Tips Bagi Khotib Jumat Agar Jamaah Tidak Ngantuk


Ada Ga Ya Khotbah Kayak Bung Tomo Di Jaman Sekarang?

Ada Ga Ya Khotbah Kayak Bung Tomo Di Jaman Sekarang?

Tips Bagi Khotib Jumat Agar Jamaah Tidak Ngantuk

Pekan-pekan sebelumnya, aku telah posting banyak hal mengenai Jumat dan Sholat Jumat serta khotbah Jumat tentunya. Karena merupakan hari raya [yang kecil] bagi umat Islam, maka tak salah jika aku posting mengenai Keutamaan Jumat. Selanjutnya, karena masih penasaran dengan tema tentang Jumat, maka aku juga mencurhatkan diri mengenai Khotbah Jumat yang hampir selalu bikin ngantuk. Masih belum bergeser dari tema Jumat, aku juga sering merasa heran dengan respon dan aneka macam perilaku umat Islam yang bikin aku geleng-geleng dan kadang tersenyum kecut sendiri yang pernah atau sering kujumpai saat khotbah Jumat. Aku pun juga curhat lagi tentang Tingkah Polah Para Jamaah Saat Khotbah Jumah #1 & #2.

Hari ini, karena masih penasaran dengan hari yang menjadi libur resmi selama aku sekolah itu, hampir 14 tahun, maka kutulis saja tips bagi khotib Jumat agar jamaahnya tidak ngantuk. Lha emang aku sudah pernah jadi khotib? Jawabku: belum. Lho kok mau ngasih tips dan kiat? Emang Ga boleh? Hmm, ya setidaknya, saran ini adalah saran yang coba untuk diajukan kepada para khotib agar bikin mata jamaah tidak ngantuk dari salah seorang jamaah sholat Jumat yang cerewet. 😀

Okelah, langsung to the point saja. Saran dari aku -salah seorang jamah- kepada para khotib Jumat adalah:

  • Pak khotib, kenapa sih pak kalau bapak khotbah itu lama? Kenapa ga dibikin ringkes, padat, singkat dan tidak perlu lama-lama? Ini sekedar saran lho pak. Masalahnya gini, kalau bapak khotbahnya lama, dan temanya ga asyik yang ada wajarlah pak kalao jamaah pada tidur. Jamaah khan seperti merasa ndengerin orang ngedongeng. Ya nggak sih? Coba deh, khotbah ga perlu waktu ½ jam, tujuh menit sampai 10 menit aja. Pasti deh, yang ngantuk bakalan sedikit tuh. Coba deh praktekin. Diriwayatkan dari Amar bin Yasir RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya lamanya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, adalah pertanda kepahamannya (dalam urusan agama). Maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah !” (HR. Ahmad dan Muslim)[Lihat juga Ahkamush Shalat, hal. 105, Fiqih Sunnah, jilid I/263, Nailul Authar, jilid III/305-307]
  • Tip or saran kedua bagi pak khotib, coba deh bapak kalau khotbah itu jangan kayak orang dongeng. Sebagai seorang pembicara, bapak seharusnya tampil dengan semangat dan penampilan yang menarik perhatian. Jangan kalah pak dengan para trainer-trainer MLM atau pelatihan-pelatihan, seminar-seminar entrepreneurship di hotel-hotel itu pak. Atau bapak-bapak khotib ingin lihat training-training seperti itu dulu? Hmm,,, nanti hubungi aku aja ya pak. Cobalah saat menyampaikan khotbah itu bapak menyampaikannya seperti orang yang hendak mengobarkan semangat berperang kayak “Bung Tomo”. Hmm, dijamin pak (insya Allah) para jamaah bakal semangat tuh untuk ngedengerin. Diriwayatkan dari Jabir RA, bahwa jika Rasulullah berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya keras, dan nampak sangat marah, sampai beliau seperti orang yang sedang mengobarkan pasukan (untuk berperang) (HR. Muslim dan Ibnu Majah) [Lihat Nailul Authar, jilid III/307, Fiqih Sunnah, jilid I/263]
  • Ini saran dan tips yang ketiga pak. Kalau bapak pas mengisi khotbah Jumat, janganlah bapak memberikan khotbah-khotbah yang bertema jadul dan ga gaul lebih-lebih mboseni. Hehehehe. Kalau bapak masih saja membahas tema-tema konvensional semacam rukun sholat, rukun wudhu, keimanan & ketakwaan secara umum atau tema-tema sejenis ya wajar kalau banyak jamaah yang mengantuk karena temanya dianggap “itu-itu aja”. 😦 . Coba deh bapak ambil tema yang sedang HOT di tengah masyarakat pada saat itu. Mungkin kalau sekarang tentang video mesum [mirip] artis, maka ambilah tema itu pak, wah dijamin dah jamaah bakal tertarik (hehehehe). “Khutbah wajib memperbincangkan salah satu urusan kaum muslimin, yakni peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi di kalangan kaum muslim dalam berbagai aspeknya. Hal ini mengingat Rasulullah SAW dan para khalifahnya dahulu –yang senantiasa menjadi khatib –sesungguhnya berkedudukan sebagai pemimpin politik (Al Qaid As Siyasi) bagi kaum muslimin. [Lihat Ahkamush Shalat, Ali Ar Raghib hal. 104]
  • Saran terakhir buat bapak-bapak khotib mungkin sedikit liar pak. Maaf lho pak jika bapak tidak berkenan. 😀 Coba deh bapak berimprovisasi saat khotbah Jumat dengan membawa alat-alat bantu. Hmm, kalau sekarang misalnya aku mengusulkan bapak bawa Laptop yang terkoneksi dengan LCD Proyektor. Nah, saat bapak berkhotbah, bapak bisa menggunakan LCD proyektor tersebut sebagai alat bantu. Misalkan untuk memutar video-video pendek yang berhubungan dengan tema, ayat-ayat suci Al Quran yang terilustrasi, teks-teks dalil ayat atau hadits, menyajikan data-data tertentu, atau apalah yang bisa dilakukan dengan alat bantu itu. Alat bantu mungkin tidak hanya LCD proyektor sih, bisa apa saja yang memang bisa untuk membantu seorang khotib saat menyampaikan ceramah.

Hmm, mungkin itu sajalah pak sementara yang ingin kusarankan kepada bapak selaku khotib dari aku -salah seorang jamaah rutin sholat Jumat- 😀 Dengan khotbah yang pendek, singkat, & padat dengan disampaikan secara lantang dan bersemangat serta mengambil tema-tema yang aktual, tajam & terpercaya, insya Allah efektif untuk mengurangi ngantuk yang menghinggapi para jamaah. Amiin.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

12 Tanggapan

  1. wew…biasa ceramah ya mas? hehee

    • @NUr: gmn sih? khan udah dijelasin di atas.
      belum pernah khotbah Jumat
      klo skedar ceramah sih pernah

  2. Asik, luar biasa sekali, Mas Ahmed. 😆
    Sip, pake proyektor alias infocus manteb juga yah. :mrgreen: Yang penting singkat, padat, jelas. 😀

    Juga jangan lupa, harus berapi-api kayak Bung Tomo (kalo bisa). 😀

    • @Asop: owh itu namanya infocus to??
      baru tahu aku

      wkwkwwkkwwk

      ada ga ya masjid yg gitu??

  3. setuju,khotbah jumat juga adalah tempat menyampaikan aspirasi politik,jadi bisa berkobar2 kalau menyampaikan sesuatu yg diyakini dgn semangat mewujudkannya 😛

    • @Didot: owh, gitu ya??

      *masih perlu menyimak

  4. apa dengan waktu 7 – 10 menit atau setengah jam, ckup ya mas buat presentasi pake infocus? :mrgreen:

    btw, saran yang keren. 😎

    • @Mvstova: klo semua sudah siap, sy rasa bisa ajah.
      sy jd inget waktu disuruh presentasi Skripsi dalam waktu 10 menit saja lho

      bayangin, skripsi yg tebal hrs selesai dlm 10 menit secara padat, jelas dan singkat

      kuncinya adalah menjawab Perumusan MAsalah nya khan??

  5. Bukan pesimis tapi gaya khutbah seperti itu tidak akan diterima untuk kalangan ‘konservatif’ yang salah satunya tidak boleh banyak bergerak dan harus memegang tongkat. Alih-alih membuat jama’ah tidak tertidur saat khutbah, bisa jadi jama’ah tidak tertidur karena ‘semangat’ ketidaksetujuan. Ada baiknya tentang hal ini dikonsultasikan lagi dengan ahlinya, bukan cuma ahli fikih tetapi juga ahli dakwah 🙂
    Btw, nice posting … semoga istiqomah 😀

  6. Tulisan bapak bagus koreksian terhadap para khotib, tp klu hrs membawa laptop kayanya repot kalu saya dengan saran banyak khutbah jangan panjang2 sebab itu nemnbuat ngantuk seharusnya isi padat dan ketika menyampaikan suara yang lantaang/semangat 10 menit s /d 15 menit aja

  7. he..he..wedhusss !

  8. maaf sebelumnya, setahu saya justru Hari Jum’at bukan hari kecil utk umat muslim justru hari jum’at lah yang mubarok hingga dalam beberapa hadits shahih disampaikan seperti hari Ied (fitri dan qurban) cuamn kita saja yang kadang menganggap hari jum’at seperti hari2 biasa..semoga bisa bermanfaat untuk kita semua..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: