Terima Kasih Ibu Grace Giovani…..!!


Grace Giovani

Terima Kasih ibu Grace Giovani…..

Nama beliau Grace Giovani. Namun aku biasa menyebut nama beliau dengan ibu Grace. Meskipun usianya sejauh perkiraanku belum melebihi angka 35 tahun, namun aku lebih biasa menyebut beliau dengan menggunakan kata depan “ibu” karena kebiasaan dari awal menyapa beliau.

Ibu Grace Giovani, beliau adalah seorang Notaris yang diberikan amanah tugas di daerah Semarang. Alamat kantor beliau berada di Jl. S. Parman No.12 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jika anda berniat untuk menghubungi beliau silakan mengontak beliau di nomor 024 70288053. Sejarah studi beliau diawali dengan mengambil kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia selepas lulus dari SMA. Setelah menuntaskan studi sarjana hukum beliau selama kurang lebih tiga setengah tahun, beliau melanjutkan minatnya di dunia hokum dengan mengambil Magister Kenotariatan pada Universitas yang sama hingga dinyatakan lulus pada tahun. Setelah menjalani kewajiban magang selama 2 tahun, beliau kemudian memperoleh amanah tugas di daerah Semarang sebagaimana saat ini sejak tanggal 22 Mei 2006 melalui Surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk profesi Notaris, dengan nomor C-178.HT.03.01.Th 2006.

Karir hukumnya dimulai dengan menjadi pengacara muda di Kantor Hukum Junimart, Natanael, Ridwan (Sekarang BNR Law Firm), kemudian bekerja di PT. ASURANSI MITSUI MARINE INDONESIA (sekarang Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia) sebagai Legal Officer saat menuntut ilmu di Magister Kenotariatani dan terakhir untuk memantapkan keahlian dalam bidang notaris, bekerja di Kantor Notaris SINTA SUSIKTO, S.H sebagai Asisten dan telah beberapa kali diangkat sebagai Notaris Pengganti.

Di kota Semarang lah, beliau ditemani dengan suami tercinta (tapi aku tidak tahu namanya 😦 ) yang juga bekerja di sebuah perusahaan yang ada di Semarang. Keberadaan keduanya dihibur dengan keberadaan seorang “malaikat kecil” yang menjadi penghibur sekaligus pelipur lara serta pembuat ceria rumah mereka. Konon, bertemunya ibu Grace dengan suami yang kemudian menjadi jodohnya itu bermula dari sebuah pertemuan di Parkiran (Lapangan Parkir). :D. Untuk detailnya, silakan tanya sendiri ya ke beliau. 🙂 atau berkomunikasi dengan beliau melalui website: http://notarisgracegiovani.com/ yang konon dibuatkan oleh suaminya yang seorang pekerja IT.

Kisah awal aku mengenal beliau bermula dari kegelisahanku saat perusahaan tempat ku bekerja sedang berproses transformasi menjadi sebuah entitas perusahaan mandiri yang berbadan hokum perseroan terbatas (PT). Kala itu, aku dan kawanku yang duduk di unit hukum (semacam Legal Officer gitu lah) diberikan tugas untuk mencari aspek-aspek legal atau konsekuensi-konsekuensi hukum atas pendirian perusahaan berbadan hukum PT pada kantor kami. Dikarenakan aku dan kawanku sama-sama masih fresh graduate dan belum memiliki pengalaman, sementara orang hukum yang berada di unit ini hanya aku dan kawanku itu, maka salah satu jurus yang kami punya adalah internet. Mbah Google adalah guru pertama yang kujadikan sebagai dosen pembimbingku untuk mencari informasi-informasi yang ingin kucari tersebut.

Dalam proses pencarian dibantu oleh Mbah Google itulah, selanjutnya aku “tersesat” di sebuah website yang cukup memberikan informasi awalan atas kebutuhanku yang berhubungan dengan tugas yang diberikan atasanku. Kubaca-baca artikel tersebut beberapa kali dan mencoba mengaplikasikan dalam situasi kantor perusahaan tempat ku bekerja. Sayangnya, dari artikel yang ditulis ibu Grace belum cukup membuatku puas dengan uraiannya. Aku merasa perlu untuk menanyakan beberapa persoalan terkait dengan isi artikelnya sesuai konteks di perusahaan tempat kerjaku. Untungnya, beliau memasang kontak online melalui komunikasi Yahoo Messenger (YM). Dan secara kebetulan pula pada saat itu YM beliau menampakkan sedang online.

Pucuk dicinta ulam tiba. Aku pun memberanikan diri untuk menyapa beliau. Selanjutnya tanpa basa-basi, akupun langsung menanyakan perihal beberapa pertanyaan yang menjadi sumber penasaran dan ketidaktahuanku. Ketika awal beliau menanyakan perihal siapa aku, aku sempat berbohong dengan menjawab bahwa aku seorang mahasiswa fakultas hukum angkatan 2004 di sebuah universitas yang belum lulus. Padahal, sebenarnya aku telah lulus. Awalnya, beliau tidak terlalu menggubris jawabanku itu. Tanpa banyak tanya, beliau pun kemudian menjelaskan beberapa pertanyaan yang kuajukan.

Berlanjut pada hari kedua, ketiga, dan seterusnya aku pun kemudian lebih sering bertanya kepada beliau perihal beberapa masalah hukum yang kuhadapi yang berhubungan dengan urusan kantor. Hingga suatu ketika aku merasa sadar bahwa aku telah membohongi ibu Grace, meskipun sedikit. Lalu kuberanikanlah untuk berterus terang perihal identitasku dan kuceritakan bahwa aku sebenarnya seorang sarjana hukum di sebuah universitas negeri dan telah bekerja di sebuah kantor di Jakarta. Kemudian aku ceritakan pula kenapa aku “terpaksa” sedikit berbohong. Antara lain dikarenakan kekakhawatiranku kalau beliau mengetahui aku bekerja dimana dan pada akhirnya mengetahui sedikit banyak rahasia perusahaanku. Memperhatikan penjelasanku, beliaupun tertawa. Ternyata beliau sudah menduga sejak awal perihal kekurangjujuranku. Tapi, beliau memahaminya.

Semenjak saat itu, aku sering minta tolong beliau jika suatu saat aku menemukan berbagai persoalan perihal urusan hukum di kantorku. Minimal, aku memperoleh banyak pelajaran dari diskusi kami. Dan karena itulah aku lebih pede jika mengeluarkan ide-ide dan legal review atau pandangan-pandangan hukum jika diminta atasanku. Pengetahuanku pun banyak bertambah dari banyak diskusi-diskusi itu selain dari beberapa artikel yang beliau tulis di website beliau.

Kesimpulanku tentang pribadi beliau dari hasil interaksi sejauh ini diantara kami, aku memiliki pandangan bahwa beliau merupakan seorang yang ramah, baik, pintar, cerdas, dan religius. Sebagai bukti, bahwa kepadaku yang belum kenal dan (juga) berbeda keyakinan agama (karena dugaanku beliau tidak seagama denganku) ini, beliau dengan senang hati bersedia dan mau berbagi pengalaman, cerita dan pengetahuan serta ilmu. Padahal, aku tidak menjanjikan balasan materi sama sekali kepada beliau.

Oleh karenanya, sebagai rasa terima kasihku kepada beliau aku menuliskan postingan ini untuk berbagi kepada anda. Aku pun mendoakan agar beliau selalu diberikan hal yang terbaik oleh Allah SWT. Jika anda tertarik menghubungi beliau, silakan anda hubungi di nomor 024 70288053 atau email kontak@notarisgracegiovani.com atau langsung saja datang ke alamat kantor beliau di Jl. S. Parman No.12 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Ahmed Fikreatif

.:: Jika Saudara / i menyukai tulisan ini, maka sekarang Anda dapat memberikan apresiasi dengan ikut memberikan donasi / kontribusi finansial ala Blogger. Jika Saudara / i membenci sebagian atau keseluruhan tulisan ini pun saya tetap mempersilakan untuk ikut memberikan donasi. Namun, jika saudara / i tidak bersedia memberikan donasi, itu pun tidak mengapa… Caranya, silakan baca link berikut ini ( klik di sini..! ) ::.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

7 Tanggapan

  1. salut buat ibu Grace….
    Jadi kita tidak bisa menilai dari mana seseorang berbuat baik……
    kebaikan itu bisa datang dari mana saja ^_^

    salam kenal

    • yup,,,
      betul mbak delia…

  2. setuju! blogger matu meniggalkankaryanya 🙂
    salam kenal

    • @Afif: hahahaha
      salam kenal juga
      terimakasih visitingnya…

  3. Nahhh… ketahuan sekarang! Legal Officer ternyata…

    • @Puri: hmmmmm…
      iya deh, ketahuan…..

      *huft

  4. terimakasih juga, blogmu telah mempertemukan aq dengan bu Grace,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: