[Seputar Piala Dunia 2010] Perdebatan Tentang Offside Pemain Mexico



Jebakan Offside Sukses

Jebakan Offside Sukses (sumber klik saja)

Piala Dunia telah dimulai sejak 11 Juni 2010 kemaren dengan ditandai upacara pembukaan dan pertandingan perdana antara tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) versus Mexico. Pertandingan perdana Piala Dunia 2010 itu berakhir dengan skor 1-1. Namun, meskipun telah usai, pertandingan itu masih menyisakan kontroversi yang menjadi pembicaraan hangat mulai dari para penonton dan pencinta sepak bola, pemain, pelatih, wasit, wartawan hingga seorang Presiden Indonesia sekalipun. Nah lho.

Pemicu kontroversi itu disebabkan karena dianulirnya gol yang dicetak oleh Carlos Vela (Mexico) pada menit 37. Banyak sejumlah orang yang heran mengapa gol itu dianulir oleh wasit dan dikatakan bahwa Vela berada dalam posisi offside. Terlebih lagi, para pemain dan official team Mexico kenapa tidak melakukan aksi protes akibat putusan wasit yang menganulir gol yang dicetak tim-nya juga. Mereka seolah menerima begitu saja keputusan wasit yang menganulir gol Vela tersebut.

Mulai dari wartawan sebuah harian terkemuka nasional yang datang langsung meliput di stadion Soccer City, Johannesburg, sampai Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang menggelar nonton bareng di Jimbaran, Bali; ditambah lagi jutaan pasang mata pemirsa yang menyaksikan laga pembukaan Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan dan Meksiko — semuanya merasa heran.

Presiden SBY yang bersama sejumlah menteri dan wartawan mengadakan nonbar di Hotel Intercontinental, pun dikabarkan sampai memanggil Menpora Andi Malarangeng untuk menanyakan kepada ahli sepakbola perihal penganuliran gol dari Mexico tersebut.

“Andi, coba tanyakan ahlinya, saya masih penasaran,” ujar SBY kepada Menpora Andi Mallarangeng, sebagaimana kukutip dari Goal.com.

Sejumlah menteri pun memiliki pendapat berbeda-beda, tetapi tetap tidak bisa menyimpulkan penyebab dianulirnya gol tersebut. Andi hanya membandingkan dengan situasi tersebut jika terjadi di Indonesia.

“Kalau di internasional, pemain bisa menerimanya, tapi kalau di Indonesia wasitnya dikejar-kejar,” seloroh Andi.

Kontroversi (kalau memang dianggap sebagai kontroversi) itu bermula ketika pada menit 37 pertandingan, Gerardo Torrado (Mexico) melayangkan tendangan penjuru (corner) dari sektor kanan pertahanan Afrika Selatan. Bola diumpan ke jantung pertahanan, kiper Itumeleng Khune (Afsel) sedikit maju sambil melompat berupaya menggapainya. Tapi, kepala Guillermo Franco (Mexico) lebih dekat dan selanjutnya bola dioper ke hadapan Carlos Vela (Mexico). Gawang Afsel kosong melompong karena sudah ditinggal kipernya dan hanya dikawal Steven Pienaar (Afsel). Dengan leluasa, Vela (Mexico) melesakkan bola ke dalam gawang. Namun, Wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan tanpa ragu menganulirnya karena di pinggir lapangan asisten wasit mengibarkan bendera. offside!
Apa yang mendasari sang asisten wasit mengangkat bendera dan wasit Ravshan Irmatov juga kukuh menganulir gol pemain Mexico? Apakah benar mereka dibayar oleh tuan rumah Afsel dan mengatur pertandingan? Atau keduanya terlibat mafia wasit ? Jangan salah sangka dan berburuk sangka atau su’udzon terlebih dahulu sobat!


Di dalam peraturan FIFA atau Laws of the Game FIFA tentang peraturan offside, ada penjelasan detail tentang peraturan mengenai offside.1 Inti aturannya adalah, apabila setiap bagian dari kepala, badan, atau kepala pemain lawan yang lebih dekat dengan garis gawang (Garis Gawang atau goal line lho ya) dibandingkan bola dan pemain terakhir kedua, maka pemain tersebut terjebak offside.

Dalam insiden ‘kontroversial’ antara Afrika Selatan versus Meksiko kemaren, saat menerima umpan Franco, Vela berada lebih dekat dengan garis gawang ketimbang pemain terakhir kedua lawan, yakni kiper Khune yang bergerak maju menyongsong bola. Dalam posisi ini, maka Vela berada pada posisi offside meskipun masih ada pemain non kiper Afsel yang berada di garis gawangnya.

Mungkin saja, sebagaimana dugaan Goal.com, selama ini penonton (kita dan termasuk aku juga tentunya) terbiasa melihat penjaga gawang sebagai pemain terakhir sebuah tim sehingga jika seorang pemain sudah berhasil melewati penjaga gawang, kita sering berfikir bahwa dengan sendirinya sang pemain tersebut telah lolos dari jebakan offside. Padahal tidak otomatis begitu.

Dan faktanya, kejadian penganuliran goal pemain Mexico, Vela, kemaren adalah salah satu contohnya. Berdasarkan peraturan FIFA di atas, maka tak salah jika wasit Ravshan Irmatov tanpa ragu-ragu menganulir goal Vela karena ia memang berada dalam posisi offside. Tak salah pula dulu pada laga di Liga Champion Eropa, wasit tidak menganulir goal Diego Milito (Inter Milan) ke gawang Barcelona karena memang pada saat itu Milito tidak berada pada posisi offside. 🙂

Bagi kawan-kawan yang terbiasa main game Winning Eleven, Pro Evolution Soccer, atau FIFA mungkin sudah mengetahui peraturan ini dan tidak terlalu kaget dengan penganuliran goal Vela, pada pertandingan Piala Dunia kemaren. Pasalnya, dengan menggunakan simulasi serupa pada aplikasi-aplikasi game tersebut, pasti wasit akan menganulir goal yang dicetak. Jika masih belum percaya dan kurang yakin, coba deh mempraktekkan simulasi peraturan tersebut secara sederhana. Terapkan strategi jebakan offside dan saat tim lawan menyerang, majukan kiper mu ke depan posisi bek terakhir. Apa yang terjadi ketika penyerang lawan memberi umpan kepada rekannya? 😉

Semoga dengan sedikit pengetahuan yang entah baru atau lama ini, kita bisa sedikit meredam emosi dan makian terhadap wasit ketika tim kesebelasan yang kita dukung mencetak goal namun wasit menganulirnya. Khusus bagi para suporter [Indonesia] yang kerap mengecam, bahkan menganiaya, memukul, atau melempari batu ke arah wasit jika wasit yang memimpin pertandingan dianggap salah hendaknya mampu meredam emosinya, terlebih jika kita tidak mengetahui bagaimana aturan sepakbola-nya. 🙂 Salam sepakbola. Say No to Anarchy and Racist in Football !!

1 Offside Position

It is not an offence in itself to be in an offside position.
A player is in an offside position if:

he is nearer to his opponents’ goal line than both the ball and the second-last opponent

A player is not in an offside position if:
he is in his own half of the fi eld of play or
he is level with the second-last opponent or
he is level with the last two opponents

Offence

A player in an offside position is only penalised if, at the moment the ball touches or is played by one of his team, he is, in the opinion of the referee, involved in active play by:
interfering with play or
interfering with an opponent or
gaining an advantage by being in that position

No Offence

There is no offside offence if a player receives the ball directly from:
a goal kick
a throw-in
a corner kick

(silakan download aturan sepenuhnya FIFA tahun 2009/2010 di sini (klik di sini)

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. Waktu nonton, saya sempat bingung juga. Tapi setelah mencari tau peraturannya di fifa.com, saya jadi mengerti. Semoga saja wasit, pemain dan penonton sepakbola Indonesia juga mengerti. Supaya musim depan ndak ada kerusuhan cuma karena perbedaan pemahaman tentang offside.

    Tapi, apakah sistem baru ini sudah berlaku di semifinal UCL?

    • @Agung: krn aturan it adl aturan FIFA tahun 2009 – 2010, mestinya sudah berlaku kang…

      setuju kang, semoga suporter indonesia lebih dewasa lagi…

  2. pada awal golnya jg emank terkesan sah2 aja.. kontroversial gt.. ternyata aturan yg ini ada juga toh.. klo gol ini terjadi di indonesia, wasitnya pasti udh digebukin pemain dan suporternya… kayaknya hal2 ini cuma ada di indonesia deh.. :mrgreen:

  3. Itu memang offside.Karena hanya tersisa satu pemain di pertahanan Afsel,sedangkan kiper sudah maju.Satu pemain di belakang walaupun bukan kiper,tetap saja itu adalah offside.Lagian apapun yg terjadi,tetap saja itu keputusan wasit.
    Salam kenal.
    Mampir ya di http://lukmanjack.wordpress.com/

  4. manteb wan, jujur ane baru tau sekarang
    ane masih dongkol juga sih , tapi agak enggak setelah baca artikel ini. bner tu kalu di UCL udah di uber orang se setadion kalu main di kandang terus gol nya di anulir gitu :mrgreen:

  5. Iya, adik saya yang ngasih tahu ke saya bahwa ada aturan FIFA yang seperti itu. 😀

    Tapi saya ga marah dan kesal kok, karena Meksiko bukan tim dukungan saya. Saya dukung Jerman. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: