Mesin Ketik Belum Terpinggirkan Zaman


Mesin Ketik Listrik Saat Dibuka

Mesin Ketik Listrik Saat Dibuka

Selama empat tahun terakhir kupikir keberadaan mesin ketik sudah “terpinggirkan zaman”. Kukatakan seperti itu karena memang keberadaan mesin ketik sepertinya sudah benar-benar tergantikan oleh adanya mesin komputer, dan kemudian notebook. Jika dulu tidak semua orang memiliki mesin ketik, namun kini hampir semua orang memiliki minimal satu unit komputer di rumahnya. Namun faktanya, di kantorku masih ada minimal satu unit mesin ketik di setiap ruangan (bagian) yang digunakan oleh karyawan-karyawab yang membutuhkannya. 🙂 Jangan bilang kantorku kuno ya 😦 :D.

Secara rutin, mesin ketik di kantorku pun selalu di-service setiap bulannya. Di ruanganku terdapat dua mesin ketik. Pertama mesin ketik manual biasa. Kedua, mesin ketik listrik.

Mengenai mesin ketik listrik, aku baru mengetahuinya pertama kali saat aku magang (kerja) di Bank BTN Syariah cabang Solo pada akhir tahun 2008. Konon, harga mesin ketik listrik itu juga senilai harga mesin komputer seri Intel Pentium (wallahu a’lam). Artinya harganya cukup mahal. Lantas mau buat apa sih mesin ketik itu jika sudah ada komputer? Oh, ternyata mesin ketik (baik listrik maupun manual) di kantor-kantor memiliki fungsi yang cukup penting yang kurang dimiliki oleh mesin komputer. Untuk menuliskan dalam faktur, invoice, atau blanko-blanko yang terpola, maka mesin ketiklah yang digunakan sebagai alat bantunya. Jika menggunakan komputer, tentunya akan sulit untuk mengepaskan sesuai format blanko, faktur atau invoice tertentu.

Mesin ketik yang secara umum kita kenal tentunya mesin ketik manual. Dulu orangtuaku memiliki satu unit mesin ketik manual merek Brother (konon termasuk merek mesin ketik yang cukup bagus di bawah IBM). Mesin ketik yang ada di rumahku dulu lebih sering dipinjam paklik (om) dan bulik (tante). Biasanya, mereka meminjam mesin ketik ortu-ku untuk kebutuhan mereka menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang diminta dikerjakan dengan ketikan. Selain itu, mesin ketik pada masa itu juga menjadi sebuah barang yang wajib saat menyelesaikan skripsi. Mungkin karena alasan teknis itu jugalah yang membuat mahasiswa dulu menempuh studinya relatif lebih lama dibanding mahasiswa sekarang. 🙂

Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus mengerjakan skripsi sekian halaman bolak-balik jika menggunakan mesin ketik. Jika mengerjakan pada malah hari suara bunyi ketukan ketikaannya mengganggu orang yang tidur, banyak membuang kertas karena pasti sering salah, dan lebih lama mengetiknya karena jika salah ketik harus menghapusnya dengan Tipe-Ex, serta harus lebih sabar.

Aku masih ingat saat SMP aku membuat surat yang kemudian kukirimkan kepada beberapa kantor kedutaan besar negara-negara asing di Indonesia dengan menggunakan mesin ketik yang menempuh waktu kurang lebih 1/2 jam untuk satu halaman saja. Sementara pada saat umur yang sama, aku mencoba menggunakan komputer kantor ayahku dan hasilnya aku lebih cepat 3 kali lipat dan lebih rapi.

Mesin Ketik Listrik Merek IBM (nampak lebih dekat)

Mesin Ketik Listrik Merek IBM (nampak lebih dekat)

Pada sebuah kesempatan, seorang teknisi mesin ketik yang men-service mesin ketik listrik di kantorku datang untuk melakukan tugasnya. Iseng aku menanyakan apakah masih banyak kantor-kantor yang mempergunakan mesin ketik di kantor-kantor di Jakarta. Oleh beliau dijawab, “ooo masih banyak mas, hampir semua kantor-kantor khususnya kantor pemerintah dan BUMN yang masih banyak menggunakan mesin ketik. Jadi, kami masih punya penghasilan yang cukup dari pekerjaan service mesin ketika mas….” ujarnya menjawab pertanyaan iseng-ku.

Ternyata, mesin ketik belum terpinggirkan zaman di era digital ini.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

13 Tanggapan

  1. wew

    • @Alice: Wew knp???

  2. di kantor juga masih ada dua mesin ketik,,
    bener banget, untuk invoice yang type lama yang blum integrasi mas komputer,,, 😀
    ato ngisi draft dari klien yang paper based, utk kerapian ya tetep make mesin ketik 😀

    • @Fara: oh ya?
      jangan2 tukang service nya sama dg yg service di tmpatku…
      🙂

  3. Masih ada lho tempat rental mesin ketik. :mrgreen:

    • @Asop: oh ya??? dulu sblm ngadu nasib ke ibukota sih ada di kampungku.., cuman ga ramai dan cenderung bs dikata tdk ada.
      Btw, kalau ada, di daerah mana tuh?
      Apakah msh cukup untuk memutar kehidupan mereka dg menual jasa rental mesin ketik?
      *penasaran

  4. haha.mesin tik saya (baca: kakek saya) juga masih ada di rumah.

    • @Blog Pribadi: berada di gudang or masih dimanfaatkan???
      😀

  5. Sip deh, ak suka bgt baca tulisan yg kreatif, dari seseorang yg kreatif, dan yg punya nama kreatif jg hehe*

    oya, ibuku ga bisa pake kompi , jadi sampe skrang dikantorx , ibuku masih menggunakan mesin ketik mas, jadi benarlah kalo mesin ketik belon trmakan zaman, sip lah 😀

    • @Cempaka: ah jangan memuji berlebihan gitu deh.

      Tukul bilang “Pujian adalah Teror” – 😦
      wah, anaknya ibumu pasti ga perhatian tuh sama ibunya.
      g mau ngajarin ibunya belajar kompi shg hrs masih pakai mesin ketik. 😀

  6. Benar juga ya. Untuk form2 model lama, mesin ketik memang solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. Namun tidak bisa dipungkirin juga, form2 model lama pun sekarang mulai bisa diisi dengan ketikan dari kompi meski agak lama mengepaskannya. Tetapi apabila telah berhasil mngepaskannya, Insya Allah, akan lebih mudah dan cepat lagi.

    Semoga kita bisa selalu mengingat kehebatan orang2 dulu yang mampu dan penuh kesabaran menyelesaikan sesuatu menggunakan mesin tik

    • @Ifan: kalau kata petugas reparasi yg kutanya..
      ia yakin mesin ketik msh bakal eksis hingga setidaknya 5 th ke depan , katanya

  7. Nah itu dia, ni gw lg ngepasin blanko terpola dg komputer, ternyata susah juga. Ada yg bisa bantu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: