Ia Telah Tersenyum Kembali……


Beberapa pekan lalu, tepatnya tanggal 12 Juni 2010, kawan-kawan tentu masih ingat dengan seorang kawanku yang harus melakukan operasi atas penyakit Kanker Otak yang dideritanya. Pada saat itu, dia harus melakukan operasi dengan resiko kematian cukup tinggi tersebut di Singapura.

Jujur, aku sempet khawatir apakah nantinya takdirnya berakhir di meja operasi atau sebaliknya, Allah masih memberikannya kesempatan untuk hidup berkarya meskipun dengan kanker yang diidap dan menyerang otaknya. Kalaupun Allah masih memberikannya kesempatan hidup, ada resiko besar lainnya yang juga sangat berpotensi menjadi efek setelah operasinya. Resiko itu adalah ia berpotensi cukup tinggi pula untuk kehilangan sebagian memori pada otaknya. Dalam perkataan lain, dia bakal kehilangan ingatan-ingatan masa lalunya –sedikit atau banyak-.

Bukan tanpa alas an aku khawatir akan keadaan kawanku itu. Pasalnya, saat ia menuliskan status terakhir yang ia tulis di sebuah web bunyinya “The End is so close….,”. Karena tidak mau berfikir yang buruk, aku menafsirkan kalimat itu dengan “Penyakit ini akan segera berakhir. Dan aku akan sembuh dan bisa kembali tersenyum serta menyapa kawan-kawanku dan semakin terus berkarya.”

Satu pekan berlalu, aku masih belum mendengar kabar berita darinya. Ketika dua pekan berlalu dan masih belum memperoleh kabar satupun berita tentang dia. Aku pun sempet ber-su’udzon bahwa ia telah pergi. Kupikir ia telah tiada.

Namun tiba-tiba pada hari Rabu (23 Juni 2010) saat aku terbaring demam tinggi sepanjang malam dan berangsur-angsur –Alhamdulillah- turun ketika menjelang subuh hari Kamis (24 Juni 2010) aku bermimpi chatting dengannya. Selanjutnya, pada Kamis malam hari pun aku kembali bermimpi chat dengannya lagi. Perlahan, keyakinanku bahwa ia masih hidup tumbuh kembali. Puncaknya, pada hari Ahad (28 Juni 2010) pagi, ia pun mengabarkan diri. Dan pagi tadi, ia pun sudah bisa berkomunikasi denganku. Ia berkisah bahwa ia baru pulang dari rumah sakit 3 hari sebelumnya (sebelum hari Senin).

“Alhamdulillah, syukur Alhamdulillah,”. Aku hanya bisa mengucap syukur itu kehadirat Allah atas keberhasilannya menjalani operasi yang cukup melelahkannya. Tetaplah berkarya ya sobat..!!! “Semoga Allah SWT memberikanmu yang terbaik!”

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. alhamdulillah 😀

    • @me: alhamdulillah

  2. Alhamdulilah…….seneng dengernya………

    andaikan bisa ketemu langsung ma orangnya …

    • @Cempaka: berkat doamu juga dan doa Me..

      mau diapakan orangnya??
      :-S

  3. alhamdulillah, berarti insya Allah dia bs dtg ke nikahannya mas. Hihi..

    • @Ega: insya Allah

  4. Alhamdulillah…

    • @Puri: 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: