Ngobrol Tentang Dahsyatnya Cinta…!!!


Sebuah pesan singkat aku terima di malam yang penuh penat saat aku mendapati tubuhku sudah sangat capek sekali. Kurang lebih isi SMS tersebut berbunyi:

Aku berpuisi untuk sebuah rasa kalah
diantara cinta yang telah lama terpendam
dan persabatan yang sudah diam,
aku berpuisi untuk sebuah rasa kalah
bukan untuk mengukir kisah dalam sejarah
tapi untuk sebuah rasa kalah.

Demikian kurang lebih isi sms tersebut. Sesaat aku tertegun. Apa maksudnya nih? Selidik punya selidik, ternyata sms itu berisi perasaan sakit hati seorang muslimah (baca: akhwat) atas saudaranya yang juga seorang akhwat. Akhwat ini merasa cemburu kepada saudaranya tersebut karena dianggap dekat dengan seorang ikhwan yang telah lama dia idamkan menjadi pendamping hidupnya. Tak kuasa menahan perih sakit hati atas perilaku sahabatnya tersebut, dikirimlah sebuah pesan getir perasaan hati sang ukhti.


Ternyata satu sms tak cukup meggambarkan perasaan ngilu sang ukhti ini. Dua sms, tiga sms, dan seterusnya dia kirim kepada sahabatnya tersebut hingga dalam perjalanannya, perahu persahabatan yang sedang berlayar terkembang terpaksa menabarak karang di tengah samudera ukhuwah. Persahabatan mereka mulai hilang dan luntur.

Kisah ini mungkin tidak hanya terjadi pada kasus ini saja. Puluhan dan mungkin ratusan atau bahkan ribuan akhwat muslimah di dunia ini pernah mengalami perasaan ini. Mungkin juga anda, pembaca yang terhormat.


Allah SWT menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Dia juga menciptakan manusia karunia yang indah dan tiada terkira bernama “cinta”. Sebuah karunia yang mampu menghadirkan rintihan sendu tangis, tetesan air mata, semangat bekerja, tersenyum tersipu malu, dan perasaan lainnya.

Tapi Allah juga memberikan aturan-aturan sebagai rule of the game dalam masalah cinta.

Diantara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) adalah Dia menciptakan dari jenismu pasang-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketentraman dari  (pasangan)-nya dan dijadikannya diantara kamu mawaddah dan rohmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (ar Rum: 21).

Ibarat seorang murid, maka ia harus taat pada peraturan sekolah yang dibuat.

Perasaan cinta mungkin sekali timbul karena adanya ketertarikan terhadap sebuah objek yang dicintai. Ketika seorang anak kecil tetawa riang melihat kupu-kupu yang terbang, ia tersenyum karena melihat indahnya warna kupu-kupu. Ketika di hadapan kita terdapat hidangan berupa buah apel yang masih segar di atas meja, sedangkan di sisinya terdapat buah apel yang sudah mulai membusuk, maka perasaan kita akan lebih tertarik untuk memilih buah apel yang masih segar. Rasa ketertarikan terhadap objek itulah yang kemudian lama kelamaan membawa alam sadar dan bawah sadar kita dalam perasaan yang disebut cinta.

Setiap orang pasti pernah merasakan cinta dan rasa cinta atau jatuh cinta. Entah kepada siapa dia dan dengan siapa dia merasakannya. Katakanlah, seorang pria jatuh cinta kepada seorang wanita. Tentunya perasaan itu tumbuh karena ada keterikan atas objek yang dicintai. Ketertrikan itu bisa karena kecantikannya, kehalusan kulitnya, paras wajahnya, lembut perasaannya, kehitaman rambutnya, kecerdasan otaknya, senyumnya yang menawan, jalannya yang menarik, atau rasa ketertarikan karena hal lainnya. Dan terakhir, ketertarikan itu timbul, pasti disebabkan oleh suatu “hal yang luar biasa”. Sehingga ketika melihat seorang wanita cantik reflek manusia normal akan mengatakan, “Alamak, bidadari darimana yang turun dari langit ini..”, atau ekspresi-ekspresi lainnya yang bisa saja terungkap dengan hati, reaksi fisik mata yang melirik tak terpejam dan lainnya.

Saat kita berada di posisi seperti itu, adakah yang kita rasakan kecuali dunia serasa milik kita saja. Adakah kita resakan selain rasa tuli dan bisu tak tertahankan? Pada saat itu, panah asmara yang sedang menancap di hati seolah membinasakan kita. Tinggallah Sang Pencipta kini sendirian. Kita mulai lupakan Dia.

Pada saat itu, ingatkah kita akan Sang Pencipta yang memberi rasa cinta sebagai karunia yang indah? Mungkin kita sudah menyembunyikannya jauh di balik kerasnya hati lembut yang telah membatu. Sepatutnya, perasaan cinta dilandasi perasaan ikhlas karena-Nya. Perasaan ikhlas yang terucap dari hati sanubari nurani. Perasaan cinta yang membuat Sang Pencipta merasa tidak cemburu kepada hamba-Nya. Perasaan yang membuat ke-ridho-an Sang Pencipta. Dan yang membuatnya ridho adalah dengan mencintai-Nya. Inilah cinta sejati yang suci. Sudahkah kita mendahulukan cinta hakiki ini daripada ‘cinta semu’ kepada ‘sang pujaan hati’? Tergetarkah kita saat Asma-Nya disebut? Sedangkan saat mendengar nama kekasih hati yang menawan hati terdengar hinggap di telinga kita, syaraf-syaraf otak kita akan langsung mengirim sinyal getar “dug..dug..” di dada kita.

Kawan, selamat menikmati cinta ! 🙂

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. hmmmm…. 🙂

  2. cinta itu yg utama kepada Allah,tapi cinta kepada Allah itu tidak mudah dilakukan,kebanyakan baru sampai di ucapan.

    hati hanya ada satu,tidak mungkin diisi oleh dua hal yg sama ,tinggal pilih mau diisi oleh nama yg mana ? 😛

    • @Didot: makasih pendapatnya

      @Egha: ham hem ham hem lho
      ckckckckcckk

  3. hmmm,,,paragraf terakhir >>sungguh menohok….

    cinta hakiki,cinta pada Ilahi adalah yang utama..
    cinta semu,cinta pada makhuk-Nya semoga menjadi jalan dan memperkuat cinta pada-Nya.

    *ngomong opo aku ki..??:))
    *ngomong cinta,,,jadi inget CINTA-ku=adik les(namanya=CINTA) yg plg gemesin n ngangenin.. 🙂

  4. ^^ yummyy.. Sekamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: