Totalitas Perjuangan & Hasan Al Bana


Karena lagi agak malas ngerjain tugas-tugas kantor, iseng-iseng aku nyari-nyari searching-searching a.k.a goggling sana sini, sampai ahirnya aku teringat akan lagu-lagu perjuangan mahasiswa yang pernah tak simpan di PC waktu masih menjadi Mahasiswa.

Masukin kata kunci satu per satu di situs mbah google sampai akhirnya ketemu beberapa lagu yang ku cari itu. Salah satunya adalah lagu yang berjudul “Totalitas Perjuangan”. Kalau kawan-kawan pernah jadi mahasiswa dan bahkan sempat aktif di kegiatan-kegiatan BEM atau aktivitas-aktivitas gerakan mahasiswa aku yakin dah tahu sama nih lagu. Bahkan mungkin sampai ke sejarah “berdarahnya” (lebai ya? Mungkin nggak juga sih karena emang sejarahnya panjang dan berdarah-darah).

Syairnya kurang lebih seperti ini:

Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan dipersimpang jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan dilembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Kalau menurut kawan-kawan gerakan Islam sih, pada kalimat syair paling bawah sering diganti dengan kalimat-kalimat yang lain karena bisa bikin jatuh kepada kesyirikan (untuk masalah ini aku ga mau bahas di sini, lihat di situs-situs Islam aja lah).

Aku ga terlalu ngerti sejarah detailnya. Yang jelas lagu ini begitu populer di tahun 1997 hingga 2000-an, menginspirasi dan menyemangati gerakan mahasiswa pada era reformasi. Sebuah lagu yang mungkin tak dilupakan oleh para aktivis reformasi di Indonesia pada umumnya. Terpublikasikan.

Lagu ini memberi inspirasi untuk membangkitkan semangat perjuangan mewujudkan kemakmuran bangsa. meski kecil, tapi tetap dengan harapan memberi warna dan makna.

Menurut salah seorang kawan blogger, konon syair lagu ini dimodifikasi dari buku-buku karangan Hassan Al-Banna. Menurut penelusuran kawan blogger itu, di dalam buku karangan Hassan Al-Banna yang berjudul “Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin” di halaman 139. ternyata terdapat syair yang dibuat oleh Hasan Al Banna, tentunya setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi seperti ini.

Kepada para pemuda

Yang merindukan lahirnya kejayaan…

Kepada umat yang tengah kebingungan di persimpangan jalan…

Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya,

Yang telah menggoreskan catatan membanggakan

Di lembar  sejarah umat manusia…

Kepada setiap muslim

yang yakin akan masa depan dirinya

sebagai pemimpin dunia dan peraih kebahagiaan

di kampung akhirat…

Kepada mereka semua

Kami persembahkan risalah ini

Syair di atas merupakan semangat Hassan Al-Banna dalam membela Agama ISLAM.

Oke kawan, SELAMAT BERJUANG…!!!

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

7 Tanggapan

  1. semangat..!!semangat!!!

    • @Jalu: insya ALLAHJ
      tetep semangat !

    • @Jalu: insya ALLAH
      tetep semangat !

  2. aku jadi merinding , syair ini.inget ketika masa-masa demonstrasi dulu.hmm kalo demo dulu posisinya dimana , he he he.salam sehat aku mau cerita tentang munir

    • @Kawanlama: aku di barisan penonton saja om 😦
      huft..

      ehehehehe

  3. Selamat berjuang! ^__^ 🙂

  4. Sayangnya perjuangan kaum intelektual belakangan ini cuma mengedepankan anarkisme. Ndak ada lagi akal cerdik khas mahasiswa dalam menghadapi rintangan. Apalagi yang di Makassar, setiap demonstrasi berujung rusuh. Kalau cuma mau rusuh, ndak perlu bawa-bawa nama mahasiswa atau pemuda Indonesia. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: