Mau Pakai Helm SNI atau Helm SMI ??


cContoh Helm dengan Emboss SNI - Sumber: tokohelm [dot] com

Contoh Helm dengan Emboss SNI - Sumber: tokohelm.com

Bukan Indonesia jika dalam membuat suatu kebijakan, para pejabatnya suka membuat kebijakan yang mungkin janggal dan terkesan tanpa melihat kondisi masyarakatnya (menurutku lho…). Beberapa waktu lalu, per 1 April 2010, diwajibkan bagi seluruh pengendara motor untuk menggunakan helm berstandar SNI. SNI sendiri kependekan dari Standar Nasional Indonesia. Stardardisasi helm SNI ini konon dilakukan mengacu dan sesuai amanat pada UU No.22 tahun 2009 pasal 57 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang menjelaskan bagi pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm standar SNI.

SNI atau Standar Nasional Indonesia adalah sebuah standar yang hanya satu-satunya berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN, Bada Standar Nasional. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yang selengkapnya silakan klik di sini saja ya.. ! Hehehee.

Sebenarnya, aturan penggunaan helm SNI itu seharusnya sudah diberlakukan mulai 25 Maret 2009 1 tahun lampau. Selidik punya selidik, ternyata diketahui bahwa aturan ini merupakan “titipan” atau penerapan dari peraturan Menteri Perindustrian yang sudah diteken sejak 25 Juni 2008 yang tertuang dalam peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008. Dan mulai berlaku efektif mulai 25 Maret 2009 atau 9 bulan sejak ditetapkan. Baru kali ini aturan penerapan sebuah peraturan menteri diatur oleh peraturan yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang. :-/ Sebuah aturan yang janggal baik dari sisi materi maupun mekanisme pembuatannya.

Menurut penjelasan Kasubdit Standarisasi dan TeknologiDirektorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Direktorat Industri Kimia Hilir,Drs. Kurnia Hanafiah, MM, Apt (Pak Kur) Departemen Perindustrian, setahun lampau, dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan bahwa alasan diberlakukannya kewajiban menggunakan helm SNI adalah disamping karena UU Lalu Lintas No. 14 tahun 1992 (aku berkata, “sebenarnya yg benar UU yg mana sih?) juga dipicu oleh data bahwa 80% kasus kecelakaan dikarenakan ngga pakai helm berkualitas baik. Ketika kecelakaan tersebut mengakibatkan benturan di kepala, lantas menyebabkan kematian. Kalau bagiku, penyebab kecelakaan bukan pada kesalahan helm-nya, tapi karena takdir. 😀 hee… Bercanda. Maksudnya, lebih disebabkan kepada si pengendaranya. Kalau pada dasarnya si pengendara mengendarai motor dengan model tarkam ya wajar jika sering kecelakaan atau minimal menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Bukan pada helm yang BUTA dan hanya benda mati biasa. Sebuah data yang aneh bagiku. 😀

Namun, aku justru melihat dan cenderung ber-su’udzon bahwa peraturan kewajiban menggunakan helm berstandar SNI adalah akal-akalan para pengusaha yang punya akses kepada pemerintah, dalam hal ini melalui kementrian perindustrian saja. Hal ini disebakan karena peenrapan penggunaan helm ini hanya lebih mementingkan pada SNI-nya dan bukan pada persoalan kemanannya. Banyak helm-helm merek non-lokal yang memiliki standar di atas helm berstandar SNI, seperti Arai, DOT, SNELL, ECE dll, yang tidak dianggap di mata Departemen Perindustrian dan lebih mementingkan helm SNI. Takutnya, hal itu dijadikan alasan oleh para seragam coklat yang berseliweran di jalanan untuk mencari-cari kesalahan hanya karena helm-helm itu tidak ada emboss SNI-nya. Cape deh…

Siklus penertiban helm sepertinya selalu terjadi setiap lima tahunan. Mungkin alasanku (lagi2 su’udzon :D) karena mungkin sebagian masyarakat Indonesia, jika menggunakan helm, bisa sampai 10 tahun, sehingga perlu dibuat aturan-aturan baru agar industri helm menjadi semarak dan produsen helm menarik keuntungan. Modusnya bisa bermacam-macam, mulai dari penertiban helm cathok atau cidhuk, penggunaan helm SNI atau modus-modus lainnya. Sempat aku berfikir kenapa juga sih saat kita membeli motor dari dealer kita tidak dikasih helm berstandar SNI? Lantas, apa gunanya coba jika helm yang diberikan sebagai bonus toh nantinya tidak bisa dipakai karena tidak memenuhi standar SNI.

Jiah, alangkah lucunya negeri ini.

Kalau aku sendiri, aku lebih suka memakai helm SMI daripada SNI. SMI bukanlah Sri Mulyani Indrawati, namun Standar Manusia Iseng. Helm SMI biasanya diciptakan oleh orang-orang kreatif atau yang kepepet seperti pada foto di bawah ini.

Inilah Helm SNI yang Bercitarasa SeNI - Standar Manusia Iseng

Inilah Helm SNI yang Bercitarasa SeNI - Standar Manusia Iseng

SO, mau pilih pakai helm SNI atau SMI ?? 😀

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”


Iklan

15 Tanggapan

  1. Pilih Yang aman aja deh, jadi? Haha*

    • @Cempaka: memangnya kmu bisa naik motor?? 😀
      :)>-

      • deuh,, kalo cuma “naek” motor mah bisa ajja,,, anak bayi juga bisa,,, huahahha :mrgreen:

  2. setuju …………..nich .. akal akal…
    pakai yang aman aja …tapi bukan SNI
    …………………………

    • silakan..pak syaikhoni

  3. pembotek semua.itu kan hnya karena kiasan dollar yang masuk ke kanntong tikus tikus itu begitu besar,sehingga memaksakan sebuah aturan

    • @pelintas batas: Wah, sy tdk berani setegas dan sekeras itu mas.. Hehehehe

      cayoo

  4. Huahahahahaha… fotonya lucu! 😀
    Jadi, kalo helm saya masih yang lama dan belum ber-emboss, harus beli baru ya? Helm saya merek BMC, udah dianggap SNI kan? Tapi belum ber-emboss, karena ini beli th 2008.
    Duh beli baru kan mahal…. 😦

    • @Asop: Jika merujuk pd aturan letter lux nya sih gitu.. harus beli baru…
      ya, hrs di emboss..
      kecuali bisa “damai”
      hehehe

  5. kalo aku sih yg penting pake helm yg bisa ngelindungin kepala dengan baik

    *tp ga mahal2 ya harganya ehhehe*

    • @Kampret: kalao hmpir mayoritas pengendara sih gitu penginnya, cuman yg punya aturan negara ini yg sepertinya ga mau,..
      harus dibikin SNI
      pdhal bonus helm waktu beli motor saja tdk ber-SNI (kecuali motor produksi 2010 barangkali)

  6. ehmmmmmmmmm yang penting pake Helm yang bisa melindungi kepala 🙂

    salam kenal

    • @Delia: wah, kalau membaca di peraturan itu, tdk bleh sekedar yg bisa melindungi kepala, tapi yg penting ber-SNI.
      itulah yg bikin kontroversial..
      masak seluruh masyarakat kudu beli helm lagi hny gara-gara ga ber-SNI

      salam kenal balik

  7. wah ada helm SMI ternyata yang stikernya produksi sendiri hehee

    • @Gerhana: Eh, jangan salah lho..
      SNI itu bukan sekedar stiker, ga laku. harus yg ber-emboss.

      kalu gw sih, terserah mau SNI pa Nggak yg penting gw nyaman saja…dan aman tentunya..

      masa bodoh mau ditangkep sm tkang tilang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: