Khotbah Jumat Kenapa Selalu Bikin Ngantuk Sih?


Kawan, judul pertanyaan di atas sudah lama terlintas dalam pikiranku sejak lama. Mungkin jauh-jauh sejak masih di bangku SMA. Hampir di setiap khotbah Jumat, mayoritas jamaah sering kulihat dalam posisi menundukkan kepala tanda mengantuk [kalau tidak mau kukatakan memang tertidur] saat mendengarkan khotbah sang khotib. Aku sendiri pun tak menafikan diri juga sering terserang virus kantuk di saat mendengarkan khotbah Jumat. Meskipun sangat jarang sekali aku sampai harus tertidur, kecuali jika khotbah yang disampaikan benar-benar menjemukan atau pas aku dalam keadaan yang super capek.

Lucu dan anehnya, aku merasakan kantuk saat mendengarkan orang berceramah atau berkhotbah hanya di waktu khotbah Jumat saja, yang umumnya tak lebih dari ½ jam. Aku sering menghadiri ceramah lebih dari sejam sehabis maghrib yang disampaikan seorang ustadz tentang materi tertentu namun sama sekali tidak terasa ngantuk. Begitupula kulihat ke arah para jamaah mayoritas pun, mereka juga lebih banyak yang tidak mengantuk daripada yang mengantuk. Saat aku mendengarkan dosen kuliah berjam-jam dari pagi hingga sore (karena dulu kuliahku dari pagi sampai sore), meskipun tidak non-stop juga lebih sering kurasakan kantuk yang biasa dan tidak sampai membuatku tertidur. Tak jarang pula, kuhadiri seminar-seminar, bedah buku, diskusi ilmiah, debat publik, dan acara-acara serupa yang berlangsung berjam-jam dari pagi hingga siang pun secara umum aku tidak merasakan kantuk yang berlebih dan begitupula para jamaah kebanyakannya. Bahkan, ceramah sehabis sholat subuh yang diadakan di sepanjang bulan Ramadhan di rumahku pun masih mendingan dibandingkan dengan rasa kantuk yang timbul saat khotbah Jumat. Dari sini, aku semakin merasa aneh saja dengan fenomena ini. Apakah ada sebuah penelitian yang mengkaji hal ini? 😦

Kembali kepada topik sebelumnya, yaitu tentang khotbah Jumat yang selalu bikin ngantuk. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan?

Mencoba flashback ke masa lalu, aku teringat masa-masa kecilku saat kisaran TK-SD. Selama masa itu, aku hampir tidak pernah merasakan kantuk apalagi tertidur saat menghadiri khutbah Jumat, yang menjadi kewajiban bagi umat Islam ini. Aku hanya sekali ingat rasa kantukku yang sangat berlebih hingga bikin aku tertidur bahkan mesti tergelincir dari duduk sampai kepalaku terbentur lantai karpet di saat aku menghadiri sholat Jumat di aula SMA Muhammadiyah 1 Solo, saat aku mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Muhammadiyah di Solo tahun 1416 H / 1995 M (semoga aku tidak salah).

Sementara di masa SMP, rasa kantuk itu mulai terasa. Masa SMA-kuliah, rasa kantuk sudah mulai sering menghinggapi saat khotbah Jumat. Sementara saat ini, saat aku sudah mulai larut dalam aktivitas dan rutinitas kerja, rasa ngatuk saat khotbah Jumat sudah semakin gencar menyerang. Untungnya, sampai hari ini aku relatif masih cukup kuat untuk melawan rasa ngantuk itu dan berusaha menyerap informasi dari sang khotib khotbah Jumat. Alhamdulillah.

Salah satu tips yang kutempuh untuk meredam virus ngantuk saat khotbah Jumat selama ini adalah dengan mengikuti sunah / perintah Nabi Muhammad dengan mandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid. Barangkali, inilah salah satu alasan mengapa Nabi SAW menganjurkankan / menyunahkan agar umatnya mandi terlebih dahulu dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat menunaikan ibadah sholat Jumat, yaitu agar badan segar dan mampu meredam rasa ngantuk yang menyerang kita. Sayangnya, hal itu sudah jarang kulakukan saat ini karena hari Jumat, aku masih berada di kantor dan secara otomatis kurang memungkinkan jika sebelumnya aku harus mandi terlebih dahulu. 😦

Tips kedua yang biasa kulakukan adalah duduk di shof paling depan yang lebih dekat dengan posisi khotib yang berkhotbah dan menjauhkan diri dari benda-benda apapun yang bisa digunakan untuk bersandar (misal: tembok, tiang, pilar, dll). Kecenderungan kebanyakan jamaah yang duduk bersandar santai di tembok atau sandaran lainnya adalah menikmati santai dan lebih mudah mengantuk serta tertidur.

Selama ini, hanya tips itu sih yang coba kulakukan untuk meredam virus ngantuk menyerang saat khotbah Jumat tiba. Aku belum menemukan cara lain yang mungkin lebih efektif. 😦

Hmm, mungkin kamu punya tips lain dan mau berbagi ? I’m sure that we like that !!!

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

10 Tanggapan

  1. Wah, kalo saya sih ga ada tips khusus supaya ga ngantuk. Saya udah diwanti-wanti sejak kecil, bahwa khotbah itu harus didenger. Se-membosankan apapun sebuah khotbah, tetep harus didenger. Jadi, dengan hal itulah, saya menjaga diri saya agar gak ngantuk. 🙂

    • @Asop: sip sip Sop..
      iyo Sop, aku jg diwanti2 sejak kecil untuk gitu…
      dan aq berusaha utk tdk tidur….

      namun, klo urusan ngantuk, aq susah Sop…
      pasti ada saja rasa kantuk itu, meskipun itu hrs dilawan sih..

  2. Hmmm apa y ^^
    *mikirr*

    • @Cempaka: jiah, kebanyakan mikir sih kamu dek..
      :p

  3. tips yg bagus.. saya jg berusaha untuk sering melakukan 2 tips itu… hasilnya cukup efektif meredam rasa ngantuk..

    btw fotonya itu di masjid tanjung perak sby kan..?? pernah beberapa kali sholat disitu.. 😀

    • @Sapta: mengenai foto sepertinya iya mas..
      soalnya saya itu ambil dr web org yg lngsung ku link ke sana

      sholat disitu?
      bukannya smpeyan Unair?

  4. sudah jadi tabiat… sesuatu yang baik pasti bikin ngantuk, karena banyak setan yang menghembus2kan biar kitanya ngantuk

    • @Sunflo: hmm,, sy kurang setuju mbak sunflo… meskipun tdk menyalahkan lho…
      td khan sdh kujelaskan di atas khan? bhw rasa kantuk itu hny kurasakan saat khotbah jumat.
      sedangkan saat dtg di acara ceramah2 agama lainnya,
      atau kuliah2 yg jga adl sesuatu yg baik krn mencari ilmu,
      aku -khususnya- tdk merasa ngantuk lho..
      pdhal durasi waktunya lebih lama dr sekedar sholat jumat yg paling2 maksimal 1/2 jam

  5. kalau gak mau ngantuk ,diolesin minyak angin aja di bawah mata mas :mrgreen:

    • @Didot: wakakakakakk
      nyiksa diri tuh..
      😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: