Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga, Dipukuli, Kemudian Dibunuh


Gambar Yang Memperlihatkan Tentara Israel Sedang Menyerbu Kapal

Gambar Yang Memperlihatkan Tentara Israel Sedang Menyerbu Kapal

Ada sebuah peribahasa atau ungkapan “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula” yang memberikan suatu arti adanya musibah yang terjadi dua kali atau beberapa kali secara berturut-turut yang menimpa seseorang. Alangkah malang nasib orang tersebut, orang yang mengalami jatuh dan lalu tertimpa tangga pula. Namun sekalipun demikian, hal itu masih lebih baik dari sebuah kejadian yang terjadi beberapa jam lampau di belahan dunia lain.

Mereka tidak hanya jatuh dan tertimpa tangga, namun mereka sudah jatuh ditimpa tangga, dipukuli, dan bahkan dibunuh. Sementara orang-orang yang hendak menolongnya dilarang mendekat apalagi hendak melakukan pertolongan. Aku merasa sudah tidak ada lagi ungkapan peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi rakyat Palestina, warga Gaza khususnya.

Beberapa jam lalu (31 Mei 2010), aku sempat membaca di sebuah media online Islam, mengenai kejadian penyerbuan oleh serdadu Israel atas sebuah konvoi kapal pembawa misi kemanusiaan yang hendak mengirimkan bantuan kepada rakyat Gaza. Berdasarkan beberapa sumber, kabar terakhir menyebutkan 20 relawan yang berada di dalam konvoi kapal perdamaian itu tewas.

Sebelumnya telah dikabarkan, pasukan Israel menyerang sebuah armada kecil kapal pembawa bantuan yang bertujuan untuk memecah pengisoliran rakyat Gaza. Laporan hingga sore ini (waktu Indonesia) menyebutkan 16 orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka ketika pasukan Zionis Israel menyerbu armada kapal, Senin pagi (31 Mei 2010), demikian sumber Radio Angkatan Darat Israel melaporkan.

Sementara TV Al Aqsha menyebutkan sedikitnya 20 relawan meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang pimpinan Gerakan Islam Palestina, Syeikh Raed Salah, sebagaimana kukutip dari PressTV.

Sebagaimana kita ketahui, armada kapal pembawa misi bantuan itu diserang di perairan internasional, 65 km lepas pantai Gaza. Potongan gambar dari cuplikan video di atas memperlihatkan tentara Israel bersenjata tengah menaiki kapal dan helikopter terbang di atas kepala mereka.

Wartawan Al Jazeera, Elshayyal Jamal, yang melaporkan langsung dari kapal Marmara Mavi, mengatakan tentara Israel telah menggunakan peluru tajam selama operasi tersebut.

Sementara itu, Radio Angkatan Darat Israel menyebutkan laporan penembakan oleh tentara Zionis Israel dilakukan dengan dalih “untuk menghadapi orang-orang di kapal yang membawa benda tajam”.

Setelah menyerbu konvoi kapal Freedom Flotilla, yang membawa 10.000 ton bantuan kemanusiaan, serdadu Zionis segera melakukan penarikan kapal menuju Haifa, Israel. Ini dilakukan untuk menghindari liputan wartawan dunia atas kekejian tentara Zionis ini.

Sementara itu menurut Ayman Mohyeldin, reporter Al Jazeera yang melaporkan dari Yerusalem, mengatakan tindakan Israel itu mengejutkan.

“Semua gambar yang ditampilkan dari para aktivis di kapal kapal-kapal menunjukkan dengan jelas bahwa mereka (para aktivis_red) adalah warga sipil dan datang dengan damai. Mereka membawa pasokan medis dan bantuan kemanusiaan di atas kapal. Tindakan Isarel kali ini merupakan tindakan yang mengejutkan banyak orang. Sekarang, masyarakat internasional bisa menilai sendiri apa yang terjadi saat ini,” katanya.

Serangan brutal Israel ini memicu reaksi spontan ribuan warga Turki yang turun ke jalan berdemo di depan kantor konsulat Israel di Istanbul segera setelah berita operasi Israel itu tercium media. Para pengunjuk rasa berteriak “Damn Israel”.

Turki juga dilaporkan telah memanggil Duta Besar Israel untuk melayangkan nota protes resmi. Sementara itu, Ismail Haniya, pemimpin Hamas di Gaza, menyebut tindakan Israel ini sebagai tindakan “Barbar”.

Ratusan aktivis pro-Palestina dari berbagai negara termasuk Indonesia, termasuk juga di dalamnya seorang pemenang Nobel dan legislator beberapa negara Eropa, berada di konvoi gabungan armada tersebut. Mereka datang ke Gaza bertujuan untuk mengirimkan bantuan. Hal itu bertentangan dengan misi Isarel yang mengisolasi dan mengembargo total kota Gaza.

Kapal yang di dalamnya juga berisi beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut menjadi relawan yang mengirimkan bantuan rakyat Indonesia hingga kini belum jelas keberadaannya dan nasibnya. Para WNI yang ada di dalam kapal juga sama sekali belum terdengar nasibnya.

Beberapa WNI (tergabung dalam MER-C) memang sengaja ikut dalam misi kemanusiaan ini untuk menyalurkan bantuan yang selama ini dihimpun oleh seluruh rakyat Indonesia kepada warga Gaza yang hidup di balik embargo dan isolasi dari dunia luar. Mari kita doakan saja agar para tim relawan yang masih tersisa bisa selamat dan bantuan untuk warga Gaza bisa sampai kepada mereka. Amiin.

Dengan gambaran kondisi di atas, bukankah mereka benar-benar sudah jatuh, ditimpa tangga, dipukuli, dan dibunuh, bahkan mayatnya dibuang begitu saja? 😦 Speecless


[sumber: muslimdaily/aljazera/presstv]

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

15 Tanggapan

  1. kasihan sekali umat islam setiap kali diserang oleh bangsa lain bisanya cuma nyumpah-nyumpah,
    kayak MANUSIA CACAT yang terkapar di jalan dan gak ada yg peduli kepadanya,

    kalo ada anjing menggigitnya atau dilempari orang malah makin ditertawakan orang dan BISANYA CUMA BERTERIAK-TERIAK,

    SAYA PUNYA SARAN : KALO KALIAN MEMANG INGIN KUAT DAN DISEGANI KUASAILAH SAINS DAN TEKNOLOGI. JANGAN BISANYA BICARA SOAL POLITIK DAN HUKUM DOANG. DENGAN TEKNOLOGI KALIAN BISA MANDIRI TANPA BISA DIKENDALIKAN MUSUH2 KALIAN.

    • justru sy kasian pada anda ckckckckkck

      menyedihkan sekali :-p

      bagusnya dimasukan kotak spam aja 😀

      • @Cemapaka: gpp dik,
        biar org semua tahu .
        selama msh bs diajak diskusi gpp

    • kok ngomongnya gini seh… ngomong dari hati apa emosi ataukah benci?? piss dah…

      • bukan ngomentari cempaka, tapi yang di faling atas noh.. 🙄

      • @Tomo: mas, Islam sudah kuat jaman dulu dan sdh menguasai teknologi di jamannya..
        dunia itu berputar,,,
        biasalah….
        saat ini umat Islam sedang berada di bawah tdk masalah mas,, 🙂

        kedua, masalah Palestina tdk hny masalah Islam lho mas..
        Palestina tdk hny diisi oleh org Islam, tahu arafat mas? Istrinya seorang Kristen mas….
        🙂

        jd, ga perlu emosi mas,,,

        bg kmi, umat Islam, kejayaan bukanlah tujuan utama,
        namun, kmi meyakini bahwa suatu saat nanti kami akan berjaya kembali. 😀 meskipun hrs menunggu lama. Ingat mas, kami terjajah itu br 1 abad sementara kmi telah berkuasa di dunia dg damai selama lebih dr 5 abad.
        hehehehe
        bg kmi, ini msh biasa dan msh panjang perjuangan kami..

        satu hal lagi mas, Islam dtg tdk untuk menjajah bangsa2 dan Islam bukanlah bangsa. 🙂
        justru Islam terdiri dr berbagai bangsa…

        so, sabar aja mas…

    • Saya mengenal banyak orang seperti ini, selalu mendewakan teknologi dan duniawi, kehidupannya timpang tapi tetap saja merasa sebagai orang paling hebat.

  2. Hari ini Dunia menjadi saksi kebiadaban zionis israel. Menyaksikan pemberitaan -pemberitaan di palestina, saya seperti melihat sebuah negara di abad pertengahan dimana kebengisan bisa dilakukan sebuah negara tanpa ada yang bisa mencegah.
    Tindakan israel terhadap palestina merupakan lembaran hitam dalam sejarah dunia yang akan diingat selamanya dan akan dibaca oleh anak cucu kita dari generasi ke generasi.
    Sebuah fakta pembangkangan sebuah bangsa atas hukum internasional serta nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya ditegakkan dimanapun dimuka bumi ini.
    Barangkali bagi zionis israel, hukum internasional itu tidak ada, kensensus Jenewa hamya tulisan saja, buat mereka yang ada hanya hukum israel. hukum yang bisa dirubah jika itu merugikan kepentingan mereka.
    Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kesabaran, dan mudah-mudahan pengorbanan mereka tidak sia-sia. Dan peristiwa insiden ini tidak menturutkan dunia untuk terus berusaha menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza.
    Dalam situasi dunia yang dikuasai negara adidaya Amerika Serikat, sulit berharap dunia internasional bahkan PBB bisa berbuat sesuatu buat atas tragedi ini.
    Hanya atas kehendak Allah lah nanti arogansi dan ketamakan zionis israel akan mendapat hukuman dan balasan dari Nya.

  3. duh malang bgt tuh ,…..
    nauzubillah dey,…

  4. saya hanya bisa melihat, tapi tak bisa berbuat apa2… T_T

    • Puri sayang..,banyak hal yg bisa kita perbuat 🙂
      Mgkn jsd kita tdk turut serta dlm rombongan kapal Mavi Marmara. Tapi, ayo kita rapatkan barisan dan berdoa bersama karena doa juga merupakan kekuatan yang sangat dasyat. SubahaAllah 🙂

      • @ Cempaka: I LIKE THIS !

    • @Puri: doa nya saja Puri..
      oke 😉

  5. prihatin de’… Hanya Allah tempat kita bergantung dan kembali … 😦

    • @ Novi:betul..!
      tp kita juga mesti ikhtiar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: