Sepotong Kisah Kaum Adam Mencari Pasangan

Menunggu Di Batas Waktu

Menunggu Di Batas Waktu

Ada seorang kawan, sebutlah namanya Sutrisno. Teman satu sekolah di SMA. Pada sebuah kesempatan, ia secara eksplisit memohon bantuanku untuk mencarikan seorang wanita yang hendak ia jadikan sebagai istri.

Med, aku khan dah coba nyari-nyari jodoh belum ketemu-ketemu nih, aku minta tolong kamu dong nyariin jodoh buatku,”pintanya kepadaku, “temenmu khan banyak to? Kenalinlah salah satunya ke aku yang kira-kira pas untukku,” tambahnya.

Owh, kamu serius apa nggak?” tanyaku.

Serius lah, Med..” jawabnya dengan memasang mimik serius.

Oke. Kamu mau nyari yang model gimana (*emangnya barang..) ?” tanyaku.

Gini Med, aku sih pada dasarnya nggak mau neko-neko. Yang biasa saja lah.”jawabnya menerangkan.

Sederhana itu gimana? Jelasin agak sedikit mendetail gitulah!” tegasku bertanya.

Yaa, carikan aku yang sholihah lah. Pinter mengaji dan berpakaian islami menutup tubuhnya dengan selimut jilbab rapat dan menjaga pandangannya. Tidak terlalu mengenal dunia-dunia luar seperti sekarang ini.” urainya mengawali. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: