Dua Jam Kutoarjo-Yogya-Solo Bikin Badanku Lebih Sehat


Prameks

Prameks

Dua  Jam Kutoarjo-Yogya-Solo Bikin Badanku Lebih Sehat

Pulang ke Solo kali ini, aku tidak terlampau antusias sebagaimana pulang ke Solo sebelum-sebelumnya.  Alasan pertama dikarenakan sebelum pulang, aku tengah dalam posisi pusing, radang tenggorok, dan sedikit mual serta demam ringan. Alasan kedua, kawan-kawan dan sahabat-sahabatku dekat  yang tersisa di Solo hanya tinggal seorang, KangmasBoy. Namun, karena masih ada sedikit keperluan di Solo yang tidak perlu kujelaskan di sini, maka –mau ga mau- aku mesti harus pulang ke Solo. Disamping karena alasan tiket sudah terlanjur dibeli sebulan sebelumnya.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Kutoarjo, badanku terasa meriang menahan demam. Kepalaku pusing dan tenggorokanku pun masih terasa perih. Dengan kondisi itu, aku memutuskan untuk segera tidur di atas lantai gerbong kereta di bawah kursi penumpang setelah kugelar tikar sebagai alasnya sejak dari Stasiun Jatinegara. Aku tak terlalu memperhatikan sepanjang perjalananku. Aku hanya berkeinginan segera bisa memejamkan mata dan istirahat serta berharap keesokan harinya badanku sudah cukup sehat untuk beraktivitas.

Tanpa terasa, saat aku terbangun, aku telah sampai di Stasiun Kutoarjo. Aku harus mengakhiri perjalanan sementara di Stasiun ini. Waktu menunjuk sekitar pukul 04.15 WIB. Aku pun segera menuju ke musholla untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan waktu shubuh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Solo. Baru mengambil air wudhu, aku mendengar dari pengeras suara di Stasiun Kutoarjo mengumumkan kedatangan Kereta Lodaya dari Bandung jurusan Solo Balapan yang akan masuk di jalur tiga dari arah barat. Aku mengurungkan niatku untuk masuk musholla sambil beri’tikaf seraya menunggu waktu subuh tiba. Aku pun segera menuju di sisi jalur tiga untuk naik ke dalam kereta Lodaya tujuan akhir Solo.

Sampai di dalam gerbong kereta Lodaya, aku baru teringat untuk segera mengirim sms kepada Ersa, kawan lama sewaktu masih kuliah di FH UNS, yang kini tengah menyelesaikan tesis S2-nya. Tengahnya menulis, ada sebuah pesan singkat (sms) masuk di handphone-ku. Ternyata dari Ersa. “Bangun..Bangun.. dah sampai Solo. Ayo bangun…!” candanya dalam pesan singkat yang kubaca dari layar handphone-ku. Aku balas sms-nya, “Aku sekarang berangkat dari Kutoarjo menuju Jogja. Mungkin 1 jam lagi nyampai insya Allah.”

Singkat cerita, aku turun di stasiun Tugu Yogyakarta sambil menunggu Ersa datang yang sebelumnya sempat kirim pesan singkat mengabarkan tengah dalam perjalanan menuju stasiun. Ada sedikit misunderstanding rupa-rupanya. Ternyata ia berada di Stasiun Lempuyangan dan telah beli 2 tiket Prameks untuk kami berdua, sementara aku justru menunggu di Stasiun Tugu. Awalnya aku mencoba nekad untuk asal naik saja dulu tanpa beli karcis. Ee,, dasar orang baik tidak boleh melanggar tata tertib. Aku ketahuan petugas tanpa bisa menunjukkan karcis. Aku harus membeli tiket Rp. 9.000,-

Kereta pun berjalan meninggalkan Stasiun Tugu sekitar pukul 05.35 WIB. Tujuan pertama adalah Stasiun Lempuyangan yang berjarak hanya beberapa ratus meter saja (tidak lebih dari 10 menit). Ketika pintu gerbong kereta dibuka secara otomatis, Ersa pun terlihat naik masuk dari arah barat. Karena tempat duduk yang ada tinggal kursi yang duduki, maka ia duduk di samping kiriku.

Obrolan berawal dari Tanya-tanya kabar, dan pertanyaan basa-basi lainnya. Ersa juga menanyakan perjalananku semalam dari Jakarta, bagaimana keadaanku semalam yang katanya tengah demam sedikit, dll.

“Alhamdulillah, sesampainya di Kutoarjo dan berlanjut di Yogyakarta lalu naik Prameks ini, insya Allah badanku sudah mulai baikan dan bertambah enakan daripada kemaren. Cuman memang sedikit masih perlu pemulihan kurasa,” ujarku.

Entah karena pernah melihat postinganku di blog tentang Rubik atau darimana, Ersa ternyata juga membawa sebuah Rubik (3x3x3) di dalam tasnya. Ia kemudian mengeluarkannya dan menunjukkan kemahiran jari-jemarinya mengutak-atik Rubik. Entah karena lupa atau grogi ia belum berhasil melakukannya di depanku. Sementara aku juga tidak bisa menyelesaikannya jika tanpa melihat rumus yang kutulis di sebuah kertas karena aku belum hafal setiap langkah-langkah rumus menyempurnakan susunan Rubik dengan baik dan benar.

Obrolan pun beralih ke kegiatan kuliah Ersa, aktivitas kerjaku, rencana-rencana masing-masing kami, cita-cita Ersa dan aku ke depannya, dan hal-hal lainnya yang bersifat personal. Saat kutanya perihal kabar kekasihnya yang juga berencana pulang dari Jakarta, ia enggan untuk membahasnya.

“Aku pokoknya ingin ngabur, entah kemana. Kalau ndak ke Solo ya pulang ke rumah. Orangtua tidak jadi liburan ke sini karena kebetulan di sana ternyata ada kondangan di tetangga.” Urainya.

“Jadi, memang takdir yang membuatmu di sini sekarang,” potongku menyela kalimatnya.

Sekitar 1 jam berlalu, Kereta Prameks sudah sampai di Stasiun Purwosari. Karena Ersa hendak turun di Solo Balapan dan enggan kuajak turun di Purwosari, kami pun berpisah.

“Aku turun sini dulu ya.. Assalamu’alaikum. Ati-ati ya..!” ucapku menutup pembicaraan dan berpamitan seraya memberikan kode bersalaman tanpa saling sentuhan jari.

“Iya, sama-sama. Wa’alaikumsalam. Hush… Hus….Hus…” pungkasnya sambil tertawa kecil menghardikku bercanda.

Alhamdulillah. Sesampainya di Solo, aku merasa badanku cukup merasa bugar meskipun masih perlu istirahat untuk memulihkan seluruh tenagaku agar benar-benar fit menyongsong liburan 3 hari di Solo kali ini.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

21 Tanggapan

  1. Wah, enaknya bisa jalan2 dengan kereta api. Saya seumur-umur belum pernah tuh merasakannya

    • @Ifan Jayadi: kenapa mas bleum pernah?
      tinggalnya pasti tdk di Jawa or Sumatra ya??

      • Benar, saya tinggal di Kaltim

      • @Ifan: ow,, pantesan
        pindah lah ke Jawa

        hahahahhaa
        dan rasakan sensasinya

        *halah

  2. enaknya naik kereta..
    sampai sekarang saya ga pernah naik kereta api.. 😦
    soalnya saya tinggal di kalimantan..

    • @Deny: Makanya tinggal di Jawa kek sekali-kali
      😀

      atau usul ke Gubernur Samarinda, agar bikin kereta

  3. hm….Prameks…..kereta kenangan……..

    • @Thomas: kenangan gimana lho Mas?
      share dong

  4. Alhamdulilah 🙂

    happy holidaaayyyyy 😀

    🙂

    • @Cempaka: Holiday nya sdh pergi dan kelewat
      😀

  5. udah sembuh belum, mas? Gmn liburannya?

    • @My Dear: alhamdulillah, sudah berkat kamu juga
      yg ikut bedoa.
      makasih 🙂

      liburannya d kamar saja.
      😦

  6. Bagus, semoga sehat terus ya. 🙂

    • @Asop: amiin Sop..
      makasih

  7. napa gak bilang ane aje wan, tau gitu kan ane bisa minjemin pesawat primadi ane ke ente xD :mrgreen:
    alhamdulillah dah nyampe kan

    • @Ras Arab: udeh..
      ane dah miskol ente…
      ga diangkat2 sih
      lg umroh ente pasti yee??

  8. wah aku belom pernah menikmati perjalanan kereta jalur selatan neh… alhamdulillaah kalau sudah agak mendingan tuh kesehatannya

    • @Sunflo: lain kali dicoba msh ada waktu kok

      sy yg belum jalur timur.
      dan jalur sumatra

      😛

  9. dulu saya sering pakai prameks.. banyak yg ganteng n cantik..

    • @Nurisolo: Itu klo yg pas ganteng
      klo pas yg jelek ya jelek aja

      tp makasih lho, atas pujiannya buat saya
      wakakakakaka

  10. Aku juga lum pernah nih naik Pramex yang ke kutoarjo.. jadi pengin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: