Mesin Pemarut Kertas, Ternyata Harganya Mahal


Mesin Pemarut Kertas / Paper Shredder

Mesin Pemarut Kertas / Paper Shredder

Mesin Pemarut Kertas, Ternyata Harganya Mahal

Alat di samping biasa disebut Paper Shredder. Dalam bahasa terjemahan Indonesia mungkin akan berarti alat pemarut kertas karena paper berarti kertas sementara shredder bermakna pemarut (mohon dicek lagi kamusnya-CMIIW). Namun, kawan-kawan sekantor lebih suka menyebutnya dengan Mesin Penghancur Kertas atau Dokumen.

Kupikir, harga alat untuk memarut (selanjutnya aku lebih suka menggunakan kata “menghancurkan” karena kebiasaan) kertas-kertas ini awalnya tidak lebih dari satu juta rupiah. Eeee, ternyata alat yang fungsinya hanya untuk menghancurkan kertas itu harganya lebih dari 1 juta. Bahkan, untuk alat yang ada di kantorku sebagaimana pada foto di atas (Merek Daichiban DX-05), harganya bisa mencapai 2,6 juta rupiah (silakan cek harganya di link ini). Busyet, hanya untuk menghancurkan kertas begitu saja harganya hampir senilai dengan harga komputer atau netbook. Padahal kemampuan alat tersebut dalam menghancurkan kertas pun terbatas. Alat itu tidak bisa langsung menghancurkan misalnya 20 lembar kertas secara sekaligus. Pada alat yang dimiliki bagianku pada foto di atas, ia hanya mampu maksimal melayani 5 lembar kertas saja. Dan kecepatannya pun tidak cukup cepat. Setidaknya butuh sekitar 5-10 detik untuk menghancurkan kertas sebanyak 5 lembar sekaligus.

Alat itu ceritanya kuajukan dalam daftar pembelian pengadaan kebutuhan barang kantor beberapa bulan lau karena begitu banyaknya dokumen-dokumen yang rahasia atau minimal bisa berpotensi untuk disalahgunakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Jika di-kilo-kan begitu saja, maka data-data rahasia kantor dan perusahaan rekanan bisa saja jatuh ke tangan orang yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi dan merusak serta menjatuhkan kantor atau orang lain. Setidaknya, data-data yang sering kuhancurkan mulai dari kontrak-kontrak penjualan yang salah ketik, fotokopi-fotopi salinan sales contract yang tidak terarsip, dokumen-dokumen hukum, draft surat-menyurat yang salah ketik dan belum sempurna, data-data penting lainnya. Oleh karena itu, karena merasa alat penghancur semacam itu penting bagi pekerjaan di Urusan Hukum, maka aku mengusulkannya kepada atasanku dan pada akhirnya disetujui.

Bercerita sedikit tentang mesin ini, penemu pertama kali alat ini dikreditkan kepada Abbot Augustus Low dari Horseshoe, New York. Banyak sekali model alat penghancur kertas mulai dari model penghancur yang bertipe memarut secara menyilang, lurus, strip, dengan beraneka hasil ukuran hasil parutan / penghancurannya, mulai dari 8 mm, 12 mm, dst. Tak hanya itu, kini pun telah ada alat penghancur kertas seperti itu yang juga dilengkapi dengan alat penghancur CD atau Kartu-Kartu Kredit mengingat saat ini dokumen-dokumen perusahaan banyak juga yang terdokumentasikan dalam cakram padat (CD). Jika ingin tahu lebih banyak tentang alat penghancur kertas (Paper Shredder) silakan klik saja di sini.

Dengan keberadaan alat penghancur kertas semacam itu, setidaknya akan memudahkan pemulung untuk menjual kertas-kertas itu yang bernilai lebih mahal daripada kertas yang belum terhancurkan. Maklum, di zaman kuliah dulu pernah punya pengalaman sebagai pemulung sampah-samaph di kampus. :D.

Begitulah keberadaan sebuah alat yang berguna di perkantoran bernama Paper Shredder yang kupikir sebelumnya berharga murah ternyata cukup mahal juga.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. nyang penting manfaatny…. 🙂

    • Setuju, yang penting manfaatnya. 😆

    • @Deny + Asop: Iya juga sih…
      emang cukup bermanfaat juga…
      hehehe

      klian berdua janjian ya?
      kok jawabnya sama..

      hmmm

  2. yang bikin mahal pajak bos

    • @Slamet: wah, mesti lho urusane pajak..
      tp emag bener juga sih…
      ehehehehe

  3. informasinya bagus 0_0
    terima kasih sudah sharing

    salam kenal

    • @Unique: sama-sama
      alhamdulillah klo bs ngasih manfaat..

      salam kenal balik

  4. Maklum, di zaman kuliah dulu pernah punya pengalaman sebagai pemulung sampah-samaph di kampus. 😀 .

    😆 beneran neeh?? 😕

    • @Sunflo: iya mbak
      beneran..
      tp bukan spt pemulung yg ada di solo dan kota2 lainnya
      artinya, sy mungutin sampah2…
      dikumpulin dan kemudian dipilih2 lalu dijual
      tp bukan untuk sy
      untuk keperluan kegiatan di rohis kampus…
      gitu
      setahun lah barankali
      selama sy diamanahi bendahara di organisasi itu

  5. yang jelas sih kurangin pemakaian kertas, hati hati kalu nulis atau ngeprin biar awet 🙂 dan selalu daur ulang wan. bener dah emang yang penting tu manfaat nya tapi juga kalu gak pake alat seperti itu bisa puyeng wan harus nyobek satu satu 😕

    • @Rasa Arab: iyo ..
      itu saja kita sudah berusaha ngurangin
      ngeprint pakai kertas bekas
      dll

  6. Salah kali mas, setau saya seri DX (terutama DX-05) harganya sekitar 1,8 juta. kalo yang di link itu seri DT yg bisa nyerut kertas ampe 12 lembar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: