[Biografi Orang Biasa] Sairun


Foto Sairun Belum Tersedia (Insya Allah Menyusul Kalau Memang Diperlukan)

Foto Sairun Belum Tersedia (Insya Allah Menyusul Kalau Memang Diperlukan)

Tingginya berkisar 160 centimeter. Rambut di kepalanya hampir keseluruhan beruban menandakan dirinya telah berusia tua. Kumis yang memutih menghias diantara sela bibir dan hidungnya. Berperawakan sedang, orang ini menaiki motor xxx yang sudah butut setiap harinya ke kantor tempatnya bekerja.

Sebenarnya, ia sudah memperoleh MBT, masa bebas tugas. Namun karena perusahaan tempatnya bekerja masih membutuhkan tenaganya karena prestasinya selama mengabdi untuk perusahaan, maka ia masih memperoleh kesempatan bekerja dengan status pegawai kontrak pendek.

Lika-liku kehidupan pria ini menarik untuk kita jadikan sebagai sebuah pelajaran. Terlahir pada tahun 1952, orangtuanya memberi nama Sairun. Ia tidak tahu apa arti nama Sairun. Terlahir sebagai anak seorang yang bukan keluarga berkantong tebal, ia tidak bisa menghabiskan masa kecilnya dengan bermain-main.

Kampung halamannya di Tegal tidak terlalu memberikan memori yang menyenangkan untuk dikenang karena sejak bangku Sekolah Dasar, ia sudah harus belajar bekerja. Berjualan koran atau berjualan barang-barang tertentu yang bisa memperoleh uang akan dilakukannya.

Lulus Sekolah Menengah Pertama, seperti yang orang-orang lainnya, ia melanjutkan sekolah di STM. Sayang, ia tidak betah dan hanya bertahan selama 1 tahun saja karena ia harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja. Keluar dari SMA, ia menghabiskan waktunya untuk bekerja di perkebunan. Tak berapa lama, ia keluar dan kemudian ikut sebuah usaha percetakan dan bekerja di situ. Di sini pun, ia bekerja tidak terlalu lama. Sampai kemudian belum genap umur 20 tahun, ia memutuskan untuk pergi merantau bekerja ke Jakarta dengan modal tekad kuat.

Sesampainya di Jakarta, ia kemudian ikut di rumah paman dari kerabat jauhnya. Dengan modal kemampuan bekerja di percetakan saat di Tegal, ia kemudian ikut bekerja di sebuah percetakan. Kemampuan adaptasinya terbilang cepat. Tak berapa lama, ia pun memperoleh kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya yang terputus karena biaya. Kali ini, oleh pemilik percetakan tersebut, Sairun diminta sekolah di sebuah STM Media dengan biaya sepenuhnya dari sang pemilik percetakan. Waktu pagi untuk sekolah, sore harinya ia gunakan untuk bekerja di percetakan. Hampir 2 tahun ia lalui waktu yang sangat melelahkan antara membagi konsentrasi belajar dengan segala jenis tugas-tugas yang diberikan dengan kepenatan bekerja ternyata membuatnya tidak kuat sehingga ia memutuskan untuk berhenti dari sekolah. Sang pemilik percetakan berkali-kali meminta dan memotivasinya agar mau untuk melanjutkan sekolahnya namun tidak cukup kuat untuk mengubah niat Sairun keluar dari bangku sekolah.

Saat bekerja di percetakan, tiba-tiba ia ditawari untuk bekerja di pelabuhan Tanjung Priok di sebuah perusahaan yang konon menjadi cikal bakal Pertamina. Dengan iming-iming gaji yang cukp besar kala itu, maka ia memutuskan untuk keluar dan selanjutnya bekerja di tanjung Priok. Di sini, ia dipekerjakan sebagai tukang las dan nge-cat tangki-tangki kapal tanker setiap harinya dari pagi hingga sore di tengah terik panasnya pelabuhan. Tak sampai satu tahun, ia memutuskan keluar dan loncat ke sebuah perusahaan negara yang menjadi cikal bakal Krakatau Steel di kawasan Jakarta Pusat. Di sini ia bekerja cukup lama hampir 2 tahun. Di sini, ia diminta bekerja sebagai tukang las, sesuatu yang bisa dan pernah dilakukannya sejak di bangku STM. Kali ini, ia sangat menikmati bekerja. Ia bertekad untuk bekerja seumur hidupnya di perusahaan ini. Waktu demi waktu, berjalan dari bulan ke bulan, perusahaan membuka pabriknya di kawasan Cilegon yang kemudian menjadi PT. Krakatau Steel saat ini. Sebenarnya, ia tidak mengalami pemecatan atau pemutusan hubungan kerja bahkan sebaliknya, perusahaan justru saat itu sedang giat-giatnya mencari pegawai.

Hanya saja, konsekuensi yang harus dijalani Sairun, ia harus bersedia dipindah bekerja di Cilegon. Merasa sudah betah bekerja di Jakarta, maka ia tidak bersedia ditempatkan di Cilegon. Konsekuensinya, ia diberhentikan dari perusahaannya. Selanjutnya jadilah kemudian ia menjadi pengangguran kembali. Atas kebaikan mantan atasannya saat di perusahaan cikal bakal Krakatau Steel, ia diperbolehkan untuk setiap hari datang ke rumah atasannya. Setiap hari ia dijamu makan siang dan tidak jarang dikasih uang tanpa harus melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Konon, mantan atasannya tersebut bermaksud membantu Sairun selama belum memperoleh pekerjaan yang bisa dijadikannya bekal untuk hidup dan masa depan tentunya.

Lama-lama, Sairun merasa pekewuh atas sikap kebaikan mantan atasannya tersebut. Ia pun kemudian berusaha mencari pekerjaan dan menghentikan ”aksi mengemis” nya. Sampai kemudian, sebuah perusahaan Jepang membuka kantornya di Jakarta dan membutuhkan banyak karyawan dengan gaji yang cukup besar. Tanpa basi-basi, ia pun mendaftar dan atas rahmat Allah, ia pun diterima meskipun hanya bekerja sebagai tenaga-tenaga kasar di dalamnya. Tak hanya itu, ia pun dikenal oleh sang Direktur Perusahaan itu, yang asli orang Jepang. Bahkan, jika pulang ke rumah, Sairun sering diajak pulang bareng naik mobil sang Direktur. Sang Direktur juga sering memberinya uang tip yang tak sedikit. Ia pun sering diajak pula keluar masuk mall dan jalan-jalan. Gara-gara sering mengantar jalan-jalan dan pulang cepat bersama sang Direktur, ia melupakan satu kewajiban yang seharusnya dilakukannya. Sebagai karyawan di situ, ia memiliki kewajiban untuk melakukan Wajib Lembur selama beberapa hari dalam satu pekan. Untuk aturan yang satu ini, ia tidak pernah mengerjakannya karena menikmati waktunya bersama Direktur. Oleh bagian SDM, ia pun diusulkan untuk diberhentikan dengan tidak hormat karena dianggap tidak menjalankan kewajibannya. Akhirnya, ia pun di-PHK.

Agaknya, kekuasaan Allah masih berpihak kepadanya. Beberapa saat kemudian, ada sebuah perusahaan pemasaran komoditi negara membuka kantor di Jakarta. Ia mencoba untuk melamar. Lagi-lagi ia diterima bekerja di kantor pemasaran ini. Pos pekerjaan awalnya adalah sebagai tukang bersih-bersih. Sampai kemudian ada seseorang pimpinan yang mengenal Sairun kemudian memindahnya ke bagian sekretariat. Selidik punya selidik, ternyata Sairun pernah menjadi tukang batu di rumah sang pimpinan tersebut.

Di kantor pemasaran ini, Sairun berkomitmen untuk mengkahiri petualang kerjanya. Beberapa saat kemudian, ia pun diangkat sebagai pegawai tetap. Dengan status barunya ini, ia berhak memperoleh gaji dan beberapa tunjangan meskipun tidak terlampau besar mengingat ia bukanlah lulusan sarjana, sedangkan SMA saja ia tidak memiliki ijazah. Selain gaji, ia pun memperoleh jaminan kesehatan jika ia atau keluarganya sakit. Sebuah hal yang setidaknya bisa menjadi jaminan masa depannya.

Dua puluh lima tahun bekerja di kantor ini, ia pun harus menerima takdir bahwa usianya telah memasuki masa pensiun. Ia pun memperoleh Masa Bebas tugas (pensiun) dan menerima pemberhentian secara hormat.

Di tengah masa pensiunnya, ia tidak benar-benar bisa menjadikan masa pensiunnya dalam makna sebenarnya yaiktu beristirahat dari dunia kerja. Ia masih memiliki satu orang anak yang duduk di kelas satu SMP dan sering sakit-sakitan. Namun sang anak terakhir dari tiga orang saudara ini, memiliki kecerdasan. Sementara kedua anak perempuannya, yang pertama telah bekerja sebagai SPG di Carefour dan satunya masih mencari-cari pekerjaan.

Semoga kita bisa memperoleh pelajaran dari beliau…

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. ini biografi bapak??

    • @Deny: bukan mbak…
      itu biografi pendek ttg seorang karyawan yg kukenal di sebuah perush saja
      siapa th bs mjd ibroh bg pembaca

      😀

  2. Harus saya baca dulu. 🙂

    • @Asop: silakan dibaca nganti ngantuk ya…..

      :mrgreen:

  3. inilah hidup dan kehidupan de’… 😦
    selalu saja ada sosok kek beliau…beliau ga sendirian kok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: