Tahukah Kamu Orangtua Nabi SAW Masuk Neraka ???


Hmm,, kali ini giliran aku nulis sekaligus berbagi informasi sekaligus pandangan kepada kawan-kawan tentang sebuah tema yang sepertinya agak berat untuk dibahas. Bagi beberapa orang, informasi ini mungkin menjadi hal baru dan aneh; bagi sebagian lainnya yang sudah tahu mungkin hanya info penyegar atau penambah jika memang ada tambahan dalam informasi ini. Namun bagi sebagian lainnya informasi ini mungkin akan ditentang habis-habisan dan tidak mustahil informasi ini akan dibantah sekeras-kerasnya. Aku sendiri telah memperoleh informasi ini sejak lama, namun baru beberapa waktu lalu saja memperoleh data-data dan sumber-sumber yang lebih meyakinkanku.

Informasi yang kumaksud itu adalah bahwa “Orangtua Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam (selanjutnya disebut Nabi Muhammad SAW) tidak masuk surga namun masuk neraka”. Dalam suatu simpulan selanjutnya, maka diketahui bahwa orangtua nabi Muhammad SAW adalah orang MUSYRIK. 😦

Awalnya, aku sempat kaget memperoleh informasi yang bersifat i’tiqod atau keyakinan aqidah seperti itu. Masak seorang Nabi Muhammad SAW, ayahnya masuk neraka? Apa kata dunia? Demikian kurang lebih batinku berontak. Namun sesaat kemudian, selintas kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis shalatu wassalam (selanjutnya ditulis Nabi Ibrahim as) berjalan di alam pikiranku. Telah jamak diketahui, bahwa ayah Ibrahim as adalah seorang MUSYRIK. Sementara Ibrahim as adalah seorang Nabi dan Rasul yang beragama Islam.
إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين، ووصى بها إبراهيم بنيه ويعقوب: يا بني إن الله اصطفى لكم الدين فلا ت

Dahulu ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tentang ayahnya yang meninggal pada zaman fatrah (zaman ketika tidak ada dakwah) di atas ajaran syirik, maka Rasulullah menjawab: “Ayahmu di neraka”, mendengar jawaban itu si laki-laki mukanya merah, dan ketika dia berpaling, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya dan mengatakan kepadanya: “Ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim).

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

” dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki berkata : Wahai Rasulullah di mana ayahku ? Nabi bersabda : ‘ di neraka’ . Ketika orang tersebut berpaling, Nabi memanggilnya lagi dan bersabda : ‘Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di an-naar (neraka) (H.R Muslim).

Imam An Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shohih Muslim tentang hadits di atas :
(dalam hadits ini terkandung faidah) : “Bahwasanya barangsiapa yang meninggal dalam keadaan kafir, maka dia masuk Neraka, dan tidaklah bermanfaat baginya kedekatan hubungan kekeluargaan dengan orang-orang yang dekat (dengan Allah). Di dalamnya juga terkandung faidah bahwa orang yang meninggal dalam masa fatrah, yang berada di atas kebiasaan orang Arab berupa penyembahan berhala, maka dia termasuk penghuni Neraka. Dan tidaklah dianggap bahwa dakwah belum sampai pada mereka, karena sesungguhnya telah sampai pada mereka dakwah Nabi Ibrahim, dan Nabi yang lainnya -semoga sholawat dan keselamatan dari Allah tercurah untuk mereka.
Sedangkan berkaitan dengan ibunda Nabi, terdapat penjelasan dalam hadits yang shohih, Nabi bersabda :
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يَأْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأَذِنَ لِي

“Aku memohon ijin kepada Tuhanku untuk memohon ampunan bagi ibuku, tetapi tidaklah diijinkan untukku, dan aku mohon ijin untuk berziarah ke kuburannya, dan diijinkan”(H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Nabi tidak diijinkan untuk memohon ampunan bagi ibunya, disebabkan alasan yang disebutkan dalam Al Qur’an :
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” (Q.S Taubah :113).

Dalam informasi di atas ternyata ada sebuah konsekuensi bahwa seorang musyrik tetaplah musyrik, sementara seorang muslim yang mewajibkan tauhid hanya kepada Allah tidak boleh ada jiwa kesyirikan di dalamnya. Surga hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar mentaudihkan Allah secara benar dan sempurna.

Orangtua Nabi Muhammad SAW dan kaum Quraisy secara umum, adalah seorang Musyrik. Namun jika mereka belum pernah mendengar dakwah Nabi, mereka hanya diberikan predikat MUSYRIK saja tanpa embel-embel kafir. Namun bagi orang musyrik yang justru menentang dakwah Islam, barulah kemudian mereka dinamai orang MUSYRIK dan KAFIR.

Jika di zaman dakwah saja tidak ada atau di zaman jahiliyah / kebodohan saja orang-orangnya tetap disebut sebagai kaum Musyrik [tanpa kafir] sekalipun mereka sama sekali belum pernah mendengar dakwah Islam, maka di zaman sekarang dimana informasi mengenai Islam bisa diakses oleh siapapun dan kapanpun serta dimanapun, maka secara otomatis menimbulkan konsekuensi bahwa para pelaku aktivitas syirik akbar tergolong orang-orang yang MUSYRIK.

Lantas, apa saja yang dimaksud dengan aktivitas syirik akbar? Syirik besar (Akbar) adalah beribadah kepada selain Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, meminta berkah kepada orang yang mati atau hidup tapi tidak berada di tempat orang yang meminta, seperti firman Allah:

“Beribadahlah kepada Allah dan jangan kamu sekutukan sesuatu dengan Allah.” (an-Nisa’:36)

Padahal, membuat hukum itu juga termasuk menyekutukan Allah. Wew.. 😦

SUMBER: sini, situ, sono, sini, dan sana

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

17 Tanggapan

  1. wah..menarik seakli…
    saya baru tau..
    http://punzjrs24.wordpress.com

    • @Rahmad: ya begitulah faktanya mas Rahmad

  2. Yap, saya tahu. 😀

    • @Asop: wah, sip Sop…

  3. nice post…

    apakah kita yg mengaku beriman juga telah menuhankan sesuatu selain Allah?? 😉

    • Didot: Semoga kita terhindar dr syirik baik yg disengaja maupun yg tidak..
      amiin

  4. wahhhh……. 🙂 niceeee post….

    wahhh membuat hukum=menyekutukan Allah??? hati2 y

    • @Cempaka: Insya Allah cempaka….

      selalu diingatkan saja

  5. wah..baru tau nih…

    • @Marisa: ya klo baru tahu, maka bisa sbg informasi saja…

  6. aku bsa ngerti knapa ayah Nabi Muhammad SAW ga msk surga, seperti yg dijelaskan diatas. info yg bagus makasih ya..

    • @Ok: sam-sama Ok,
      alhamdulillah kalao emang mnfaat..

  7. Hmm… baru ta nih aku.. thanks gan post nya…

    • @Sapta: your welcome Gan…

      ya klo baru tahu bisa menjadi tambahan informasi saja tadz…

  8. aq sering terharu bila mengingat fakta ini, bapak dan ibu beliau shalallaahu ‘alaihi wasallam… secara aq suka mellow… 😦
    subhanallah hikmah yang besar bagi kaum beriman akan apa yang terjadi pada keluarga beliau… seharusnya semakin mempertebal iman, dan kecintaan kita pada beliau … Allahumma shalli wa salim ‘alaa nabiyyinaa muhammad…

  9. Inilah sportifnya Agama Islam.

  10. Coba kalian2 cari n bandingkan dgan tlisan yg mnyebutkan bpk dan ibu Rasul msuk surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: