Pemblokiran Situs Porno di Kantor[ku]


Di kantorku, mulai sejak hari kemaren, sudah mulai dipasang ‘penyaring’ untuk memblok akses dari para karyawan yang berniat mengakses situs-situs pornografi. Kebijakan ini diterapkan untuk apa kurang kuketahui. Dugaanku, ini dilakukan untuk menutup pintu akses yang sering membebani bandwidth di jam-jam aktif kantor terutama serta menciptakan kefokusan kerja. Untungnya, Facebook bukanlah tergolong situs yang diblok di kantorku. 😀

Pornografi, istilah yang diambil dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia ini memang tak pernah bakal selesai untuk dikupas. Sejak zaman Leonardo da Vinci, sejak zaman sejarah Mataram Kuno, bahkan sejak zaman sejarah awal ditemukannya aksara dalam bentuk tulisan atau gambar-gambar, hingga kini diskusi-diskusi dan pembicaraan mengenai Pornografi hampir tak pernah berujung. Lebih-lebih, jika pembicaraan mengambil sudut pandang pemikiran liberal dan bebas atau Hak Asasi Manusia.

Beraneka ragamnya pengertian ‘ahli pornografi’ dalam mendefinisikan arti pornografi, memberi pengertian yang beragam yang tidak selalu diterima oleh seluruh masyarakat. Biasanya, insan yang menamakan diri sebagai pegiat seni akan senantiasa siap-siap terbakar jenggot jika mendengar adanya definisi pornografi. Atas nama seni, menjadi sebuah dasar yang kuat dan tak tersentuh bagi mereka untuk berkarya, apapun bentuk dan model serta ragam karyanya.

Dalam salh satu definisi, misalnya, pornografi diartikan sebagai adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Defini yang secara tegas membatasi pada objek manusia ini menjadikan binatang dengan segala bentuk pose, aksi, dan perilakunya tidak tergolong dalam objek pembahasan pornografi. Dari pengertian di atas, mungkin masih ada beberapa kalangan yang belum menyepakatinya. Sehingga, Kamus Besar Bahasa Indonesia sedikit menampilkan pengertian tersendiri tentang pornografi dengan pengertian penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.

Daripada menimbulkan perbedaan subjektif, aku coba untuk mengambil pengertian legal dari pornografi yang kupetik dari produk hukum di negara ini yang populer dengan sebutan UU Pornografi. Di dalam undang-undang ini, dijelaskan secara gamblang dengan batasan yang cukup jelas bahwa pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Berdasar definisi terakhir di atas, maka bentuk-bentuk pornografi bisa saja muncul dari gambar, foto, suara, bunyi, tulisan, video, dan lain-lain. Mengenai medianya, bisa terjadi dan berwujud pada audio, visual, atau audio-visual. Dulu, jika pornografi lebih banyak berwujud pada foto-foto atau video telanjang dan adegan persenggamaan, maka kini pornografi bisa berupa CS (Chat Sex), Voice Sex, Phone Sex yang lebih merangsang indera pendengar dengan suara-suara rangsangan tertentu serta tulisan-tulisan cabul. Harapannya, dengan tulisan atau suara-suara itu tercapailah orgasme bagi masing-masing pihak yang terlibat. Sebuah metode baru.

Pemblokiran situs-situs pornografi di kantorku mungkin tidak serta merta menghapuskan pornografi begitu saja. Sebetulnya, mau diblokir sedemikian rupa pun, masih banyak cara untuk bisa mengakses situs-situs porno yang diinginkan dengan cara-cara tertentu. Tentunya cara itu tidak akan kushare di sini, kendatipun aku bisa dengan mudah menyiasati pemblokiran kantorku dengan mudah. Namun, dengan adanya pemblokiran itu, setidaknya usaha beberapa rekan-rekan kantorku yang ingin mengakses sius-situs porno perlu bekerja lebih keras lagi. 🙂 Yah, semoga saja, dengan langkah pemblokiran ini, kita semua bisa bekerja lebih fokus dan tidak berfikir akan hal-hal yang berbau pornografi. Amiin

Terakhir, setuju kah kamu dengan pemblokiran situs-situs pornografi???

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

10 Tanggapan

  1. setuju, klo perlu blokir ym jg.. supaya para pegawainya bs fokus kerja… 😉

  2. Bagus lah kalo gitu. 🙂

  3. alhamdulillaah…
    di saudi juga situs2 yang bgonoan di blokir ga kek di negeri kita ya?

  4. wah gak perlu diblokir kalau mau liat gambar porno itu kok kayaknya gampang banget ya di internet ini?? kayaknya kita yg harus membatasi diri deh,menjaga mata dan hati kita agar tidak terkotori dengan apa2 yg diharamkan Allah untuk kita 🙂

    • betull.. setuju saya sama kang didot ^^
      kalau memang ga mau akses pornografi yaudah, sekalian gausah ada internet aja.. ^^.. tapi kan juga ga mungkin kalo ga ngenet… ^^ semuanya kembali kepribadi masing2 personal..yang terpenting kita tau etika yang benar dalam menggunakan internet yang sehat ^^….. ^^ hohohoiio

  5. walah.. situs porno diblokir, para pegawai malah jadi tambah g fokus karena sibuk memikirkan cara menembus blokade pada situs kesayangannya tersebut… :p

    Jadi, bagaimana dunk?

    Lebih baik blokir otak mesumnya pake software yang bernama “KEIMANAN DAN KETAKWAAN” hihihi…

  6. setuju..
    asal bukan FB atau semacamnya..hehehehe

  7. setuju diblokir aja..lebih baik mencegah dr pd mengobati..ntar pada gak konsen kerja lg gara2 liat yg begituan… 😀
    hmm..pasti ini gara2 efek dari skandal luna m**a ma vokalis itu.. :mrgeen:

  8. setuju…blokir aja? btw blokirnya pake apa?? software atau setingan router??

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/06/08/virus-virus-oh-virus-untung-ada-norman/

  9. @Dear: :p

    @Asop: bagus apanya?

    @Sunflo: hehehehehe….
    mskipun sbnre ga setuju sih dg pemblokiran 😀

    @ Didot: hmm, andai ini negara Islam… hmm

    @ Cempaka: Ingat, kejahatan tdk hny terjadi krn niat pelakunya, tp jg krn adanya kesempatan

    @ Puri: I Like This Puri…

    @ Deny: wakakakakaka,, suara hati neh sepertnya

    @ Sapta: kayaknya sih iya…

    @ Thomas : software klo kata atasanku, dan settingan router juga sih, cuman sbnre msh byk celah kok untuk keluar dr blokiran..

    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: