Sepotong Kisah Kaum Adam Mencari Pasangan


Menunggu Di Batas Waktu

Menunggu Di Batas Waktu

Ada seorang kawan, sebutlah namanya Sutrisno. Teman satu sekolah di SMA. Pada sebuah kesempatan, ia secara eksplisit memohon bantuanku untuk mencarikan seorang wanita yang hendak ia jadikan sebagai istri.

Med, aku khan dah coba nyari-nyari jodoh belum ketemu-ketemu nih, aku minta tolong kamu dong nyariin jodoh buatku,”pintanya kepadaku, “temenmu khan banyak to? Kenalinlah salah satunya ke aku yang kira-kira pas untukku,” tambahnya.

Owh, kamu serius apa nggak?” tanyaku.

Serius lah, Med..” jawabnya dengan memasang mimik serius.

Oke. Kamu mau nyari yang model gimana (*emangnya barang..) ?” tanyaku.

Gini Med, aku sih pada dasarnya nggak mau neko-neko. Yang biasa saja lah.”jawabnya menerangkan.

Sederhana itu gimana? Jelasin agak sedikit mendetail gitulah!” tegasku bertanya.

Yaa, carikan aku yang sholihah lah. Pinter mengaji dan berpakaian islami menutup tubuhnya dengan selimut jilbab rapat dan menjaga pandangannya. Tidak terlalu mengenal dunia-dunia luar seperti sekarang ini.” urainya mengawali.

Kau ini aneh. Kalau nyari yang benar-benar menjaga pandangan dan terjaga dari pandangan mata serta memakai jilbab dan tak mengenal dunia luar, jangan kau minta carikan aku..!” timpalku menjawab uraian Sutrisno. “Darimana aku bisa mengenal seorang wanita yang seperti kau gambarkan? Tentunya kalau seandainya aku mengenal dia, ya hanya sekedar tahu saja karena khan dia menjaga pandangannya dan tidak mengenal dunia luar.. Kalau seperti itu nyari saja orang-orang di pegunungan sono tuh, banyak kali.” tambahku.

Lainnya seperti apa?” tanyaku kembali.

Yaudah kalau gitu, ga perlu sholihah-sholihah banget, yang penting suka mengaji saja. Tapi orangnya lulusan S-2, sudah bekerja, dan tentunya cantik serta masih muda. Umur-umuran 21-22 gitulah.” jawab Sutrisno, kawanku itu.

Kau ini bisa mikir ga sih? Mana ada orang umur 21 atau 22 tapi sudah bekerja mapan dan sudah lulus dari master. Kalaupun ada bisa dihitung dengan jari dan mau dimana aku mencarinya? Yang sedikit logis dan umum sajalah. Kau nyari di UI sono aja sendiri dan kau lihat, ada nggak wanita 22 tahun yang sudah lulus S-2 pas wisuda pekan depan. Nah, kau tembak saja langsung dia.” timpalku.

Terus masalah cantik, cantik itu yang kayak gimana? Barangkali kriteriamu denganku khan bisa saja beda,” tanyaku kembali.

Yaudah yaudah, S-1 saja tidak mengapa dan tidak harus bekerja mapan dulu tapi masih muda. Kalau masalah cantik, aku suka yang rambutnya panjang hitam sebahu, kulitnya kuning langsat dan halus, tingginya 170 cm dengan berat badan standar tidak kurus namun tidak gemuk, giginya putih, mulutnya tipis sedang, alisnya nanggal sepisan. Kukira itu cukup.” urainya panjang lebar.

Owalah Sutrisno…Sutrisno, kau ini sedang menggambarkan fisik foto model iklan reklame yang dipasang di ujung Sarinah itu? Kalau ada kawanku macam itu, gak bakal tak kasihkan kamu. Biar tak jadiin istri sendiri saja. Lagian, katamu tadi nyari yang berjilbab, tapi kau bilang rambutnya sebahu. Gimana aku bisa tahu rambutnya sebahu? Sebenarnya kamu itu niat apa nggak sih?” jawabku.

Kamu itu bercerminlah dulu. Kulitmu saja hitam tersengat matahari, rambutmu pirang tersinari mentari, tinggimu pun hanya 160an. Ckckckckck. Tapi ya terserah sih kalau emang pasangmu segitu” jawabku sambil geleng-geleng kepala.

Lho, kok kamu malah ngejek aku lho Med. Yaudah, sing model Titin ga papa wes. Tapi, dia lembut ya dan aktif di kegiatan-kegiatan kampus macam BEM, Pecinta Alam, dan Rohis-rohis gitu. Terus kalau setiap ada aksi demo dia terdepan barisannya.” jawab Sutrisno.

Aku belum bisa membayangkan adanya seorang perempuan yang lembut, tapi ikut BEM dan selalu ikut demonstrasi apalagi terdepan. Kayaknya itu tidak selaras deh. Umumnya, anak BEM atau Pecinta Alam rata-rata relatif kurang lembut mestinya. Kau ini buat kriteria yang overlapping tahu ga? Kalau menurutku, kamu ini sedang bikin kriteria yang jarang kalau tidak mau kukatakan mustahil ada.” jawabku agak mulai geram.

Dah gini saja, sekarang aku punya seorang teman lulusan S-1 Psikologi UGM lulus tahun kemaren dan sekarang menjadi guru di sebuah SD swasta Yogyakarta. Asli orang Solo, pakai jilbab menutup aurat, keluarganya baik-baik, anak terakhir dari lima bersaudara, dan parasnya lumayan. Dia sedang mencari calon suami. Barangkali kau berjodoh dengannya. Ini fotonya. Kalau mau, nanti malam biar kutelpon dia. Selanjutnya kau kuajak ke rumahnya untuk menemui orangtuanya. Gimana?” jelasku agar segera selesai pembicaraan ini.

Hmm, boleh.. boleh.. boleh.. ,” pungkasnya

P.S. : Ternyata mencari calon pasangan hidup dan menemukan jodoh boleh dibilang gampang-gampang susah. Pasang terget tembak seorang foto model Indo bintang iklan, ternyata anak panah menyasar kepada seorang anak pedagang nasi pecel yang kerja sebagai guru dengan paras khas orang Jawa ndeso. Sebuah pelajaran bagiku yang terangkum atas beberapa kisah kaum Adam mencari tulang rusuknya yang hilang. 🙂

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

22 Tanggapan

  1. Hehe Sutrisno lg deh.. Ckck jd spt itu ya wanitanya mas Sutrisno..

    • @Ega: Lha khan aku sudah lama bikin cerita pakai nama Sutrisno dan Titin..

  2. wah.. cerita ms trisno again..

    • @fitrimelinda: iya. Mas Sutrisno dan Titin memang sudah eksis sejak mas Sutrisno membuat surat perpisahan dengan Titin. beberapa saat lalu.
      Maka, kupikir, pakai nama Sutrisno lebih lebih meng-Indonesia.
      yaudah, sy pakai nama itu dlm beberapa kesempatan.
      😀

  3. Sutrisno mengingatkan ku pada cempaka… 🙂

    Jangan banyak2 milih gitu ya mas.. ehhehehe

    • @Delia: Wah, kalao masalah dengan Sutrisno versi cempaka
      tanya saja kpd Cempaka.
      yg jelas, aku bikin nama Sutrisno dlm beberapa karakter.
      Pertama kli nama Sutrisno kumunculkan saat Sutrisno mengirim surat cinta untuk calon istrrinya, Titin.
      baca di sini:
      https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/05/01/surat-cinta/

      dan disini:
      https://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/05/05/romantisme-dalam-surat-cinta-generasi-blogger-tempo-dulu/

  4. koq ada bau2 “cempaka” di postingan ini he..he….

    • @Ardee: ga kebalik??
      kayake Sutrisno dah lama eksis deh mas….

  5. wah pastilah cukup susah.. nyari tulang rusuk yang ilang…
    bisa keselip ampe ke ujung dunia… tapi ya jangan menyerah hehee

    • @Elmoudy: jiah…
      iyalah..
      tdk boleh menyerah untuk mengejar tulang yg tu..
      huahahahaha

  6. hm….
    dalem banget makna dalam ceritanya….

    • @Nikon: sedalam apa nih Gan??

      sumur kali, dalem

      :mrgreen:

  7. hahha.. bg2 ya 🙂

    kalo sy jadi titin… sy memilih mundur sepuluh langkah 🙂

    untungx sy bukan titin 🙂

    • @cempaka: Kenapa mundur 10 langkah?

      :-/

  8. weww.. ceritannya kayak sinetron tempoe doeloe yah.. keren bgt.. mostalgiat gt. :mrgreen:

    btw cariin aku jg dunk wanita yg sholehah, ayu, kalem, lemah lembut, agamannya kuat dan orng yg berprestasi.. ada gak yah??? klo ada antar yah kerumahku lgsng.. gak peka lama om.. :mrgreen:

    sampai jumpa lg.. hoaamm.. 😉

    • @Sapta: masak sih?
      sinteron paan?
      ada mas..
      tpi, klopun ada,,,
      ya tak embat sendiri..
      🙂

  9. “sing model Titin ga papa wes”
    Emg ky titin tu ky gmn?
    Tp dr cerita di atas, kayaknya Sutrisno gak dpt titin ya :p

    • @Ega: iya, disitu tdk dapat titin

  10. gubraaakk.. sutrisno again…!! 😯

    • @Sunflo: 😀
      kenapa emang dengan Sutrisno?
      nama yg bagus khan? hehehe

  11. trisnooo..trisno, terkenal banget ya dirimu 🙂
    emanga jodo mah gak kemana, doi yang bikin
    tentram dan tenang, bisa berbagi…mungkin itu
    yang disebut jodonya klo jadi,,, :mrgreen:

    yah, semua juga Allah yang berkehendak, dan
    tak akan pernah mendzolimi hambaNya,,

    🙂

  12. @Yanrmhd (namanya sulita amat sih) : kok bs terkenal drmn lho mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: