QS. An Nahl:12)

PS: Foto di atas adalah karya Den Baguse’ Fadly (seorang fotografer profesional – kawan)

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

18 Tanggapan

  1. pemikiran out of the box :
    1. ya benar, mgkn tukang bakso itu bs memodifikasi baksonya berbentuk lophe2 *halah…
    2. untuk rasa, spy gak hanya gurih, asin, dan berasa vetsin kental, dia mencampur dengan bahan2 yg dilarang atau diharamkan.
    untuk contoh 1, bs lah pemikiran out of the box nya dijalankan. tp untuk contoh 2, hmmm… tlg deh difikir lagi.
    jd pendapat saya disini, gak hanya cukup berfikiran out of the box, tp juga harus memperhatikan norma dan aturan yang mengiringi untuk melakukan pemikiran di luar pakem.

    • @ME: yup,, di samping Outbox Thinkig, kita juga perlu memerhatikan LINE

      Keep Our Way In The Right Track !!

  2. setuju sama yg di atas,…norma kepatutan tetep di perhatikan….kalah nanggepin niih… :P….
    …mataku ga bisa lepas dari tulisanmu fik…

    • @Fadly: Oke Fad…

  3. Saya sendiri bingung…

    Apakah saya ini berpikir di dalam atau di luar kotak? 😦

    • @Asop: wah tanyakan pd rumput yg bergoyang Sop..

  4. ada 4 P dalam marketing yg kita tau,terakhir ditambahkan lagi satu P,yaitu Purple Cow.

    apa itu purple cow? kalau liat sapi warna itam atau putih atau coklat kan udah biasa ya?
    nah kalau liat sapi warna ungu kita pasti terkesan atau takjub kan??

    makanya perlu difrensiasi dari yg lain agar biar dikenal pasar 😉

    btw fotonya keren abis mas 😛

    • @Didot: belajar dr mana tuh istilah Purple Cow??

      :))

  5. pengen ngomentari baksonya hehe
    itu kan baso gepeng
    *lagi laper*

    • @Jule: Hu’um

      itu juga kreatif lho..

      *dah kenyang

  6. Banyak sekali info menarik yang aku temukan di sini…
    Kalo menurutku satu-satunya cara adalah membuka diri terhadap koreksi dan masukan orang lain. baik itu menyenangkan atau menyakitkan. dengan begitu kita akan bisa maju… he he he

    • @Ahsan: Insya Allah kang ahsan tmbahan masukan nya semoga bs diteladani ……

  7. lho ada ya bakso nya ya pipih??? *komen ga penting

    • @Fitri: :gubrak:

      setuju dg yg ngasih komentar
      😀

  8. Bagaimana dengn inside the box?
    Sebenarnya kita memang suka salah kaprah menggunakan istilah, out of the box toh akhrinya harus inside the box juga karena sebuah ide perlu dinyatakan dan bermanfaat di dalam kotak.

    • @Siska: yup…

      siska, makasih lho…

  9. siiipp lah ^^…….. like this

    • @Cempaka: gitu doang??

      ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: