Cintaku Salah Arah

Sumber gambar: mariskalubis.wordpress.com

Alkisah, sebutlah namanya Mawar, seorang gadis remaja beranjak dewasa lulus SMA yang tengah menikmati masa-masa pubertas dan kebebasannya setelah menerima pengumuman kelulusan dirinya dengan nilai yang cukup baik. Gadis ayu ini mendamba seorang jejaka muda kawan satu sekolahnya bernama Sutrisno. Perasaan Mawar kepada Sutrisno sebetulnya sudah tersimpan sejak lama ketika keduanya masih duduk di kelas dua. Hanyasaja karena ia seorang wanita, ia pun enggan mengungkapkan perasaan hatinya itu kepada Sutrisno. Namun kali ini, setelah masa-masa mereka bersama di SMA tinggal menunggu waktu dalam hitungan hari saja, Mawar hendak melepaskan beban perasaan itu kepada Sutrisno agar ia merasa ringan dan lega sesudahnya. Diterima atau ditolak adalah konsekuensi jawaban yang sudah ia terima.

Sementara itu, Sutrisno adalah seorang pemuda tampan yang memiliki prestasi bagus di sekolah. Siswa ini juga dikenal dewasa dan berperawakan gagah. Ia juga banyak dikenal oleh para guru dan murid-murid lainnya di sekolah. Selama ini, teman-temannya juga mengenal Sutrisno sebagai seorang siswa yang berjiwa entrepreneurship. Untuk ukuran anak SMA, Sutrisno dikenal cukup sukses dalam meretas sebuah usaha yang dia jalani di sela-sela belajarnya. Ia juga memiliki banyak koneksi dan akrab bergaul karena memang kawan-kawannya mengenalnya sebagai orang yang ramah. Tak salah jika banyak temen-temen cewek yang mengenalnya mendambakan Sutrisno.

Menjelang ujian akhir nasional (UAN), Sutrisno memang terlihat cukup dekat dengan Mawar. Bagi Mawar, ini adalah ibarat pucuk dicinta ulam tiba. Suatu saat, Sutrisno datang mendekati Mawar di taman depan sekolah. Mawar sempat kaget dan agak deg-degan karena tiba-tiba didekati sang cowok idolanya itu. Mereka kemudian terlibat obrolan remaja kesana-kemari. Sepanjang obrolan, jantung Mawar tak hentinya berdegup cukup kencang. Matanya hampir tak berkedip memandang sang pujaan. Hatinya seolah terpatri oleh anak panah yang tertancap. Bibirnya hampir tak berhenti mengekspresikan senyum. Kata-kata yang keluar dari mulut Mawar juga terlihat diatur perlahan, lembut dan penuh kehati-hatian. Mawar benar-benar seperti sedang terbang pelan ke angkasa. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: