Ada Kuburan di Komplek Masjid Agung Solo


Banyak yang tidak mengetahui bahwa di belakang bangunan masjid Agung Surakarta, Solo, terdapat sebuah (atau malah dua buah) makam. Namun ntah itu makam siapa aku kurang tahu. Dan apakah makam itu ada penghuninya pun aku juga tidak mengetahuinya pula. Penghuni yang kumaksud di sini adalah jenazah yang ada di dalam makam itu, bukan penghuni dalam arti ghaib.

Makam itu tepatnya terletak di sebelah barat dinding masjid Agung. Inilah foto makam yang dapat ditengok dari jendela barat Masjid Agung Surakarta.

Kuburan di Masjid Agung Surakarta

Kuburan di Masjid Agung Surakarta

Diriwayatkan dari al-Harits an-Najraani, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda lima hari sebelum beliau wafat, ‘Ketahuilah, sesungguhnya ummat-ummat sebelum kalian telah menjadikan makam-makam Nabi dan orang shalih mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah kalian jadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku, melarang kalian darinya’,” (Shahih, Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf [II./375-376]).

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah orang-orang yang pada saat hari Kiamat terjadi sedang mereka dalam keadaan hidup dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid’,” (Shahih, HR Ahmad [1/405 dan 435], Ibnu Hibban [2325], Ibnu Khuzaimah [789], Abu Ya’la [5316], Ibnu Abi Syaibah [IV/140], Abu Nu’aim dalam Akhbaar Ashbahaan [1/142], ath-Thabrani dalam al-Kabiir [10413] dan al-Bazzar [3420]).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata dalam kitab Zaadul Ma’aad (111/572), “Berdasarkan hal itu, masjid harus dibongkar bila dibangun di atas kuburan. Sebagaimana halnya kubur yang berada dalam masjid harus dibongkar. Pendapat ini telah disebutkan oleh Imam Ahmad dan lainnya. Tidak boleh bersatu antara masjid dan kuburan. Jika salah satu ada, maka yang lain harus tiada. Mana yang terakhir didirikan itulah yang dibongkar, Jika didirikan bersamaan, maka tidak boleh dilanjutkan pembangunannya, dan wakaf masjid tersebut dianggap batal. Dan jika masjid tetap berdiri, maka tidak boleh shalat di dalamnya berdasarkan larangan Rasulullah saw. dan laknat beliau terhadap orang-orang yang menjadikan kubur sebagai masjid atau menyalakan lentera di atasnya. Itulah dienul Islam yang Allah turunkan kepada Rasul dan Nabi-Nya Muhammad saw. meskipun dianggap asing oleh manusia sebagaimana yang Anda saksikan.”

Iklan

6 Tanggapan

  1. Kalo makam yang terletak di halaman masjid bagaimana, ya, pak ??
    karena di daerah2 banyak juga yang menggunakan halaman belakang masjid untuk pekuburan..

    • @Putri: wah, sy tidak bisa enjawabnya
      bukan kapasitas sy untuk memberikan jawaban yg komprehensif.

      maaf

  2. iya, setahu aku memang tidak boleh ada makam dalam lingkungan masjid… karena ada sabda Rasulullah tersebut…
    namun sepertinya di indonesia ini masih banyak yang mengkeramatkan makam sampai mereka melakukan sholat di makam..astaghfirullahaladziim…

    • @Funky: 🙂

  3. Di komplek Masjid Sunan Ampel Surabaya juga ada makamnya…
    Katanya sih itu makam juru kunci yang sempat hidup dan meninggal sampe 9 kali….

  4. hadistnya kan “masjid harus dibongkar bila dibangun di atas kuburan” bukan “gak boleh bangun kuburan di lingkungan masjid”, nah masjidnya kan ga di atas kuburan, cuman kuburannya berada di samping masjid, yang berarti orang ketika Solat tidak berdiri di atas kuburan siapapun, so menurut aku sah-sah saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: