Tingkah Polah Para Jamaah Saat Khotbah Jumah #1


Foto Diambil Dari sumber: www.mfahmia2705.posterous.com (klik pada gambar)

Foto Diambil Dari sumber: http://www.mfahmia2705.posterous.com (klik pada gambar)

Sebelum posting tulisan ini, beberapa waktu lalu aku sedikit curhat tentang persoalan kenapa setiap datang sholat Jumat, mayoritas jamaah lebih suka tidur atau minimal ngantuk. Nah, untuk posting yang sekarang, aku ingin berbagi cerita saja perihal beberapa kebiasaan orang-orang (baca: jamaah) saat mendengarkan khotbah Jumat. Ada setidaknya dua alasan kenapa aku ingin berbagi cerita tentang kebiasaan ini. Pertama, karena sebagian besar kebiasaan yang dilakukan para jamaah menurut penilaianku bisa ‘membahayakan’ sholat Jumat mereka. Alasan kedua, aku hanya ingin berbagi cerita tentang fenomena umat Islam [khususnya Indonesia] dalam merayakan hari [sedikit] besar umat Islam ini.

So, apa saja sih kebiasaan-kebiasaan dan tingkah polah dan unik para jamaah saat khotib sedang menyampaikan khotbah Jumat? Berikut ini beberapa hal yang sering atau minimal pernah kusaksikan 😉 :

  • Tidur / Tertidur

Agaknya, untuk aktivitas yang satu ini sudah kubahas di postingan sebelumnya dan telah banyak kita ketahui bersama. Bahkan, mungkin aktivitas satu ini paling banyak dilakukan oleh mayoritas jamaah di Indonesia :D. Hmmm,, penyakit ini memang susah untuk dicarikan solusinya yang efektif sepertinya. Huft. :(.

Meskipun hal ini sejauh pengetahuanku tidak membuat sia-sia Jumat kita, namun hal ini tetaplah kurang tepat kalau tidakmau dikatakan salah. Menurut sebuah pendapat, orang yang ngantuk disunnahkan untuk pindah dari tempatnya ke bagian lain di masjid. Pendapat itu mengutip sebuah riwayat dari Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dengan
sanad shahih dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah SAW bersabda “Jika salah seorang di antara kalian mengantuk di tempat duduknya pada hari Jum’at, maka hendaklah dia pindah (bergeser) dari tempat itu ke tempat lainnya.”

  • Sholat Sunah (entah sholat sunah apa)

Sering sekali aku melihat beberapa jamaah, jika azan setelah khotib berdiri mengucap salam selesai, sebagian mereka berdiri kembali dan mendirikan sholat sunah dua rakaat padahal otomatis setelah azan tersebut selesai, sang khotib menyampaikan khotbahnya. Sampai hari ini, aku masih bingung saja dengan sholat sunah itu. Sebenarnya mereka sedang sholat apa sih? Kalau sholat sunah itu dilakukan oleh orang yang terlambat masuk masjid, aku masih memahami bahwa ia melaksanakan sholat sunah. Terlambatnya orang pada ibadah sholat Jumat bukan pada ketertinggalan rakaat sholat, namun diukur pada saat khotib berdiri. Jika ia datang sesudahnya, maka ia terhitung terlambat. Sholat sunah bagi jamaah yang terlambat tersebut sesuai dengan riwayat dari Imam At-Tirmidzi bahwa suatu ketika ada seorang lelaki datang terlambat ke jum’atan sementara Rasululloh, sedang berkhutbah, maka beliau Rasululloh menyuruh orang tersebut untuk melakukan dulu sholat sunnah dua roka’at. Tapi jika orang yang bersangkutan tidak terlambat tapi sholat lagi, sholat apa gerangan ? :-S Ada yang tahu?

  • Petugas Ngedarin Kotak Infak, Jamaah Memasukkan Sejumlah Uang

Umumnya masjid yang selama ini kuketahui, kotak infak itu diedarkan secara bergeser oleh para jamaah masjid hingga selesai. Namun, saat pertama kali aku sholat di Masjid Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat, kotak infak diedarkan oleh beberapa petugas yang ditunjuk. Di kotaknya ada lonceng kecil sehingga dengan sedikit digoyang, ia mengeluarkan bunyi gemerincing kecil. Unik memang.

  • Jamaah Ngedarin Kotak Infak Sambil Memasukkan Sejumlah Uang

Aktivitas ini juga umum dilakukan di masjid-masjid mayoritas di Indonesia. Kotak diedarkan oleh para jamaah secara bergeser. Kalau di Masjid Agung Solo, biasanya kotak itu diedarkan setelah sang muazin mengumandangkan azan pertamanya. Di Masjid Agung Solo, azan dilakukan dua kali. Azan pertama sebagai pertanda masuk waktu dzuhur dan sebagai pertanda kotak infaq diedarkan agar tidak mengganggu jamaah saat nantinya khotib mulai menyampaikan khotbahnya. Azan kedua adalah azan yang dilakukan setelah sang khotib berdiri dan mengucap salam. Namun, kebanyakan masjid-masjid di Indonesia, kotak-kotak infaq ini diedarkan di saat khotib sedang menyampaikan khotbah. Oleh sebagian ulama, hal tersebut dianggap tindakan yang merusak atau mengurangi kesempurnaan sholat Jumat. Mereka mendasarkan pada riwayat umum “…Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum’atnya.” (HR. Muslim). Menurut mereka, jika main-main kerikil saja dianggap sia-sia, bagaimana jika harus mengambil uang dari saku kemudian memasukkannya di kotak. Hal ini dianggap oleh mereka sebagai kegiatan pemecah konsentrasi jamaah pada khutbah Jumat.

  • Melangkahi Orang yang sedang duduk

Seringkali, jika khotbah telah dimulai, orang-orang yang sudah terlambat ingin duduk di tempat duduk yang ada di depan yang masih kosong. Karena masjid umumnya sudah dipenuhi oleh jamaah yang duduk mendengarkan khotbah, jamaah yang terlambat itu biasanya akan melangkahi sela-sela diantara orang yang tengah duduk di depannya. Mereka yang terlambat seringkali melangkahi (pundak) orang yang tengah duduk. Oleh Rasulullah, tindakan ini dilarang karena mengakibatkan orang yang melangkahi itu hanya memperoleh pahala sholat zuhur saja dan tidak memperoleh pahala keutamaan sholat Jumat-nya. Barangsiapa berkata-kata (saat imam berkhutbah) atau melangkahi pundak orang lain (ketika melangkah dalam masjid), maka ia hanya mendapat (pahala) shalat Zhuhur.” (Hasan, HR Abu Dawud [347] dan Ibnu Khuzaimah [1810]).

  • Main-Main kerikil di karpet

Kadang disengaja atau tidak, terkadang sering juga kulihat beberapa jamaah entah karena males dengerin khotbah yang menjemukan atau bagaimana, tak sedikit yang bermain-main kerikil-kerikil kecil di karpet dan mengesampingkan isi khutbah. “…Barangsiapa bermain-main kerikil, maka sia-sialah Jum’atnya.” (HR. Muslim)

  • Mencabuti Karpet

Aktivitas ini pun juga hampir sama dengan di atas. Seringkali iseng dilakukan oleh sebagian jamaah entah secara sadar atau tidak sadar.

Sementara itu dulu. Lanjutannya kuposting ntar malam aja. 😉

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

11 Tanggapan

  1. jadi kurang maknanya ya de… kurang ditempatkan pada posisinya

    • @Sunflo: iya kale mbak
      😀

  2. bagaimana shalat jumat itu bukan suatu rutinitas yang menjemukan? gmana caranya mngetuk kesadaran kaum muslimin untuk memaknainya lebih dalam?

    • @Novi: salah satunya adalah dg membaharui metode berkhotbah…
      khotbah diperpednek dan sholat diperpanjang sbgmn sunah Nabi.
      mungkin itu salah satu solusinya

  3. untung pas blue sholat tak terekam y.heheh
    salam hangat dari blue

    • @Blue: wah, ya ga bisa ngrekam lah mas, khan aq nya juga pasti lg sholat …
      hehehehe

  4. Kalo khotbah-nya membosankan, salah khotib-nya juga! 😡

    • @Asop:ada benarnya juga Sop..
      krn memang seharusnya khotib jumat itu yg bersemangat saat berkhotbah

      • Benar, dengan suara keras dan lantang. Dijamin jamaah ga akan ngantuk karena dibuat kaget dengan suara2 keras khotib. 🙂
        Jangan kayak suara Aa Gym pas ceramah… 😦

  5. kalau saya tergantung ceramahnya juga sih mas,kalau seru ya mantengin terus 🙂

    • @Didot: jujur, aq pun juga begitu,
      tpi ya mau ga mau tetep aku berusaha ndengerin sih mas..
      😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: