Mengawali Membaca Novel The Lost Symbol


Hmm, mulai kemaren (20 Juni 2010), mumpung libur, aku mengisi aktivitasku di kamar kos dengan membaca novel thriller karya Dan Brown, The Lost Symbol. Buku itu sendiri sebetulnya telah kubeli di Kwitang sejak bulan lalu bersama dengan novel menarik lainnya karya Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara. Namun, dikarenakan melihat tebal buku yang cukup nyaman untuk dijadikan sebagai bantal dan kesibukan kerja rutinitas harian membuatku menunda-nunda untuk membaca karya Dan Brown itu.

Seperti novel-novel Dan Brown teradahulu (Digital Fortress, 1998; Angels & Demons, 2000; Deception Point, 2001; dan terakhir The Da Vinci Code, 2003), sosok penulis ini begitu tertarik untuk menjadikan objek-objek simbol, kode rahasia, misteri, kriptopgrafi, kunci, sandi, teori konspirasi dan hal-hal ‘mistis’ namun juga sekaligus bermuatan science.

Pada The Lost Symbol, Brown masih menggunakan sosok Robert Langdon sebagai tokoh utama dalam novel ini. Berperan sebagai seorang simbolog, Robert Langdon sangat tepat menyampaikan ‘pesan’ kepada pembaca untuk berdecak kagum dengan plot yang diusung Brown dalam menyingkap selimut tabir misteri-misteri dan rahasia kuno di Amerika Serikat. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: