Antara Menculik Mulyani atau Menculik Miyabi ?


Menculik Miyabi atau Menculik Mulyani ?

Menculik Miyabi atau Menculik Mulyani ?

Pekan ini, Indonesia memiliki topik hangat pemberitaan yang menghiasi media cetak, elektronik, dan internet. Pertama tentu saja adalah seputar pengangkatan Sri Mulyani menjadi Managing Director (Direktur Pelaksana) Bank Dunia sekaligus pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Dengan persetujuan SBY selaku presiden, maka langkah Sri Mulyani bisa dikatakan 90% jadi untuk menerima jabatan baru sebagai penasehat sang Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.

Jika lancar, maka Sri Mulyani mulai 1 Juni 2010 ini merupakan salah satu dari tiga direktur pelaksana, jabatan tertinggi di bawah Zoellick. Dia dianggap akan membawa keterampilan dan pengalaman yang unik bagi Bank Dunia.

Menurut Zoellick, Sri Mulyani sangat dibutuhkan Bank Dunia. “Posisinya akan menguntungkan karena berasal dari negara dengan pendapatan menengah dan masih menghadapi tantangan yang signifikan dari kemiskinan,” kata Zoellick dalam sebuah pernyataan e-mail seperti ditulis Blomberg, 4 Mei 2010.

Pemilihan ini didasarkan pada meningkatnya peran Indonesia di dunia, bangsa terpadat keempat dunia, anggota Kelompok G-20 yang mewakili negara berkembang dan maju. Sri Mulyani, 47, akan menggantikan Juan Jose Daboub, yang akan menuntaskan empat tahun masa kerjanya pada 30 Juni. Juan mengawasi 74 negara di Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara. Daboub adalah mantan menteri keuangan El Salvador.

Direktur Pelaksana terakhir yang ditunjuk Zoellick adalah Ngozi Okonjo-Iweala. Dia adalah mantan menteri keuangan dan menteri luar negeri Nigeria pada Oktober 2007.

Direktur pelaksana ketiga, Graeme Wheeler, pada Januari lalu mengatakan akan meninggalkan lembaga pada akhir bulan depan. Wheeler bekerja di Departemen Keuangan Selandia Baru sebelum bergabung dengan bank pembangunan berbasis di Washington.

Sementara itu, kasus populer lain pekan ini selain tentang Sri Mulyani adalah sama-sama seorang wanita dan perempuan. Namanya Maria Ozawa atau yang lebih populer dengan sebutan Miyabi. Miyabi selama ini dikenal dunia sebagai artis atau bintang film porno Jepang yang berkelas dunia.

Sebuah rumah produksi Indonesia mengundang Miyabi untuk membintangi sebuah film berjudul Menculik Miyabi. Diundangnya seorang bintang film porno di Indonesia menjadi sebuah tamparan bagi kalangan umat Islam dan ulama tentunya. Sebuah negeri dengan mayoritas Muslim dan konon juga menjadikan agama sebagai asas yang menjiwai pada sila pertamanya mengundang seorang bintang porno yang justru berpotensi merusak moralitas bangsa.

Odi Mulya Hidayat, sang sutradara membantah bahwa Miyabi bakal membobrokkan moral masyarakat Indonesia. Dia beralasan bahwa Miyabi telah ‘tobat’. Pada keterangannya, Miyabi sudah pensiun dari bintang film porno dan kini sudah benar-benar total keluar dan hanya menjadi bintang film biasa atau mencoba profesi lainnya selain bintang porno.

Ody juga menyebutkan bahwa film yang diproduksinya tidak ada adegan panas dan adegan-adegan pornonya. Hal itu pun juga diamini oleh Lembaga Sensor Film (LSF) yang menyebutkan Menculik Miyabi lulus sensor karena tidak terdapat unsur pornografi.

Ody pun menambahkan, “Saya pikir kita lihat dululah. Masyarakat bisa menilai ini film seperti apa. Pure komedi, nggak ada unsur porno. Saya bicara sama LSF. Mereka bilang ini memang komedi, nggak ada unsur porno atau seks,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.

Ternyata, setelah diputar di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia, reaksi penonton beraneka macam. Namun rata-rata mereka menyesal. Sebagian masyarakat yang sudah terlanjur menonton merasa tertipu. Awalnya berpikir menemukan adegan hot dan vulgar Maria, ternyata hanya melihat Maria beberapa scene saja. Itupun hanya adegan biasa lima menit lamanya.

“Payah, ternyata cuma begitu saja. Menculik Miyabi ternyata hanya komedi yang dimainkan mantan bintang porno. Sama sekali nggak ada blue filmnya,” tutur seorang penonton dalam nada kecewa (pengin banget sebenarnya motret wajah si penonton yang mupeng banget sepertinya berharap dapat adegan-adegan HOT MIYABI. Kontroversi Miyabi sepertinya menjadi anti-klimak bagi penonton.

***

Dua kontroversi pekan ini tersebut sebetulnya menarik untuk didiskusikan dan didalami. Apalagi perdebatan itu menjadikan objek dua perempuan yang terkenal di bidangnya masing-masing. Sebagian orang, mungkin kebanyakan, melihat sosok Sri Mulyani adalah seorang ekonom, profesional, menteri, dan orang yang hebat, cerdas, dan smart, khususnya di bidang ekonomi. Beberapa terobosan dan ‘aksinya’ menjadikan ibu satu itu terkenal di Indonesia, meskipun sebenarnya di luar negeri ia lebih dikenal dulu dibanding di Indonesia. Terlepas dari keberadaannya sebagai bagian dari kelompok Mafia Barkeley yang kerap disebut-sebut sebagai otak penghancur ekonomi Indonesia khususnya, atau kesalahan kebijakan menyangkut kasus Bank Century, dan sebutan ekonom pro liberalis kuakui integritas profesional seorang Sri Mulyani selama memimpin sebagai Menkeu dan prestasi-prestasinya. Upaya mereformasi institusi Depkeu yang selama ini menjadi isu tempat paling basah duit sebenarnya mulai dirasakan sekalipun belum 100%. Sebagai contohnya adalah masih adanya kasus penggelapan uang pajak yang dilakuakn aparat-aparat Pajak yang notabene berada di bawah koordinasinya langsung atau tidak langsung.

Namun, sosok ”perempuan perkasa’ itu kini (lebih tepatnya akan segera) meninggalkan Indonesia untuk bekerja di Washington sebagai Managing Director World Bank. Sebagian kalangan yang ngefans dengan sosok wanita perkasa ini banyak yang menyesalkan kepergiannya karena Indonesia sangat membutuhkannya. Bagi kalangan itu, Sri Mulyani ibarat sebuah “Asset” yang justru dimanfaatkan orang lain.

Sementara, di dunia hiburan atau perfilman Indonesia, sebuah rumah produksi Indonesia justru mengimpor atau mengundang seorang artis porno untuk membintangi sebuah film yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Dimana-mana, aku yakin bahwa produk porno adalah sebuah produk sampah dalam masyarakat manapun yang masih memiliki hati nurani.

Sekalipun dikabarkan Miyabi telah ‘tobat’ dari bermain film-film porno, sosok Miyabi belum bisa lepas dari sebutan artis porno. Dalam benak mayoritas masyarakat Indonesia yang tahu sepak terjang Miyabi, mereka mengenalnya adalah sebagai bintang porno. Dan image itu masih bertahan hingga sekarang bahkan sampai nanti entah kapan saya yakin belum berubah dalam waktu dekat. Miyabi telah menjadi semacam maskot seorang bintang porno. Bagi penggemar film porno (baik dari yang moderat maupun yang sudah addicted), Miyabi adalah ‘Dewi’. Artinya, mengundang seseorang yang telanjur dianggap sebagai Maskot Bintang Porno secara tersembunyi adalah menjadi sebuah pesan sebagai membawa sebagian industri porno. Ini seperti langkah diimpornya majalah “PLAYBOY” ke Indonesia beberapa tahun lalu. Misinya adalah sekali lagi kepentingan duit tanpa peduli pengaruh dan dampaknya.

Menjadi ironis ketika seorang warga Indonesia yang berkualitas internasional dan bak intan yang bersinar dan diekspor ke luar negeri seperti Sri Mulyani yang konon akan menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi di satu sisi Indonesia juga mengimpor ‘sampah’ yang dijadikan komoditas padahal masih banyak intan-intan yang berkilauan lainnya.

Jadi, apa yang anda pilih? Apakah kita harus Menculik (Sri) Mulyani agar balik lagi ke Indonesia baik untuk menyelesaikan kasus-kasusnya dan memajukan Indonesia, atau justru memilih Menculik Miyabi yang semakin mengotori dunia perfilman Indonesia yang semakin tidak kreatif? Atau justru kamu lebih suka membiarkan kedua “wanita perkasa” itu enyah dari Indonesia? 😀

Bahan Info: sini, sono, dan situ

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

26 Tanggapan

  1. pngen nonton nihh…
    btw,pjg bnget gan artikelnya..tp bagus infonya.
    slm knl ya dari blog tetangga dtggu backlinknya.:D

    • @Fajar: yup segera ke tkp Gan

  2. jiahahaha… ngakak dulu ah liat gambarnya 😛

    • @ust Didot: Kok komennya ga ke artikel, tp malah ke gambar to??
      😦

      tp emang lucu sih

      wakakakaka

  3. sama kang didot…
    ngakak dulu..
    gambarnya bagus.. 🙂

    • @Faruq: hmm kok liat ke gmbarnya to??
      hmm

  4. hahayyy…mantafff 😆

    • @Yanrmhd: apanya bang>???
      yg mantap

  5. Hmm, gambrx kurang potojenik 😀

    • @Cempaka: maksud Loe?????????

  6. dimana-mana selalu ada pro dan kontra…. bagi yang kurang tau apa yang sebenernya terjadi mending jadi penonton saja..

    • @Rose: hmm,, aku khan penonton yang ikut berkomentar..
      hehehhehee

  7. 😆 ngekek dulu ah liat gambarnya… lucu banget… diprotes ga tuh de’ ntar?? hehehhe

    • @Sunflo: diprotes juga gpp..
      kebebasan ekspresi kok
      dan sepertinya tidak ada upaya melecehkan di sini
      klo menurutku sih…

      kecuali klo bikin fotonya dibikin porno, nah itu gw ngaku salah deh..
      😀

  8. wah.. pada ngbicarain dia, ga ikutan deh..

    • @Aerc: kok ga ikut2an..
      hehehe
      ini bukan gosip lho

      wakakakakaka

  9. hahah liat potonya menggelitik banget heheh kreatif banget
    kalo diamati lebih seksi bu sri dari padai miyabi

    • @Tary: masak sih seksi Sri Mulyani???
      Halah

      kok pd ngeliat ke fotonya sih..
      huft……

  10. Hehehe kreatif banget bro 😀
    Sebetulnya agak susah jg ditinggal Bu Sri Mulyani, tapi gimana lagi wong beliau sanggup koq. Jadi relakan saja..
    Masalah Miyabi, yang nonton filmnya ga usah senewen. Dari awal dah ga mutu koq malah ditonton 😀 kasian banget..

    • @Darin: insya Allah bangsa yang baik bukanlah bangsa yang bergantung kepada manusia, tetapi bergantung pada Allah SWT dan aturan-aturan-NYA.

      insya Allah, sukses dunia dan sukses akhirat
      -namun hal itu bukan terjadi begitu saja secara sekonyong-konyong-

  11. wah…..intinya rame yang mana nih?? :mrgreen:

    • @Deny: kok pakai rame2 segala ???

      rame semua aja deh

      hahaha

  12. Daripada pake miyabi, mending pake miyako… lebih hot !!!
    Nasi cepat matang, hemat listrik lagi ^_^

    • @Puri: Miyako ya Pur???

      kalo pakai Miyabi brti ga bs matang dan ga hemat energi ya??
      wkwkwkwkwk

  13. Aku sendiri agak miris ya. Dengan diundangnya artis esek-esek Jepang (Rin Miyabi), menjadikan (mayoritas) bangsa Indonesia menganggap Jepang sebagai gudang artis bom seks.
    Padahal, dibanding dua artis itu, aku prefer ke band-band Jepang / Visual Kei, seperti Versailles, Mucc, Deluhi, atau paling nggak yang paling banyak di-rekues, L’Arc~en~Ciel.
    Hfff…

    Sri Mulyani… Menurutku, bila Sri Mulyani memang ingin mengembangkan kualitas-nya, dia memang harus “belajar” ke gunung yang lebih tinggi. Semoga Mulyani tak lupa u/ menurunkan ilmu-ilmunya kepada bakat-bakat baru di Indonesia 🙂

    @ Puri: Hus! Jangan nyebut merek 😀

    • @Rafael: ssst,, jangan nyebut Merek…..! :mrgreen:

      pendapatku ttg Sri Mulyani tersirat telah kutulis di postingan atas..

      @Puri: iya tuh, jgn sebut merek! :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: