Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu


Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu

Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu (Gama - Ahmed)

Tiba-tiba saja, kawanku bikin tag foto di Facebook foto di atas. Kenangan dan memori lama pun sekonyong-konyong menghinggapi otak rekamku. Foto itu seingatku diambil pada kisaran tahun 2003, beberapa pekan setelah aku dan kawan-kawan menempuh ujian akhir nasional (UAN) yang cukup bikin stress karena pada saat itulah sistem UAN dengan nilai mati dan Nasional diterapkan pertama kalinya. Untuk melepas rasa stress dan untuk merayakan perpisahan kami jika setelah lulus SMA harus terpencar-pencar kuliah, menikah, atau bekerja, maka kami telah memiliki dokumentasi yang kami coba untuk abadikan itu. Kami adalah rekan sejawat yang kala itu tengah merajut sebuah persahabatan karena berlatarbelakang satu sekolah (SMA) yang sama di SMA Al Islam 1 Surakarta, dan menyebut identitas kami sebagai komunitas SDK / SDK Plus. Kami mengawali persahabatan kami dengan beberapa orang saja antara lain Gama, Inal, Boy, dan Aku. Yang terlihat pada foto itu adalah aku dan Gama.

Aku dan Gama (pada foto), saat itu tengah menunaikan sholat shubuh berjamaah di Argo Dumilah (sebuah tempat yang sejauh yang kutahu adalah tempat cukup lapang tepat di bawah puncak gunung Lawu. Sebelum menuju ke puncak Lawu, kami sengaja bermalam sebentar dan istirahat di Argo Dumilah di dekat sebuah sendang dan gua kecil. Setelah fajar shidiq telah cukup nampak di ufuk timur, maka kami semua pun ambil tayamum karena merasa tidak kuat dengan dinginnya udara pagi itu yang sangat dingin serta karena air di sendang yang kami meragukan kesuciannya. Dinginnya udara pada saat itu tidak kami ketahui secara pastinya, namun yang jelas, embun-embun pagi yang keluar dari rumput-rumput yang menempel di bebatuan sekitar kami sebagian membeku menjadi butiran es kecil dan halus (bayangin sendiri dinginnya malam itu). Secara bergantian, kami sholat berjamaah dua-dua bergantian. Aku dan Gama pada saat itu tidak menyadari ternyata kami tengah difoto saat kami sholat Shubuh.

Udara dingin malam itu kami rasakan sangat dingin sekali sehingga sangat sulit sekali untuk sekedar memejamkan mata. Kami sampai di Argo Dumilah sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya kami bermaksud langsung melanjutkan perjalanan ke puncak langsung dan bermaksud menginap di sana sekalian menikmati matahari terbit dan mandi sinar matahari pagi untuk memulihkan dingin yang semalam menyelimuti seluruh tubuh kami, sayangnya dikarenakan suara angin semu badai yang benar-benar cukup keras terdengar di telinga kami sedangkan kami tidak membawa sleeping back ataupun tenda maka kami lebih memilih bertahan di Argo Dumilah. Kami memutuskan menunggu hingga setelah shubuh dulu baru menuju puncak Lawu.

Dimana-mana dan dalam posisi serta kondisi bagaimanapun, kami harus segera menunaikan sholat jika telah masuk waktunya. Setidaknya, pesan itu kami ingat baik-baik sejak memperoleh pelajaran-pelajaran sejak belum sekolah dan saat di sekolah. Meskipun secara jujur, saat itu kami merasa sangat berat sekali untuk menunaikannya karena udaranya terlampau dingin. Sebagai penggambaran, aku yang saat itu bertindak sebagai Imam, sangat kesulitan untuk berdiri tegak dan benar-benar diam tak bergerak. Sekujur tubuhku hampir menggigil, begitupula kawanku sekalipun kami telah mengenakan jaket dan penutup kepala. Kalimat al fatihah dan bacaan yang kubaca nyaring saat sholat pun kuucapkan dengan penuh bergetar dan terbata-bata karena dingin yang menggigil. Jari telunjuk kami yang kami tunjuk saat duduk tasyahud akhir pun ikut-ikutan bergerak padahal tidak kami gerakkan. Untungnya, dengan segala susah payah dan sabar, sholat dua rakaat itu bisa selesai juga. Waktu sekitar 4 menit seperti terasa 10 menit. Yah, sebuah pengalaman yang pertama bagi kami sholat di puncak gunung dalam kondisi yang sangat dingin. Dan pengalaman itu hanyalah permulaan saja karena setelah itu kami masih mengulanginya di lain kesempatan dan tempat pada situasi yang hampir sama, Dingin.

Dimanapun dan dalam situasi apapun, jangan lupakan sholat kawan (jika telah masuk waktunya) !!! 😀

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

12 Tanggapan

  1. Jadi ingat pernah kesasar ketika dulu mendaki merbabu.
    Salam hangat dari Pekalongan.

    • @Pak Mursyid: Salam dingin dr Bandung
      hihihihi

      kok bs kesasar..
      sharing pak guru teladan

  2. iiiiiiiihhh, jadi malu

    • Ngopo lho ma??

  3. SubahanAllah 🙂

    itu keennn bgt!!!!! *sambil nunjuk tas ransel *

    >_<

    • @Cempaka: kurang ajar !!!!!!!!
      ranselnya aja keren gimana orangnya?
      :p

  4. Pengen sekali-sekali naik ke puncak gunung kayak gitu… Tinggi-tinggi sekali…

    • @Puri: lha kapan dd??
      ke Gunung apa??

  5. aq cinta gunung!! indah banget keknya pengalamannya ya de’… dr dulu ngimpiin bisa mndaki gunung tapi keknya ga bisa dech… 😛 mana ada IRT naik gunung… hehehe…
    nice.. beneran aq suka nie nuansanya…

    • @Sunflo: kok ga bisa??
      bisa lah
      ajak tuh suami…
      suami yg baik senantiasa ikut menyenangkan hati istri’
      hayah

  6. rose juga pernah kemping di lereng gunung pas acara kemah bakti… itu ajah udah dingiiiiiin banget, apalagi kalau nyampe di puncaknya yaaa… ga kebayang dech

    • @Rose: Jiah..
      yg bener yg mana nih?
      katanya lm pernah, tp kok bilang pernah kemah bakti..

      justru di puncak kadang ga dingin mbak…
      munkin wkt itu memang pas cuacanya gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: