Masjid Tak Sekedar Tempat Ibadah


Masjid (Al Barkah - Bekasi)

Masjid (Al Barkah - Bekasi)

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. Sebagaimana umat agama lain seperti umat Kristiani dan Katolik dengan Gereja, atau Hindu dengan Pura, dan Budha dengan Vihara-nya1, maka umat Islam menyebutnya dengan peristilahan masjid.

Kata Masjid berasal dari bahasa Arab dari akar kata s-j-d atau sajada yang berarti sujud atau tunduk. Sehingga secara bahasa, Masjid berarti tempat bersujud. Konon, kata Masjid ini sendiri berasal dari akar kata bahasa Aram “masgid (m-s-g-d)” yang ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti “tiang suci” atau “tempat sembahan”2.

Kata masjid dalam bahasa Inggris disebut mosque. Kata mosque ini berasal dari kata mezquita dalam bahasa Spanyol3. Sebelum itu, masjid juga disebut “Moseak”, “muskey” , “moscey” , dan “mos’key”. Diduga kata-kata ini mengandung nada yang melecehkan. Contohnya pada kata mezquita yang diduga berasal dari kata mosquito, yang dimaksudkan bahwa masjid tempat berkecamuknya nyamuk-nyamuk dengan bunyi-bunyi dan suara-suara yang gaduh dan mengganggu. Oleh karena itu, umat Islam Eropa dan Amerika kini mulai menggunakan kata Masjid dalam bahasa pergaulan sehari-hari dan meninggalkan menyebut masjid dengan Mosque.

Masjid pertama yang dibangun muncul banyak pendapat antara yang mengatakan Masjid Al Haram (Baitullah / Ka’bah), Masjid Nabawi, dan Masjid Quba. Bagi yang berpendapat Masjid Baitullah lah yang pertama mendasarkan pada teks Al Quran surat Ali Imron (3) ayat 96. Sedangkan bagi yang berpendapat Masjid Nabawi lah yang pertama dibangun karena disebutkan Rasulullah bersama para sahabat Anshor dan Muhajir bergotong royong membangun bangunan masjid sesampainya di kota Yatsrib (sebutan Madinah sebelumnya). Terakhir, yang berpendapat Masjid Quba-lah yang dibangun pertama kali karena sebelum sampai Madinah, rasul dan para sahabat mendirikan sholat terlebih dahulu di sebuah daerah bernama Quba. Bagiku tidak terlalu penting manakah yang paling tepat dan benar diantara tiga pendapat tersebut karena menurutku tidak membawa dampak yang berarti pada Islam dan ajarannya.

Fungsi Masjid tidak terbatas utamanya sebagai tempat beribadah (sholat) saja. Pada masa rasulullah SAW dan para shahabat, masjid selain digunakan sebagai tempat sholat juga dijadikan sebagai tempat kegiatan politik, pendidikan, pembelajaran, perencanaan kota, penentuan strategi militer dan perang, mengadakan perjanjian, peradilan, dan fungsi-fungsi kemasyarakatan lainnya.

Sayangnya, fungsi masjid yang sebelumnya menjadi pusat bermacam-macam kegiatan kini mulai terkurangi sehingga masjid tak lebih dari sebagai tempat ibadah yang dibuka setiap kali masuk waktu sholat dan sesudahnya pintu masjid dikunci kembali karena ta’mir (pengurus) masjid takut kehilangan benda-benda di dalam masjid yang sering dicuri, mulai dari microphone, kursi, sajadah, karpet, tikar, dan lain-lainnya.

Keberadaan Masjid (khususnya di Indonesia) kini banyak kembali diramaikan dengan aktivitas, meskipun hanya untuk beberapa masjid tertentu yang biasanya terletak di tepi jalan besar. Masjid sekali lagi selain berfungsi sebagai tempat beribadah, juga pada dasarnya berfungsi sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan atau keumatan. Mungkin karena didasari oleh tujuan dan semangat itu, aku banyak menjumpai masjid-masjid tertentu yang biasanya terletak di tepi-tepi jalan besar atau di tengah-tengah keramaian diisi dengan dengan orang yang sedang istirahat dan tidur karena munggkin sedang kecapaian. Tak hanya itu, aku juga mulai sering melihat masjid-masjid yang ramai dikunjungi orang yang mencari barang-barang keperluan sehari mulai sandal sampai handphone untuk hari tertentu seperti Jumat. Pada hari-hari biasa pun banyak pula masjid-masjid yang diisi dengan para penjual dagangan (buku-buku Islam, tasbih, peci, sorban, minyak wangi, sampai jimat berupa al Quran kecil – sebut: stambul) dan tukang semir sepatu yang melihat masjid sebagai pusat perekonomian bagi keberlangsungan hidupnya. Ada pula masjid-masjid yang secara regular dikunjungi oleh para pengemis yang entah menyambung hidup atau menyambung kekayaan dunianya. Ada pula fungsi masjid yang kini juga bertambah lagi sebagai tempat kunjungan wisata sehingga setiap hari selalu ramai dipenuhi oleh orang-orang. Namun sayangnya, saat prosesi sholat berjamaah dilangsungkan, yang mengikuti sholat jamaahnya tak sebanyak para pengunjung masji (mungkin banyak yang sedang berhalangan syar’i). Sangat bervariasi motivasi para pengunjung wisata di masjid-masjid yang mereka kunjungi. Ada yang berwisata di masjid-masjid tertentu untuk tujuan ngalap berkah, ada pula yang bertujuan melihat keunikan struktur arsitektur dan berfoto-foto serta memotret sudut-sudut menarik arsitektur masjid, ada pula yang ingin melihat kemegahan bangunan masjid dan naik ke menara masjid untuk melihat dan menyaksikan pemandangan dari atas menara. Masjid memang multifungsi.

1 Peristilahan ini kuketahui dari pelajaran sejak SD. Jika kurang tepat, mohon koreksinya.

2 Hillenbrand, R “Masdjid. I. In the central Islamic lands”. Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel and W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers.

3 http://m-w.com/dictionary/mosque

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

11 Tanggapan

  1. Like this

  2. postingannya sangat informatif bro,…Thanks

    Bandwidth Telkomsel Unlimited

  3. mesjid di indonesia sekarang cuma buat tempat sholat aja rata2,kurang produktif,harusnya bisa jadi perpustakaan dan tempat belajar juga,selain jadi pusat aktivitas,jangan di mal terus pusat aktivitasnya,mau jadi apa kalau budaya mal yg dikembangkan terus??

    • bener kang.. miris ya liatnya >_<

  4. sepertinya MUI pun harus turun tangga tuk melihat pakta dilapangan dang mengambil langkah kongkrit untuk mengatasinya, penting pula mengedukasi masyarakat ttg mesjid ini……

  5. Yap, masjid memang multifungsi ya. 🙂
    Ironis, sekarang di negara2 barat masjid malah dikira sarang teroris. 😥

  6. uufphh… banyak boneng postingannya…. aq harus ngrapel satu per satu ngebacanya neh…. 😥

  7. yup… emang fungsi awal masjid adalah pusat kegiatan umat islam… tapi sekarang udah bergeser maknanya… hanya sebagai tmp ibadah, itu saja ga setiap waktu shalat dimakmurkan… 😦

  8. Baitulloh. .

  9. aktivitas masjid menjadi terbatas adalah karena campur tangan para musuh Islam yang takut akan kembalinya Islam sepaerti zaman keemasan…ini adalah strategi licik untuk mengkerdilkan masjid menjadi sekedar tempat shalat saja…

    kaum muslimin seharusnya tau itu dan kembali memakmurkan masjid dengan segala aktivitas yang membangun umat, mencerdaskan umat dan memperkokoh ukhuwah umat Islam,

    salam ukhuwah penuh persaudaraan, semoga kita bisa kembali memahami Islam dengan lurus dan kembali membangun Islam dan menghilangkan segala macam fitnah zaman terhadap kaum muslimin 🙂

  10. Udah berapa lama yah saya g pernah berkunjung ke masjid T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: