Menghemat Kertas


”]Sampah Kertas di Ruangan Kantor[ku]

Langkah Kecil Yang Kami Lakukan Dalam Mengurangi Penggunaan Kertas Berlebih

Beberapa waktu lalu, aku posting tentang keberadaan kertas yang menumpuk di ruanganku. Ingin sebenarnya benar-benar mengurangi penggunaan kertas hingga cita-cita dunia paperless dapat terwujud. Paperless yang kumaksudkan adalah sebuah upaya pengurangan penggunaan kertas sebagai bahan kegiatan sehari-hari, bukan menghilangkan sama sekali peran kertas dalam keseharian kita. Untuk itulah, di kantor kami kini digalakkan dan disosialisasikan pengiritan penggunaan kertas sebagai langkah kecil yang bisa kami lakukan pada alam ini.

Kita semua telah mengetahui betapa untuk membuat kertas yang dibutuhkan umat manusia dibutuhkan banyak pepohonan yang harus ditebang guna dijadikan sebagai bahan pembuatan kertas. Itu belum termasuk bahan bakar yang juga diperlukan guna menjalankan mesin-mesin pengolah kertas, yang bahan bakarnya berasal dari sumberdaya fosil yang tidak dapat diperbaharui. Untuk itu, kami berusaha melakukan sebuah langkah kecil yang bisa kami lakukan.

Satu hal yang kami lakukan adalah menyimpan lembaran-lembaran kertas bekas yang salah cetak atau tidak digunakan karena hal tertentu yang bagian sisi satunya masih putih kosong. Pada bagian sisi yang kosong itu, kami gunakan untuk mencetak surat-surat, atau dokumen-dokumen tertentu yang diajukan kepada atasan-atasan kami sebelum surat itu benar-benar fix untuk digunakan.

Kawan-kawan tentunya telah mafhum, jika membuat sebuah draft surat tertentu kemungkinan besar ada saja yang kurang pas saat diteliti oleh atasan kita sehingga perlu direvisi ulang, ditata ulang dst. Sehingga, sebuah surat yang jadi dan pada akhirnya ditandatangani oleh seorang Direktur, misalnya, telah melalui serangkaian proses yang cukup panjang dari bawah, dan menghabiskan beberapa lembar kertas. Belum lagi jika kita hendak menyiapkan bahan-bahan rapat yang tentunya juga dicetak menggunakan kertas.

Berhubung banyaknya kebutuhan kantor terhadap kertas, maka kita perlu sedikit ‘akal’ untuk melakukan sedikit terobosan dalam mengurangi penggunaan kertas. Salah satu yang kami lakukan adalah menggunakan sisi kertas bekas yang masih putih untuk media cetak sebuah draft surat tertentu.

Satu hal lagi yang membuat kami lebih senang adalah Direktur kami mendukung bahkan boleh dibilang pencetus penggalakannya. Salah seorang Direktur kami bahkan memberikan instruksi kepada bawahannya untuk memanfaatkan kertas-kertas bekas di sekitar terlebih dahulu sebelum menggunakan kertas baru. Ia tak hanya menginstruksikan, namun juga mempraktikannya.

Sebetulnya, ke depan, aku ingin lebih mengoptimalkan lagi pemanfaatan kertas-kertas bekas di kantor kami dengan membuat proposal kepada Direktur untuk mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga atau organisasi pecinta lingkungan hidup di sekitar Jakarta. Setahuku, di Jakarta ada beberapa organisasi semacam itu yang mengolah kertas-kertas bekas dan selanjutnya mendaur-ulangnya untuk dibikin tisu, kertas baru lagi, dan aneka kerajinan-kerajinan lainnya. Maksudku, aku ingin kantor perusahaan kami memiliki kerjasama dengan lembaga-lembaga itu, sehingga sampah kertas yang menumpuk di kantor kami bisa dimanfaatkan oleh mereka. Selanjutnya, kami mengundang mereka untuk membuka pameran di acara-acara perusahaan kami. Setidaknya, efek positif bagi perusahaan adalah pencitraan yang baik. Yah, semoga saja bisa lancar

(Aku nulis posting ini dalam keadaan lumayan ngantuk, sehingga mungkin tulisannya loncat-loncat tak terstruktur dengan baik)

😦

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

24 Tanggapan

  1. wahhh kertasnya banyak yang terbuang ya…:(
    kalo kantor lia penggunaan kertas sangat hemat loo
    pake jatah.. jadi ngeprint juga harus hati2 😆

    Semoga proposalnya diterima mas 🙂

    • @Delia: wah, kok bs hemat gmn caranya?
      hmm
      emang kntor apa dulu nih?

      amiin.
      doakan saja proposalnya bs diterima

  2. insyaAllah niat yg baik… jalanya akan dipermudah olehNya 🙂 sy doakan mas 🙂

    • @Cempaka: amiin
      seneng puny temen kayak km..

  3. semoga kertas-kertas sisa itu tidak terbuang dengan percuma mas, dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh organisasi terkait

    • @Bee’J: Iya
      harapan sy juga gitu sih..

  4. Bagus banget wan, emang harus gitu, kalau di luar negri emang kebanyakan udah menarapin apa yang mau di terapin ente wan

    menggurangi kertas dengan teknologi digital, tapi harus hemat listrik nya juga , bisa jadi solusi tu wan

    • @RAs Arab: iya, teknologi digital jgua sedang digalakkan di kntor kami..
      kendalanya, SDM krn sdh tua, byk yg belum terampil dg komputer

  5. wah ide yang kreatif…

    • @Buy: sesuai nama sy khan???
      wakakakakak

  6. Semangat ya.XD saja jg brkuTat dgn proposal ne, huhu, mana harga krtas mkin mahal jg.

    • @Adi: hehehehe
      sip
      siap semangat

  7. yoiiii, bener banget nih…
    konsep paperless mesti diadopsi oleh seluruh perusahaan..
    untuk efisiensi juga sih sebenernya….

    need IT??
    http://www.linovtech.com

    • @Entityoflife: not now..
      😀

  8. wah,,hebat,,ide yg bagus..Direktur nya pun hebat, mau menerima solusi yg bagus!
    😀

    • @Zahra: YUP.
      kerja disini aja makanya
      😀

  9. Ide bagus kk !!! jadi, kapan bikin proposalnya?

    • @Puri: sedang dibikin smbil jalan

  10. weww..idenya kerenn jg nih.. moga proposalnya diterima direkturnya deh.. dari pada kertas terbuang sia2 kan mendingan dimanfaatkan orng yg menbutuhkan.. 🙂

    • @Sapta: semoga
      betul..
      makasih

  11. wah..semoga sadja disetujui…

    • @Deny: amiin
      sip

  12. wes pokoknya gmana caranya agar peghematan ini diterapkan di semua bidang dan aspek kehidupan… sayangnya di saudi ini blom terwujud, masih banyak duitnya kali, 😦

    • @NOvi: sebenarnya titik poinku bukan di Penghematannya sih mbak
      tetapi pd penanganan terhadap sampah-sampah di sekitar kita. bagaimana caranya kita buat agar bisa bermanfaat dan tidak terbuang percuma begitu saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: